Select Page

Umumnya penyelam rekreasi cukup menggunakan udara (20.9% oxygen, 79.1% nitrogen and .033% carbon dioxide) yang dimampatkan kedalam tabung. Namun komposisi udara standard tsb memiliki keterbatasan dalam hal waktu selam. Dipermukaaan, N2 yang masuk kedalam tubuh kita dengan mudah dibuang kembali ke udara. Namun, di dalam air yang memiliki tekanan lebih tinggi maslahnya menjadi lebih sulit dan lebih lama untuk merelease N2. N2 yang diabsorb tubuh bisa menyebabkan penyakit dekompresi. Oleh karena itu untuk memperpanjang waktu selam, kadar N2 dikurangi dan kadar O2 nya dinaikan, ini yang dikenal sebagai NITROX. Tapi hal ini juga bukan tanpa bahaya mengingat O2 pada tekanan yang tinggi bisa menyebabkan keracunan (Oxygen toxicity – silahkan check di wiki ) yang menyebabkan kerusakan sel2 tubuh.

Tanya – irfan.tgibls

Dear milis,

Mohon pencerahannya perihal oxigen buat pernapasan kita..

Di udara Oxygen sekitar 20%, Nitrogen sekitar 78% dan gas lainnya, bagaimana kebutuhan oxygen untuk penyelam atau orang sakit?

Saya dapat informasi ada pasien yang mati bernapas menggunakan oxigen murni 100%, apakah betul 100% oxigen dapat menyebabkan kematian?

Tanggapan 1 – supriyanto sikumbang

Saya pernah dengar sih Pak kalo oksigen untuk tabung penyelam isinya 80% gas oksigen dan 20 % nya gas helium kan untuk digunakan orang yang sehat dan dipengaruhi tekanan dalam air jadinya dicampur gas helium. kalo oksigen untuk orang sakit yang sering kami beli untuk di rumah sakit kami 100 % gas oksigen murni. oksigen murni 100 % memang bagus untuk penyembuhan orang yang sakit. Contohnya di pusat hiperbarik di rsal miintoharjo, biasanya untuk pemulihan penyelam sehabis menyelam dalam laut. sekarang biasanya digunakan untuk terapi penyembuhan orang yang sakit karena dapat mengoksidasi kuman-kuman penyakit di tubuh. kalo untuk orang yang sehat oksigen murni 100 % berbahaya memang pernah ada kasus kematian karena sel-sel tubuh orang tersebut teroksidasi, mirip karat pada besi mungkin. Jadi orang yang sehat gak boleh mengirup oksigen murni 100 %. kalo gak salah sirkulasi gas oksigen 80 % yang masuk kedalam tubuh akan keluar sebagai gas c02. kalo gas yang lain seperti nitrogen yang masuk 20% maka yang keluar 20 % jadi gak berubah.

Tanggapan 2- deni kdini

Sebetulnya ini adalah bidangnya orang medis, tapi saya coba menjelajskan secara logika ilmiah.

Aliran darah di kapiler paru ikut menentukan jumlah O2 yang dapat diangkut,masalah timbul bila terjadi ketidakseimbangan sistem ventilasi, atau bisa juga karena ada permasalahan lain dalam sistem pernafasan si pasien. sebetulnya sangat komplex permasalahan lainnya juga masih ada, kita tidak bisa mengklaim hanya dari satu parameter saja, misal kadar oksigen yang tinggi. justru oksigen yang murni sangat bagus untuk peredaran darah, sistem sirkulasi, dll. mungkin klo anda ingin mencoba bagaimana rasanya menghirup oksigen dengan kadar sangat murni buat orang sehat (atau penyakit tertentu juga bisa), silahkan coba alat hyperbaric yang cuma satu-satunya di Indonesia klo gak salah ada di RS Mintohardjo atau RS yang di surabaya (yang pasti afiliasinya AL at marinir).

Tanggapan 3 – Wisnu Purwanto

Saya cuba jawab untuk yang menyangkut penyelaman (SCUBA diving). Umumnya penyelam rekreasi cukup menggunakan udara (20.9% oxygen, 79.1% nitrogen and .033% carbon dioxide) yang dimampatkan kedalam tabung.

