Select Page

Kalau sudah ada penambahan Nozzle di existing vessel, itu sudah termasuk modifikasi. Jadi RT/UT itu sudah jelas wajib dilaksanakan. Ini standard minimum QA/QC. Kemudian jika ketebalan Vessel masuk category harus di-PWHT ya harus dilakukan juga.

Tanya – Togu bintang@rekayasa

Mohon pencerahan

Untuk penambahan nozzle di existing vessel, apakah hydrostatic test
harus dilakukan
atau dibisa digantikan dengan RT/UT bila inpractiable.

Tanggapan 1 – adha ismail

Pak Bintang,

Ukuran Nozzle berapa?

Thickness Plate Vessel Berapa?

Sepengetaahuan saya, perlu dilakukan PWHT untuk Nozzle diatas 2′

Tanggapan 2 – Kautsar

Dear All

Kalo udah ada penambahan nozzle…berarti itu bisa saja termasuk kategori Modifikasi atau Alterasi (NBIC)..Mengenai penentuan perlu hydrotest or tidak,Vessel Bapak pake Standard apa dulu??
Umumnya semua step-step itu pasti udah ada & direncanakan sebelum pengelasan di QC manual repairer organisasinya.

Tanggapan 3 – Yacob Messakh

Pak Togu,

Kalau sudah ada penambahan Nozzle, itu sudah termasuk modifikasi. Jadi RT/UT itu sudah jelas wajib dilaksanakan. Ini standard minimum QA/QC. Kemudian jika ketebalan Vessel masuk category harus di-PWHT ya harus dilakukan juga.

Mengenai Hydro Testing diperlukan atau tidak, itu tergantung dari Procedure yang bapak ajukan.
Tapi Hydro Testing itu sendiri tidak bisa digantikan dengan pekerjaan NDE seperti UT/RT dsb.
Sekalipun tidak perlu Hydro Testing, NDE tetap harus dilakukan.

Seperti halnya pekerjaan Piping, NDE dan PWHT sudah dilakukan semua tapi Hydro Testing tetap saja diharuskan.

Semoga membantu.

Share This