Select Page

Ofshore Safety Passport hanya istilah yang digunakan oleh hanya beberapa perusahaan migas. Yang sebenarnya hanyalah sebuah dokumen yang mengandung informasi apakah si pemegang passport sudah memenuhi persyaratan perusahaan tersebut untuk bekerja/visit ke offshore. Misalnya ada oil company mempersyaratkan sertifikat Sea Survival, HUET, First Aid dan sertifikat fitness for work dari RS. Semua persyaratan tsb. diverifikasi oleh sebuah department perusahaan tsb. kemudian jika OK, dikeluarkan lah passport buat ybs. Kalau dia sudah ke offshore, maka semua hal kegiatan seperti tanggal aktivitas, nama platform, jenis aktivitas dicatat dalam passport tsb. Secara periodik, maka ybs. juga akan tahu dari passport kapan dia misalnya harus check ulang kesehatan, refresh training dll. Jadi tidak ada kantor imigrasi khusus offshore.

Tanya – Agus Umaryasin

Dear All,

Saya butuh info Untuk mendapatkan offshore safety passport ,Ada yang bisa bantu alamat dan contact personnya? Terima kasih banyak

Tanggapan 1 – Dirman Artib

Pak, ofshore safety passport itu hanya istilah yang digunakan oleh hanya beberapa perusahaan migas. Yang sebenarnya hanyalah sebuah dokumen yang mengandung informasi apakah si pemegang passport sudah memenuhi persyaratan perusahaan tersebut untuk bekerja/visit ke offshore. Misalnya ada oil company mempersyaratkan sertifikat Sea Survival, HUET, First Aid dan sertifikat fitness for work dari RS. Semua persyaratan tsb. Diverifikasi oleh sebuah department perusahaan tsb. kemudian jika OK, dikeluarkan lah passport buat ybs. Kalau dia sudah ke offshore, maka semua hal kegiatan spt.
tanggal aktivitas, nama platform, jenis aktivitas dicatat dalam passport tsb. Secara periodik, maka ybs. juga akan tahu dari passport kapan dia misalnya harus check ulang kesehatan, refresh training dll. Jadi tidak ada kantor imigrasi khusus offshore.

Tanggapan 2 – Muhammad Redjoso

Sekedar menambahkan, safety passport biasanya dikeluarkan oleh departement SHE, untuk mengontrol pegawai yang akan pergi ke offshore, terutama untuk operator alat berbahaya seperti crane, welding etc. beberapa yang utama dalam safety passport seperti yang disebutkan Pak Dirman adalah monitoring kesehatan, data pelatihan keselamatan spt HUET, sea survival, jungle survival(untuk onshore), list surat izin pengunaan alat (crane, forklift), dll. biasanya passport ini diperiksa sebelum keberangkatan dikantor (oleh manajer ybs) dan di bandara/pelabuhan sebelum perjalanan.

Jadi intinya passport ini adalah kebijakan dari masing2 perusahaan, baik isinya maupun ada tidaknya passport. CMIIW.

Tanggapan 3 – David Musu

PT Samson Tiara

Fatmawati Mas Kav. 329

Jl. R.S. Fatmawati No.20 Jakarta 12430

Phone: 62 21 765 9235

Tanggapan 4 – Dirman Artib

Nah Pak David sudah kasih info tuh.

Yang perlu hati-hati bagi pengguna jasa training BOSIET adalah apakah mereka certified OPITO, karena OPITO (Offshore Petroleum Industrial Training Organisation) yg direkomendasi oleh sebahagian besar komunitas industri oil&gas. Ini seperti pilihan untuk membeli bensin di SPBU Pertamina atau bensin ketengan pinggir jalan.

Jangan sampai pilih training provider yg misalnya punya manajemen keselamatan yg assurance system nya tak jelas. Ada lho…..yg hampir mati dalam training BOSIET, bukan nakut-nakutin nih.

Tanggapan 5 – Agus Umaryasin

Terima kasih atas infonya,

Bapak bisa aja….tentu aja gak ada imigrasi khusus offshore,:))
Maksudnya untuk kursus BOSET:Basic Life Support, Fire Awareness, Sea Survival dan HUET, saya bisa mendaftar dimana ya?
Mungkin ada yang bisa bantu kasih Alamat atau No.Telp yang bisa saya hubungi..

Pembahasan selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut:

Share This