Select Page

Kebutuhan NDE apakah perlu diaplikasikan sebelum dan sesudah PWHT sebenarnya tergantung kebutuhan. Bila kebutuhannya ingin mengetahui apakah sound weld sudah OK, maka perlu dilakukan sebelum PWHT, agar bisa dilakukan repair sehingga tidak terjadi pekerjaan berulang setelah PWHT nanti. Kalo sudah OK, tinggal di PWHT. Selain itu juga bisa mengetahui apakah parameter di WPS sudah bisa terpenuhi atau belum seperti apakah kawat las dan teknik lasnya sudah benar, dsb. Kalau parameter ini saja salah, maka pasti hasil NDEnya akan menemukan indikasi yang signifikan pada weld. PWHTnya sendiri punya tujuan masing2. Ada yang sekedar untuk stress relieve, dehidrogenisasi, annealing, tempering, dsb. Umumnya, bila material menyangkut low alloy steel, PWHT dimaksudkan untuk tempering dan pada beberapa kasus spesifik untuk repair weld equipment untuk gas hydrogen, juga dilakukan dehidrogenisasi. Bila prosedur PWHT yang dibuat diikuti dengan ketat, dari pengalaman, jarang sekali ditemukan indikasi signifikan after PWHT. Jadi antara NDE sebelum dan sesudah PWHT, punya tujuan yang berbeda meskipun sama2 untuk mendeteksi indikasi cacat pada hasil las2an.

Tanya – Rara S

Dear Milister,

Mohon pencerahan tentang NDE setelah PWHT. Apakah harus dilakukan lagi setelah PWHT, padahal sebelum PWHT sudah dilakukan.

Tanggapan 1 – prasetiyo nagoro

NDT setelah PWHT tergantung dari spec client yang digunakan. Terkadang Before PWHT di request RT and after nya di request MP or PT bisa juga before & after di request RT + MT or RT + PT.
NDT setelah PWHT itu perlu karena pada saat melakukan pengelasan terjadi stress concentration pada material akibat dari panas proses welding. Dan terkadang setelah kita menghilangkan stress tersebut dengan PWHT akan terjadi crack sehingga perlu di inspeksi ulang.

Tanggapan 2 – andryansyah rivai

Maaf pak Prasetiyo, apa bisa dijelaskan, bagaimana prosesnya sehingga setelah PWHT justru terbentuk retak. Kalau sebelum PWHT di NDT dulu, saya bisa mengerti, karena kalau sudah ada retaknya untuk apa di PWHT lagi.
Terima kasih untuk penjelasannya.

Tanggapan 3 – surya may iskandar

Betul itu …kalo uda retak buat apa di PWHT?

Hasil NDT kan bisa dilihat apakah terjadi retak atau tidak…

Yang saya tahu…

PWHT dilakukan tujuannya adalah

Penyeragaman material (grain structure)…Karena kekerasan dan kekuatan tarik material dengan daerah yang terkena proses pengelasan kan berbeda.
Dan biasanya NDT setelah PWHT diberi keterangan ASR (After Stress Release)
Umumnya dilakukan NDT kembali setelah PWHT adalah untuk memastikan apakah cacat-cacat yang bentuknya linier atau planar atau lainnya, ketikan sebelum di PWHT bila yang menurut spec/code yang masih dalam batas toleransi akankah terjadi perubahan dimensi atau tidak…

Tanggapan 4 – prasetiyo nagoro

Pak Andry,

Saya tidak mengatakan jika sudah ada retak maka dilakukan saja PWHT nya. Bila ada repair (crack), maka harus direpair terlebih dahulu kemudian di NDT sampai hasil nya PASS (Accept). Setelah PASS untuk before stress relief (BSR) maka baru boleh dilakukan yang namanya After Stress Relief (ASR).Yang saya katakan kemarin adalah terkadang setelah dilakukan PWHT akan terjadi crack sehingga perlu di inspeksi ulang.

