Select Page

Design pressure dari sebuah HE bisa ditentukan dengan: 1. disamakan nilai nya dengan set pressure (+ static head) dari PSV; 2. menghitung Shutoff pressure (jika ada sistem pompa); 3. atau untuk tekanan shell 5.1 psig bisa di set design pressure = operating maximum (psig) + 25 (psig) –> berdasarkan design criteria; 4. untuk tube rupture scenario bisa mengacu ke API RP 521, yang mana ada rule ‘two-third’ rule. untuk incompressible fluid bisa langsung menggunakan rule tersebut secara langsung. untuk compressible fluid, tube failure analysis seperti yang telah dijelaskan pak dharmawan perlu dilakukan sebelum menerapkan rule tersebut. Untuk memahami relief valve sendiri bisa mengacu ke API RP 520 dan API RP 521.

Tanya – Traino@rekayasa

Selamat siang semua,

Sebelumnya, Perkenalkan saya seorang process yang masih banyak belajar.kebetulan saya sedang review engineering sizing line pipe rupture disc di shell HE(Chiller) dengan kondisi shell liquid saturated di suction tekanan 5.1 barg suhu 10C di evaporasi dengan tubenya gas dengan tekanan 30.1 Barg (worst case is tube rupture) suhu 40 oC.

Pak, saya mau Tanya desain line sizing untuk pipa inlet PSV berdasarkan standard apa ya? API berapa? Kenapa harus 3% dari set pressure?mungkin ada panduan untuk criteria size pada compressible line ?kenapa Ma number harus max 0.5 untuk menentukan line size keluaran line pada PSV?bagaimana menentukan flow yang lewat pada RD(rupture disc) jika worst case adalah tube rubture..Flow liquid = 7600 kg/h gas = 27000 kg/h adakah refrrensinya?

Terima kasih banyak atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk belajar lebih banyak tentang engineering desain dan waktunya untuk membaca email saya..CMIIW

Tanggapan 1 – Crootth Crootth

Dik Ino,

Paparan proses yang diperikan dik Ino sedikit membingungkan, di satu sisi dik Ino menyebutkan Rupture Disk, di lain kalimat dik Ino menyebutnya sebagai PSV. Kiranya mana yang valid?

Menghitung laju relief untuk kasus dik Ino tidak mudah untuk menghitungnya, mengingat perbedaan fasa di Shell dan di Tube, Pun tidak diketahui ada berapa tube per HE nya.

Untuk menghitungnya, maka dik Ino harus membuat beberapa asumsi, misalnya: 3a Gas di bagian Tube dan Liquid di bagian Shell compatible (tidak menyebabkan terjadinya reaksi yang tak terkendali, atau penggumpalan); 3b. hanya ada satu tube yang pecah, dengan demikian flow rate gas yang lolos ke bagian Shell setelah pecahnya tube adalah 27000 kg/h dibagi dengan N tubes. 3c. Dengan mengandaikan gas masuk ke liquid yang “incompressible” maka tidak ada pemuaian gas, betapapun tekanan Gas pada source nya lebih tinggi. 3d Jika N tubes sangat banyak (> 80), maka perhitungan relief dapat diasumsikan sebagai single phase – meski sesungguhnya asumsi ini bisa jadi tidak masuk akal (jika memang dianggap demikian, maka perhitungan via simulasi proses diperlukan untuk tahu % fasa uap nya) 3e. Jika 3d tidak applicable, maka harus dihitung fasa gas dalam liquid dengan pengumpamaan : hanya condensable gas dalam fasa gas
yang keluar dari tube yang pecah, tidak ada condensable gas dalam fasa gas yang keluar dari tube yang pecah, terdapat campuran antara gas condensable dan non-condensible dalam fasa gas pada gas keluaran tube yang pecah 3.e. Efek kelebihan tekanan karena tube pecah akan menyebabkan tekanan design sisi Shell tercapai (meski hingga saat ini tidak ada sama sekali keterangan tentang tekanan desain sisi Shell ini), katakanlah 20 barg (jika tidak, dik Ino harus melakukan simulasi proses untuk menghitung kenaikan tekanan akibat lolosnya gas dengan tekanan 30 barg ini – dan ini tidak lah mudah).

Jika semua parameter dari nomor 3 di atas didapatkan perhitungan dapat dilakukan dengan me refer ASME BPVC UG-127 (a)(2) atau perhitungan multiphase relief via DIERS methods.

Selamat mengerjakan

Tanggapan 2 – Fadhli Halim@saipem

Mas Ino,

Sekedar menambahkan, design pressure dari sebuah HE bisa ditentukan dengan

1. disamakan nilai nya dengan set pressure (+ static head) dari PSV.

2. menghitung Shutoff pressure (jika ada sistem pompa).

3. atau untuk tekanan shell 5.1 psig bisa di set design pressure = operating maximum (psig) + 25 (psig) –> berdasarkan design criteria.

4. untuk tube rupture scenario bisa mengacu ke API RP 521, yang mana ada rule ‘two-third’ rule. untuk incompressible fluid bisa langsung menggunakan rule tersebut secara langsung. untuk compressible fluid, tube failure analysis seperti yang telah dijelaskan pak dharmawan perlu dilakukan sebelum menerapkan rule tersebut.

Untuk memahami relief valve sendiri bisa mengacu ke API RP 520 dan API RP 521.

Tanggapan 3 – Crootth Crootth

Menanggapi pernyataan Fadhli pada jawaban no 2

‘Untuk tekanan shell 5.1 psig bisa di set design pressure = operating maximum (psig) + 25 (psig)’ .Ini design criteria yang dikeluarkan siapa??

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia dapat dilihat dalam file berikut:

Share This