Bahan bakar yg seperti ini bisa jadi dimanfaatkan, tapi kalau untuk di kendaraan mungkin tidak bisa dipergunakan, kenapa? karena rata2 semua kendaraan mempergunakan engine dengan power dari hasil pemabakaran yg digerakkan oleh piston, tentunya dari prinsip kerja tsb otomatis mempergunakan yg namanya Timing. Saya sangat sependapat dengan apa yg dikatakan oleh Pak Erwin bahwa Hydrogen Fuel Injection ini mampu tidak menyesuaikan komsumsi bahan bakar dengan load (beban) yg ada di dalam ruang bakar dikala sopir atau pengemudi menginginkan sesuatu hal yg diperlukan. Karena BBM yg dipergunakan oleh kendaraan jaman sekarang ini, itu nilai octane-nya sudah tepat dengan ratio compressi pada motor 2 langkah dan 4 langkah.

Tanya – M. Isa Ansori@pertamina

Pak Joko Sutrisno telah menemukan cara murah hemat BBM, yaitu dengan menginjeksikan udara masuk dengan Hydrogen.
Hydrogen ini hasil dari rekasi electrolisis larutan KOH. Pak Djoko mengklaim bisa hemat 30 – 50 %.

Saya searching di internet, alat seperti ini di USA sudah dibuat oleh Pabrik dengan harga 500 ribu – sejuta. Diantara produknya adalah water4car dan HFI (Hydrogen Fuel Injection).

Adakah diatara bapak-bapak yang pernah tahu apakah sudah ada importir yang menjual alat ini di Indonesia ?

Tanggapan 1- Erwin (Jakarta)@WorleyParsons

Sekedar Informasi, Hydrogen kalo di bakar akan Mengeluarkan Energy 3000 C, nah masalah nya apakah Chamber Pembakaran Mobil murah meriah yg kita naiki akan bertahan sampe 10.000 Km..untuk itu, jadi silahkan review dulu sembelum memasang alat tersebut, Sebab membuat HHO Generator sich modal nya Cuma 50.000 IDR, tapi benerin Blok mesin Kumplit bisa 5 Jutaan.

Tanggapan 2 – Aroon Pardede

Saya mendapat email serupa, yakni gas hidrogen hasil proses elektrolisa kemudian dijadikan bahan bakar untuk kendaraan bermotor. Nah, saya ada pertanyaan mengenai kesahihan model seperti itu :

1. Bagaimana mengatur supply jumlah gas hidrogen yang masuk, dikaitkan dengan bukaan throttle/gas. Pada prinsipnya, ketika throttle dibuka semakin lebar, supply bahan bakar juga seharusnya meningkat. Nah, bagaimana meng hubungkan antara kecepatan proses elektrolisa yang menghasilkan gas hidrogen, terhadap bukaan throttle?

2. Kendaraan bermotor umumnya di desain untuk menggunakan bensin (otto cycle), yakni campuran antara cetane (C7H16) dan octane (C8H18). Nah, penggunaan bahan bakar ini tentunya sudah memperhatikan tingkat kompresi campuran udara + bahan bakar, sehingga bahan bakar tidak menyala (flash) ditengah2 langkah kompresi, yang mengakibatkan knocking/ngelitik. Nah, pertanyaan saya, apabila menggunakan hidrogen, berapakah flash point gas hidrogen? Apakah hidrogen tidak akan menyala ditengah2 langkah kompresi?

Tanggapan 3 – Herwin1@fmi

Bahan bakar yg seperti ini bisa jadi dimanfaatkan, tapi kalau untuk di kendaraan mungkin tidak bisa dipergunakan, kenapa? karena rata2 semua kendaraan mempergunakan engine dengan power dari hasil pemabakaran yg digerakkan oleh piston, tentunya dari prinsip kerja tsb otomatis memprgunakan yg namanya Timing. Saya sangat sependapat dengan apa yg dikatakan oleh Pak Erwin bahwa Hydrogen Fuel Injection ini mampu tidak menyesuaikan komsumsi bahan bakar dengan load (beban) yg ada di dalam ruang bakar dikala sopir atau pengemudi menginginkan sesuatu hal yg diperlukan. Karena BBM yg dipergunakan oleh kendaraan jaman sekarang ini, itu nilai octane-nya sudah tepat dengan ratio compressi pada motor 2 langkah dan 4 langkah.

Pesan saya ; Kalau ingin mengaplikasikan BBM ini, harus mendesain ulang prinsip kerja motor pembakaran piston dengan timing pembakaran yg tepat.

Tanggapan 4 – adrian.syarif

Pernah saya membuat HHO dari botol air mineral ukuran 600ml yang di campur garam dapur lalu saya pasang elektroda alumunium,dan ada selang festo sebagai output HHO nya,output selang saya beri regulator valve,begitu supply 24vdc 2A di hubungkan,dalam 2 menit timbul uap keluar dari ujung valve, lalu saya coba dekatkan api di ujung selang HHO,dan ada suara ‘blap’ cukup keras,kelihatannya HHO terbakar spontan,karena saya takut,jadi tdk saya pakai.