Pak Surya,

Saya setuju dengan pernyataan bapak bahwa tujuan PWHT adalah untuk penyeragaman material (grain structure), tetapi yang di tanya oleh mbak Rara (orang yang menanyakan masalah ini) adalah apakah perlu dilakukan NDT untuk after PWHT? sehingga saya jawab ‘Perlu tetapi tergantung dari spec client’ dan pada saat penyeragaman material (grain structure) dengan proses PWHT maka sisa dari stress concentration yang terjadi pada saat proses pengelasan coba untuk dihilangkan dengan demikian terjadilah penyeragaman material (grain structure).
Perlu diingat bahwa pada saat melakukan PWHT, maka material akan memuai akibat dari proses panas dan akan kembali didinginkan dengan kondisi normal (menyusut kembali). Pada saat inilah terkadang terjadi yang namanya intergranular cracking dan kita harus mengecek apakah setelah dilakukan PWHT akan terbentuk discontinuity. Dan requirement PWHT biasanya untuk material yang tebal dengan thickness diatas 19.3 mm.
Dan sebagai info kepanjangan ASR adalah After Stress Relief (bukan : After Stress Release) dan tolong lihat attach file untuk lebih jelasnya.

Tanggapan 5 – surya may iskandar

Bisa dijelaskan ga spec client yang seperti apa?

Atau bisa attached file yang menyatakan demikian?

Umumnya NDE yang biasa saya lakukan untuk after PWHT adalah material yang mengalami tekanan atau pressure (seperti Pressure vessel, pipping)karena setelah itu dilakukan peneumatic atau hidro test, sebab sebelum PWHT juga dilakukan NDE…that’s all

Maaf Pa Prasetiyo saya kurang setuju kalau anda menyatakan:

‘Perlu diingat bahwa pada saat melakukan PWHT, maka material akan memuai akibat proses panas dan kembali didinginkan dengan kondisi normal (menyusut kembali)’.
Karena secara metalurginya tidak menyatakan demikian…

Tanggapan 6 – farabirazy albiruni

Rekan milis sekalian,

Kebutuhan NDE apakah perlu diaplikasikan sebelum dan sesudah PWHT sebenarnya tergantung kebutuhan. Bila kebutuhannya ingin mengetahui apakah sound weld sudah OK, maka perlu dilakukan sebelum PWHT, agar bisa dilakukan repair sehingga tidak terjadi pekerjaan berulang setelah PWHT nanti. Kalo sudah OK, tinggal di PWHT. Selain itu juga bisa mengetahui apakah parameter di WPS sudah bisa terpenuhi atau belum seperti apakah kawat las dan teknik lasnya sudah benar, dsb. Kalau parameter ini saja salah, maka pasti hasil NDEnya akan menemukan indikasi yang signifikan pada weld.

Nah PWHTnya sendiri punya tujuan masing2. Ada yang sekedar untuk stress relieve, dehidrogenisasi, annealing, tempering, dsb. Umumnya, bila material menyangkut low alloy steel, PWHT dimaksudkan untuk tempering dan pada beberapa kasus spesifik untuk repair weld equipment untuk gas hydrogen, juga dilakukan dehidrogenisasi. Bila prosedur PWHT yang dibuat diikuti dengan ketat, dari pengalaman, jarang sekali ditemukan indikasi signifikan after PWHT.

Jadi antara NDE sebelum dan sesudah PWHT, punya tujuan yang berbeda meskipun sama2 untuk mendeteksi indikasi cacat pada hasil las2an.

Tanggapan 7 – lukman hakim

Bapak2 mau ikut nimbrung neh,

Kalau saya sebagai client saya akan minta requirement tertinggi (RT before dan after) tapi kalau saya sebagai contractor saya akan coba nego (pada waktu PIM tentunya) agar RT  dilakukan BEFORE PWHT atau AFTER PWHT. Sedang yang pernah saya lakukan (sebagai contractor) pada waktu fabrikasi pressure vessel untuk headnya saya lakukan RT sekali dan itu after stress release dan kalupun ada repair akan saya lakukan PWHT lokal bukan stress release lagi.

Share This