Select Page

Methode Cathodic Protection (CP) biasanya ada 2, Sacrifial Anode dan Impressed Curent. Untuk mengetahui seberapa efektif penentuan CP ada banyak hal yang harus diperhatikan daiantaranya lokasi, hasil soil test dan dimensi area.
Belum tentu jalur yang pendek lebih efectif pakai Sacrificial misalnya.Mungkin harus dilihat dulu lokasinya.Jika disitu memungkinkan ada sumber arus, atau trafo dengan kapasitas cukup bisa saja pakai Impressed current. Tapi memang biasanya orang lebih cenderung pakai sacrificial anode, karena lebih simple dan praktis dalam desain.
Untuk sacrificail sendiri biasanya dibuat 2 pertimbangan caluculasi, dengan mass methode dan current methode.
Jika hasil soil test belum didapat, mungkin akan lebih baik pake mass methode, asalkan pertimbangan coating damage factornya tepat.

Tanya – Hidayah Marine

Salam untuk anggota milis semua.

Saya mhn pencerahan ttg penentuan penggunaan cathodic protection(CP) dalam tahap design.

Untuk CP kan ada 2, ada yg sacrificial anode (SA) dan ada yg impressed current (IC).

Yg saya tanyakan:

– bagaimana cara kita mengetahui seberapa efektif CP itu nantinya bekerja (hasil perhitungan di atas kertas, baik pake SA ato IC) mampu mengcover luasan tertentu jika kita masih dalam tahap design.

Sebelumnya terimah kasih

Tanggapan 1 – Jerry Jeremia Mintaredja@saipem

Dear Hidayah Marine,

Salah satu code/standard yang mengatur tentang desain CP adalah DNV-RP-B401 Cathodic Protection Design.

Tanggapan 2 – Fajars

Pak,

Saya bukan dari corrosion engineer tapi 5 tahun yang lalu saya pernah hitung dan mengaplikasikan ditempat saya. Mudah2an bisa menambah.

Untuk standard yang digunakan sbg refferency ad:

1. DNV-RP-B401 Cathodic Protection Design

2. NACE RP-016 Control of External Corrosion on Underground or Submerged Metallic Piping system

3. BSI- BS 7361 Catodic Protection – Part 1 code of practice Land and Marines Application

Kebetulan saya gunakan untuk proteksi pipa Natural Gas carbon Steel ditimbun dan di wrapping Poly Ethylene, dan Cathodic Protection (CP) didesign untuk umur selama 20 th, saya pilih Sacrifacial Anode (SA) karena yang Existing Impresse Current (IC) tidak berfungsi dengan baik, dan tidak hanya alasan itu tapi saya berfikir logis bahwa jenis SA lebih effektif karena langsung atau memproteksi dalam area yang lebih kecil dibanding dengan IC yang mana satu Anode yang ditanam memproteksi seluruh pipa yang terpasang. (mohon ditinjau ulang alasan ini kalau kurang tepat menurut perhitungan lain).

Data lain yang diperlukan adalah

1.Current Density soil yang ada umumnya berkisar 10 ~ 30 milli ampere per meter persegi (mA/m2) dan ditempat saya kebetulan 25 mA/m2

2. Kerusakan coating pipa yang didesign selama 20 tahun diperkirakan untuk jenis wrapping PE 15% (boleh diasumsikan jadi 20% tapi jangan terlalu extrim)

3. Karakteristik Anode, saya ambil waktu itu dengan menggunakan Magnesium Anode dengan konsumsi ratenya 7.7 kg/ ampere selam satu tahun (kg/amp-yr) dan utilisation factornya 80%.

4. Panjang dan diameter pipa 200 meter , dia 10 ‘ maka surface areanya = 170 m2

5. Total CP current adalah 170 m2 X 25 mA/m2 X 15% = 637.50 mA atau 0.637 Ampere.

6. Total kebutuhan minimum anode magnesium selama 20 tahun adalah 0.637 A X 20 yr X 7.7 kg/amp-yr = 98.1 kg/ 80% = 122.6 kg

7. Untuk lebih effective penyebaran Anode korban yang ditanam lebih merata lebih baik tetapi anode korban perkantong yang saya gunakan berisi 7.7 kg. jadi ditanam setiap jarak 15 meter.

8. Perlu diperhatikan jika setelah semua ditanam perlu adanya pendataan potential, paling tidak potential yang terdeteksi tidak lebih dari -850, jika lebih positif -850 mVolt maka terindikasi bahwa pipa tidak terproteksi. Untuk pipa yang terproteksi berkisar antara -850 ~ – 1500 m Volt.

Mudah-mudahan bisa membantu

Mohon dikoreksi jika ada yang kurang atau salah.

Tanggapan 3 – Triez

Wah,menarik nech…mungkin sedikit saya bantu..

Memang betul,pak methode CP memang biasanya ada 2, sacrifial anode dan Impressed Curent. Untuk mengetahui seberapa efektif penentuan CP ada banyak hal yang harus diperhatikan daiantaranya lokasi, hasil soil test dan dimensi area.
Belum tentu jalur yang pendek lebih effectif pake Sacrificial misalnya.Mungkin harus dilihat dulu lokasinya.Jika disitu memungkinkan ada sumber arus, atau trafo dengan kapasitas cukup bisa aja kita pake Impressed current. Tapi memang biasanya orang lebih cenderung pake sacrificial anode, karena lebih simple dan praktis dalam desain.
Untuk sacrificail sendiri biasanya dibuat 2 pertimbangan caluculasi, dengan mass methode dan current methode.
Jika hasil soil test belum didapat, mungkin akan lebih baik pake mass methode, asalkan pertimbangan coating damage factornya tepat.
Untuk besar arus proteksi akan sangat tergantung dari anode weight dan anode current output ( A.Hr/kg ) tergantung darti manufacture,nya, mungkin Hi-Pot atau tidak.
Wah,sebenarnya masih banyak lagi,pak, tapi mungkin bapak bisa merefers ke beberapa standar. secara umum mungkin bisa ke NACE RP-0169, NACE RP 0177 ( AC Mitigations) , ISO 15899-1 atau sedekit Handbook Corrosion seperti Peabody ataupun dwight.Untuk Offshore bisa merefers ke DNV B401 ataupun ISO 15899-2 ,supaya lebih efective penentuan Utilization factornya, karena tergantung dari model pemasangannya, mungkin slender stand off atau tidak.
Mungkin bisa sedikit membantu.kalau masalah rumus bisa lah merefers ke standar2 resmi, mungkin filosofi awal designnnya yang penting.

Share This