Lagi-lagi tabung gas gratis yang dibagai-bagikan pemerintah secara gratis memakan korban di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/5). Ahmad Yani (27) yang baru menikah dengan Intan (20) meregang nyawa di rumahnya di Kampung Leuweung Larangan. Korban sekujur tubuhnya melepuh dan terkoyak. Menurut Aminah, tetangga korban, Kampung Leuweung mendapatkan kompor plus tabung gas gratis ukuran tiga kilogram, kemarin.

Pembahasan – Amal Ashardian

http://www.myrmnews.com/indexframe.php?url=situsberita/index.php?pilih=lihat_edisi_website&id=58312

Tabung Gas Konversi Meleduk, Pengantin Baru Tewas

Jumat, 30 Mei 2008, 11:33:05 WIB

Laporan: Eka Rahmawati

Bogor, myRMnews. Lagi-lagi tabung gas gratis yang dibagai-bagikan pemerintah secara gratis memakan korban di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/5).

Ahmad Yani (27) yang baru menikah dengan Intan (20) meregang nyawa di rumahnya di Kampung Leuweung Larangan. Korban sekujur tubuhnya melepuh dan terkoyak.

Menurut Aminah, tetangga korban, Kampung Leuweung mendapatkan kompor plus tabung gas gratis ukuran tiga kilogram, kemarin.

Ahmad Yani, sekitar pukul 19.00 WIB hendak mencoba memasang tabung gas tersebut. Namun, setelah dicoba beberapa kali, kompor gas tidak menyala.

Setelah beberapa kali dipasang kesekian kalinya tabung gas mengeluarkan bunyi mendesis dan tidak bisa dibendung.

Korban berusaha mengakalinya dengan merendam tabung gas tersebut ke bak kamar mandi. Namun, bukannya berhenti, tabung gas malah meledak dan seisi kampung mendengar ledakan seperti bom.

Bahkan menurut Adang, tetangga korban, ledakan mengakibatkan efek getaran. Kamar mandi dan atap rumah Ahmad Yani juga hancur.

Intan berteriak-teriak meminta tolong tetangganya. Korban ditemukan dalam keadaan pingsan di dalam kamar mandi.

Ada yang menyebut korban sebenarnya sudah meninggal di lokasi. Namun, warga penasaran dan segera membawanya ke Rumah Sakit Ciawi Bogor.

Barang bukti pecahan tabung gas kini disimpan Polsek Caringin untuk bahan penyelididkan lebih lanjut.

Warga trauma untuk menggunakan tabung gas. Mereka beranggapan, Ahmad Yani yang terbiasa mengunakan tabung gas-di peternakan ayam-saja harus tewas gara-gara tabung gas meleduk. Yat

Tanggapan 1 – Manik bpenergi

Kasian juga ya….., rakyat kecil lagi jadi korban…..
Kadang jadi bahan pemikiran, apa program tabung gas ini program mengurangi populasi penduduk Indosesia….. atau bagaimana….
Mungkin ini bisa menggantikan program KB kedepannya…..

Tanggapan 2 – M H

Maaf yah apakah kasusnya sudah di investigasi? Masalahnya banyak berita tabung gas meledak tapi tidak pernah ada yang di bawa ke pengadilan untuk mempertanggung jawabkanya. Seperti halnya banyak kasus mal praktik di dunia kedokteran tapi jarang dengar kalau kasusnya di bawa ke pengadilan. Kebanyakan masyarakat menerimanya sebagai takdir dan stop. Apakah harga nyawa sudah sangat murah???

Tanggapan 3 – Sugiharno Setiawan

Tabung yang tidak safety kenapa tidak ditarik ya? Apakah tabung2 tersebut sudah pernah diuji safetynya? Departemen apa ya yang mengurusi safety di pemerintahan? Kalau belum ada, saya pikir2 perlu deh Departemen ini. Mungkin orang2 safety di seluruh Perusahaan di Indonesia perlu memberi pembelajaran buat pemerintah.

Konversi energi kok tidak membuat kehidupan dapur lebih mudah ya? LPG langka belakangan ini. Mau alternatif kompor minyak…eh sama juga minyak tanah langka dan kan mau dihilangkan. Kalau begini, rasanya ada kemunduran jaman ya? Balik lagi ke kompor tungku kayu yang masih banyak ditemui di pedesaan.

