Select Page

Migas tidak mempunyai aturan khusus untuk klasifikasi suatu perusahaan (supplier, kontraktor, dll) yang bergerak di bidang Migas. Yang berhak mengeluarkan itu seperti Gapensi, Badan Sertifikasi Gapensi, AKLI, dll.
Kalau dari Pemerintah biasanya yang nyediakan penggolongan seperti itu adalah Dept PU (berupa SIUJK), Kadin, Dept Perindustrian dan Perdagangan (berupa SIUP). dalam sertifikasi-sertifikasi tersebut, para supplier/kontraktor diberikan klasifikasi sub bidang sesuai dengan kemampuan mereka. mulai dari Kualifikasi D (kemampuan dasar), Kualifikasi K (kemampuan kecil), kualifikasi M (kemampuan menengah), dan kualifikasi B (kemampuan besar) berikut dengan keterangan mengenai skala nilai project bagi tiap2 golongan kualifikasi.

Tanya – herasto subroto

Mohon informasi apakah Migas mempunyai aturan khusus klasifikasi suatu perusahaan (supplier, kontraktor, dll) yang bergerak di bidang Migas, seperti misalnya; Perusahaan Klas A, Modal dari Rp. 1 M keatas, Klas B Modal Rp. 500Jt s/d Rp. 1M, dst, dst.
Terima kasih

Tanggapan – donny rico m

Mas Ken,

Setahu saya migas tidak punya aturan khusus seperti itu. yang berhak mengeluarkan itu seperti Gapensi, Badan Sertifikasi Gapensi, AKLI, dll.
Kalau dari Pemerintah biasanya yang nyediakan penggolongan seperti itu adalah Dept PU (berupa SIUJK), Kadin, Dept Perindustrian dan Perdagangan (berupa SIUP). dalam sertifikasi-sertifikasi tersebut, para supplier/kontraktor diberikan klasifikasi sub bidang sesuai dengan kemampuan mereka. mulai dari Kualifikasi D (kemampuan dasar), Kualifikasi K (kemampuan kecil), kualifikasi M (kemampuan menengah), dan kualifikasi B (kemampuan besar) berikut dengan keterangan mengenai skala nilai project bagi tiap2 golongan kualifikasi.

Tinggal dari situ para PSC yang menentukan syarat-syaratnya bagi para supplier atau kontraktor yang pengen mengikuti proses tendering.

Semoga membantu. mohon ditambahkan atau disangkal jika ada yang kurang/salah.

Share This