Namun komposisi udara standard tsb memiliki keterbatasan dalam hal waktu selam. Dipermukaaan, N2 yang masuk kedalam tubuh kita dengan mudah dibuang kembali ke udara. Namun, di dalam air yang memiliki tekanan lebih tinggi maslahnya menjadi lebih sulit dan lebih lama untuk merelease N2. N2 yang diabsorb tubuh bisa menyebabkan penyakit dekompresi. Oleh karena itu untuk memperpanjang waktu selam, kadar N2 dikurangi dan kadar O2 nya dinaikan, ini yang dikenal sebagai NITROX. Tapi hal ini juga bukan tanpa bahaya mengingat O2 pada tekanan yang tinggi bisa menyebabkan keracunan (Oxygen toxicity – silahkan check di wiki ) yang menyebabkan kerusakan sel2 tubuh.

Oleh karenanya penyelaman dengan NITROX bisa lebih lama cuma kedalamannya lebih terbatas. Agar bisa lama dan lebih dalam, maka bisa dengan mengurangi N2 dan O2 serta menggantinya dengan He, ini yang disebut TRIMIX, biasanya 10% O2, 70% He dan 20% N2. TRIMIX biasanya dipakai oleh commercial dan technical diving. Penggunaan NITROX maupun TRIMIX membutuhkan pengetahuan, keahlian dan peralatan khusus, yang berbeda dengan udara mampat biasa.

Tanggapan 4 – irfan arfani

Dear Pak Supriyanto, Pak Wisnu & Pak Deni,

Terimakasih banyak buat semua penjelasan bapak-bapak semua, saya mulai mendapat gambaran berarti O2 bukan berarti toxic sepenuhnya namun tergantung pada kondisi tertentu, selama ini saya mendapatkan berbagai pendapat dan info berbeda.

Tanggapan 5 – gundulgembrot

Sependek pengetahuan saya,

Tabung selam untuk scuba diving komposisi udaranya sama dengan udara bebas, karena compressornya mengambil source udara dari udara bebas, kecuali untuk special/military diving atau untuk deep water diving contohnya, maka kadar O2 mungkin lebih besar dari pada 20%.
Pada saat scuba diving, jumlah udara yang kita hirup lebih besar dari pada ketika kita di darat, karena pengaruh pressure ambient yang lebih besar (PV=nRT, volume paru2 tetap). Sehingga kadar N2 yang larut ditubuh jadi lebih besar. Dan ketika kita naik ke kedalaman yang lebih rendah (P lebih kecil), N2 akan berekpansi, dan jika kadarnya sangat banyak, biasanya berkumpul di bagian sendi2 tubuh yang bisa menimbulkan kelumpuhan, atau bahkan kematian jika menyumbat pembuluh darah. Gejala ini disebut N2 Narkosis.
Makanya penderita N2 Narkosis ini harus dimasukkan dalam decompression chamber untuk memberi pressure ambient yang lebih besar sehingga N2 terkompres yang kemudian bisa larut di peredaran darah dan keluar dari tubuh. Dan mungkin di decompression chamber ini kadar N2 yang diberi bisa di atur. Saya juga kurang begitu tau teknisnya.
Mungkin itu sedikit teori tentang Scuba Diving yang masih saya ingat. Untuk mengenai efek 100% O2 bisa membuat kematian, terus terang saya kurang tau.

Tanggapan 6 – Karina sari

Betul, tabung selam buat scuba itu diambil dari udara bebas dan dikompress dengan air compressor 300 scf. Jumlah O2nya hanya 21%, kalau lebih dari itu disebut juga nitrox (enriched air) dan untuk menggunakannya dibutuhkan skill khusus.
Nitrogen narkosis sendiri penyakit yang berbeda dengan decompression sickness, mas. nitrogen narkosis hanya akan bikin orang tersebut delusi dan bikin pusing, jadi ngga perlu dimasukkan decompression chamber.

Tanggapan 7 – gundulgembrot

Oh iya betul beda antara narkosis dengan deco..
Maklum sudah 6 tahun tidak pernah menyelam lagi. Jadi agak sedikit memudar teori2 tentang scuba diving.
Thanx atas koreksinya…

Share This