Tanggapan 4 – Aroon Pardede

Penjelasan koran ini cukup aneh menurut saya, dan perlu diteliti lebih lanjut, sebelum ‘menuduh’ pada kegagalan tabung LPG.

1. kompor dan tabung baru didapat si korban. dia mencoba memasang, tapi tidak berhasil menyalakan. Pertanyaan saya, apakah pemasangan sudah dilakukan dengan benar?

2. Tabung berdesis, apakah ini dari tabungnya, atau dari valve regulator yang terpasang dengan tidak sempurna?

3. Ketika tabung sudah direndam ke dalam bak air, mengapa masih ada ledakan?
Element segitiga api kan, fuel, oxygen dan heat. Bukankah seharusnya sudah direndam ke air, otomatis menghilangkan akses oksigen? CMIIW….

Tanggapan 5 – Manik bpenergi

Kalau yang saya tangkap ceritanya, melihat usahanya merendam ke kamar mandi, itu berarti sudah ada api yang menyala dan mengikuti sumber gas yang keluar dari tabung, karena panik melihat api, spontan pikirannya ke air dikamar mandi, pada saat sampai dikamar mandi dan merendamnya, api yang bergerak cepat mengikuti gas sudah sempat memasuki tabung, dan saat direndam, api sudah ada didalam tabung, maka terjadilah ledakan didalam air.

Tanggapan 6 – Admin Migas

Mari kita memberikan penyuluhan ke masyarakat dengan menggunakan attachment
terlampir ‘Keselamatan Memakai Elpiji’.
Semoga bermanfaat.

Attachment : Keselamatan Memakai Elpiji.pdf

Tanggapan 7 – Aroon Pardede

Saya usul nih, mungkin disini ada bapak2/ibu dari ESDM dan/atau PERTAMINA. Berkaitan dengan distribusi tabung 3kg bagi masyarakat. Saya usul, supaya di tempat2 mereka membeli (warung, agen) agar diberikan poster yang menjelaskan cara instalasi dan perlakuan tabung gas yang benar, isinya seperti attachment pak Budhi dibawah.

Selain itu, kalau bisa, agar pada tabung gasnya ditempelkan stiker berisi gambar langkah2 instalasi katup regulator ke tabung gas. Stiker nya dibuat dengan gambar yang cukup besar dan informasi nya cukup singkat, namun informatif.

Dengan penempelan stiker pada tabung 3kg, maka otomatis stiker tersebut terbawa di tabungnya, dan menjadi sumber informasi dan pengingat; sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya pemasangan valve yang kurang tepat, mengakibatkan kebocoran dan ledakan. Perlu diingat, bahwa penerima/pemakai tabung 3kg ini, masih banyak yang belum familiar dengan proses pemasangan dan pelepasan valve tabung LPG (sebelumnya terbiasa dengan kompor minyak tanah)

Tanggapan 8 – Akh. Munawir

Klo LPG yg terbakar hitungan-nya mili malah micro detik utk sampai jadi ledakan, jadi ga bakalan sempet jalan ke kamar mandi dulu jika sdh ada api di LPG Cylinder-nya.

======

Yang saya sayangkan, tiap kali pemerintah mengeluarkan kebijakan yg tidak populer spt konversi minyak tanah ke LPG dan kenaikan BBM… itu tdk disertai SOSIALISASI yg benar2 mengena sampai layer Grass Root (Rakyat bawah).
Misalnya, walau sederhana mestinya penting utk memberikan ‘pengarahan/training’ metode yg benar dan aman utk menginstall, memakai hingga merawat LPG Cylinder + Kompornya. Hingga kejadian2 yg mestinya mudah dicegah ini tdk sampai menjadi Fatality atau Incident.

Ada TV, Koran, atau penyuluhan di balai2 RW atau karang taruna utk di dorong membantu program2 ini.

Sptnya kok selalu terlambat … dan lebih suka bereaksi stlah kejadia dari pada bertindak preventif.

Tanggapan 9 – Albertus Robyono@tripatra

Saya kira api hanya akan terbakar persis di luar lubang bocornya tabung, karena di dalam tabung tidak ada oksigen untuk pembakaran.

Kalau tabungnya pecah (dipecahkan??) bisa saja LPGnya cukup banyak untuk membuat ledakan. Atau bocor yang berupa cairan (misalnya karena tabung dibalik).