Select Page

Untuk merubah setting auto start dari fire pumps, referensi standar yang harus digunakan adalah ‘FGS – C&E Diagram’ atau ‘FGS-SAFE Chart’ yang jadi Operation Logic-nya, (detail product dari Fire Protection Philosophy/Basic Design).

Tanya – Rizal@polyprima

Dear all,

Mohon pencerahannya. maklum saya masih awam soal fire pump.

1. Untuk merubah setting auto start dari fire pumps, apakah ada referensi standar yang harus digunakan?

2. Apakah pengaruh jika merubah setting auto start dari fire pump tersebut?

3. dari NFPA 20 dikatakan mengeset jockey pump start point lebih tinggi daripada fire pump start poin, apakah ini sudah benar? ini saya ambil dari NFPA 20 (mudah2an tidak salah menterjemahkan).

Atas bantuan rekan2, saya ucapkan terimakasih.

Tanggapan 1 – Akh. Munawir

*) Referensinya ‘FGS – C&E Diagram’ atau ‘FGS-SAFE Chart’ yg jadi Operation Logic-nya, (detail product dari Fire Protection Philosophy/Basic Design).

*) Jockey pump berkapasitas kecil dan digunakan utk maintain pressure di Fire water line network. Akan auto-run jika pressure turun. (pressure turun disebabkan discharge flow yg kecil, contohnya small leakage).

*) Diskenariokan Main Fire Pump akan running jika Pressure turun karena Water digunakan utk Fire Fighting (flow-nya besar). Main Fire Pump berkapasitas lebih besar dari Jockey dan juga digunakan utk Maintain pressure…agar tetap tinggi walau Discharge Flownya besar.

Jd memang sudah benar, bahwa start point dari Jockey pump memang lebih besar dari Main Fire Pump. biar lebih yakin bisa dilihat example dari NFPA 20, sec. *A-11-2.6*

*Example:

*

Pump: 1000-gpm, 100-psi pump with churn pressure of 115 psi.

Suction Supply: 50 psi from city – minimum static. 60 psi from city – maximum static.

Jockey pump stop = 115 + 50 = 165 psi.

Jockey pump start = 165 – 10 = 155 psi.

Fire pump stop = 115 + 50 = 165 psi.

Fire pump start = 155 – 5 = 150 psi.

Share This