Select Page

Saya kok gak setuju ya dengan judul subjek email ini?? Kenapa mengerikan??? Bila dibandingkan dengan orang2 di Myanmar… yang sudah hidup miskin, terisolasi, kemudian sekarang ditimpa bencana topan, sampai sekian ratus ribu masyarakatnya meninggal dan/atau hilang; ditambah lagi pemerintahnya begitu tertutup dengan bantuan kemanusiaan, semakin membuat berat penderitaan rakyat Myanmar. Belum lagi bicara negara Afrika. Darfur, Sudan; Chad, Nigeria, Rwanda, Sierra Leone, Zimbabwe (inflasi 100.000%) etc. Masih banyak tempat2 yang hidupnya lebih parah dari negara kita… So… daripada cuma complain, berkeluh kesah, dan lain-lain, cobalah lebih positif….. FYI, beberapa minggu ini, karena peningkatan harga beras, di banyak negara sudah diberlakukan penjatahan pembelian beras, artinya satu orang hanya boleh membeli sekian kilo beras. Apakah hal tersebut terjadi di indonesia? Tidak. Bahkan, tahun ini, indonesia bisa swasembada beras, sehingga muncul opini untuk meng ekspor beras, karena harga beras yang sedang tinggi-tingginya, dan akan semakin tinggi, karena topan yang melanda sebagaian ‘lumbung padi’ negara thailand (di sekitar sungai Irawadi).

Pembahasan – Hadi Meidiyan

Mohon tanggapan nya nie…

Solusi Pengurangan Beban Subsidi BBM pada APBN akibat Melonjaknya Harga Minyak Dunia Melalui:
Pemberlakuaan Harga Jual Berbeda Untuk BBM Bersubsidi

Latar Belakang:

1. Pemerintah menetapkan Harga BBM Bersubsidi secara MERATA di seluruh wilayah Indonesia.

2. Pengeluaran APBN Pemerintah untuk alokasi subsidi BBM sudah semakin menghawatirkan dan kecenderungan ini akan bertambah.

3. Penerimaan Pemerintah dari sektor migas dan mineral tambang lainnya hanya kira-kira 20% saja dan 80% lainnya menjadi Penerimaan Pemerintah Daerah.

4. Di sisi lain banyak program dan kewajiban pemerintah sesuai amanat UUD 45 banyak yang terbengkalai.Pokok-Pokok Solusi nya:

1. Pemerintah merevisi kebijakan penetapan harga merata bagi BBM bersubsidi untuk setiap daerah di Inonesia.

2. sesuai langkah pertama. Usul saya daerah yang di berlakukan harga lebih tinggi dari daerah lainnya adalah Jabodetabek, Bali, dan Daerah-daerah penghasil migas dan mineral tambang (Kaltim, Palembang, Riau) dengan alasan daerah tersebut telah mendapatkan Alokasi Penerimaan Daerah yang lebih tinggi dari pada yang disetor ke pusat.

3. Berdasarkan langkah ke-2 Tentu ada pengecualiannya yaitu untuk Sektor Tranportasi Masal dan Berplat KUNING.(mereka bisa diberi kartu kendali yang tentunya dibatasi untuk konsumsi BBM perharinya: c/ 10 liter/day) Manfaatnya:

1. Pemerintah bisa Memformulasikan Neraca APBN nya kembali.

2. Terciptanya KEADILAN.

3. Program-program dan kewajiban pemerintah sesuai amanat UUD 45 dapat dilaksanakan: (Kesehatan, Pendidikan, dan Lapangan Pekerjaan) .BAGAIMANA??????
Mohon Komentar dong…….!!
Syukur-syukur dibaca MENTERI nie….!

Tanggapan 1 – Eko Prasetyo

Cabut subsidi BBM dan biarkan masyarakat Indonesia beradaptasi sebaik-baiknya, itu saja.

Tanggapan 2 – Rahmat Surya

Dear All,

Kita tidak bisa menyalahkan siapa2 kalo pemerintah harus mencabut subsidi dan menaikkan harga BBM, pemerintah butuh dana untuk membangun negara, sederhananya masak rokok yang di Singapor bisa laku 35 ribu perbungkus dijual 8000 kan bodoh namanya, makanya wajar kalo pemerintah harus cari untung sebanyak2nya dari BBM yang lagi meroket, tapi jangan pula salahkan masyarakat yang jadi anarki gara-gara gak sanggup beli apa2, gila bin stress gara2 di PHK karena pabriknya tutup, belum lagi Ibu2 yang panik anaknya nangis gara2 gak minum susu, hal-hal seperti ini mungkin masalah kecil bagi pemerintah namun SANGAT LUAR BINASA bagi masyarakat yang pendapatannya rendah.
Bagi saya, permasalahan utama adalah bagaimana mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap yang namanya Bensin, minyak tanah, solar, dan mungkin LPG.
Penggalaan penggunaan Sumber Energy Terbarukan (Renewable Energy) mungkin bisa menjadi solusi untuk tidak mengulangi kesalahan hari ini di masa mendatang. Saya mengidamkan kita bisa menerangi rumah dengan matahari, angin dan tanah (kayak nenek moyang kita dulu yang hidup di zaman batu..heheh) maksud saya, pemerintah harus lebih menggalakkan lagi Bio Diesel, Bio Fuel, Bio Coal dan sumber energy lainnya. Semoga.

Tanggapan 3 – Eko Prasetyo

Mungkin ini teguran Tuhan kepada bangsa Indonesia untuk kembali ke semangat gotong royong, hidup sederhana, dan cinta keluarga.

Tanggapan 4 – Ishak Lambang Karunia S – MTD

Cuma penggalakan Bio fuel tersebut juga mengakibatkan efek yang kurang baik, banyak lahan pertanian/pangan lainnya yang disulap menjadi kebon kelapa sawit yang belakangan ini menjadi favorit, sehingga terjadi krisis beras.
Memang situasi didunia kedepan ga semakin baik. Tetapi dahulu kala ketika mesir mengalami masa kekeringan 7 tahun lamanya, mereka telah mengantisipasinya dengan menyimpan cadangan pangan 7 tahun sebelumnya pada masa kelimpahan sebesar 20%. Mungkin kita bisa seperti itu ya?….

Btw saya sih setuju saja dengan kebijakan pemerintah menaikkan BBM, Sebagai manusia naluri untuk beradaptasi dan survive pasti menyesuaikan kondisi ini…enjoy aja. Walaupun mungkin dengan mengorbankan apa yang sudah biasa dinikmati (kembali pake arang..misalnya). Dari naik motor-naik sepeda, dll.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia Pembahasan Bulan Mei 2008 ini dapat dilihat dalam file berikut:

Share This