Pada umumnya engine digunakan sebagai penggerak untuk alat-alat seperti generator, pompa, kompressor, dsb.
Cara kerja gas engine sama dengan diesel engine, hanya saja proses penyalaan bahan bakar-nya berbeda. Gas engine menggunakan percikan api dari busi (spark ignition) sedangkan diesel engine mengunakan kompresi untuk menyalakan bahan bakar (compression ignition). Ada juga yang disebut dengan dual fuel engine, yaitu engine yang dapat menggunakan diesel maupun gas sebagai bahan bakar-nya. Pemilihan engine apa yang akan digunakan, salah satunya ditentukan oleh daya yang dibutuhkan.

Tanya – anto

Dear All,

Mohon pencerahannya mengenai cara kerja Gas Engine?

Apakah hampir sama dengan Diesel Engine? Cuma beda di bahan bakarnya aja?

Kira-kira apakah hanya untuk perusahaan Oil & Gas Company atau bisa juga ke
perusahaan yang bersekala kecil?

Kalau untuk wilayah Jatim kira2 perusahaan mana aja yang pakai.

Maaf kalau topic ini sudah pernah ada, maklum saya kan masih baru and awam.

Tanggapan 1 – Muchlis Nugroho

Diesel engines use compression ignition, a process by which fuel is injected after the air is compressed in the combustion chamber causing the fuel to self ignite. By contrast, a gasoline engine utilizes the Otto cycle, in which fuel and air are mixed before ignition is initiated by a spark plug.

Gas Engine is similar with gasoline engine. Furthermore, you can convert gasoline engine to gas engine by implementing ‘converter kit’.

Gas engine are used for transportation (i.e Busway, Taxi).
For industrial application, it is used as electric generator driver, especially when diesel fuel is considered more expensive than gas. However, gas engine application usually require higher capital cost. i.e. Gas engine genset is more expensive than Diesel genset for the same rating.

It also been used as pump or compressor driver for onshore oil & gas company. Since gas is available and cheaper, compared to diesel fuel.
I have also seen gas engine application for instrument air compressor driver in Petrochemical Plants.

Even individual person can have gas engine. Just modify your car gasoline engine into a gas engine. Then you can use compresed LNG (or LPG) as the fuel.

Tanggapan 2 – Agus Setiawan Wahyu Wibowo@beraucoal

Benar sekali dengan definisi dibawah ini,

Saya dulu pernah melakukan penelitia tugas akhir di kampus saya Teknik Mesin ITS dengan Gas Engine buatan Austria Jenbacher 308 GS.
Di kampus saya ada 2 Gas Engine yang satu buat penelitian (J308GS) Kopel dengan Dynamometer (Eddy Current) dan yang satunya J312GS buat dikopel dengan Generator…supply gratis ke PLN.
Rencananya dulu ketika disumbangkan ke ITS untuk Emergency tp karena nilai ekonomis tidak sesuai jadi cumin mangkrak saja.
Oiya kita pake LPG sebagai Fuel nya

Coba mungkin bisa browsing melalui websitenya Jenbacher untuk liat detailnya.

Tanggapan 3 – Herwin1@fmi

Mudah-mudahan bermanfaat,

Khusus untuk Gas dari Campuran Bensin dengan Udara (Terminologi) dan Fuel (solar) Injection.

Cara kerja Gas Engine dengan Diesel Engine hampir sama kalau di prinsip 4 Tak (4 Langkah), hanya ratio compressi yang membedakan Gas engine agak lebih rendah ratio compressi-nya dibandingkan dengan Diesel engine, krn gas engine memakai percikan bunga api lewat sparkplug (busi) untuk pembakaran sedangkan diesel engine hanya memakai tekanan compressi untuk pembakaran. Perbedaan kedua adalah dari system pemasukan bahan bakar, kalau gas engine, Gas terbentuk di Carburator tercampurnya antara bensin dengan udara dengan perbandingan sesuai dengan type engine-nya (Contoh 1:9, maksudnya adalah 1 CC bensin berdanding dengan 9 kg volume udara), kemudian gas ini masuk ke ruang bakar lewat valve intake menuggu timing percikan bunga api langsung terbakar. Sedangkan untuk diesel engine pemasukan bahan bakarnya lewat nozzle dan injector atau yg disupply dari fuel injection pump, jadi nozzle yg mengabutkan fuel (solar), sedangkan yg masuk lewat valve intake hanya volume udara yg akan dicompres oleh piston, karena tekanan compressi yg dihasilkan oleh diesel engine cukup tinggi tinggal menunggu timing pengabutan dari nozzle untuk mengadakan pembakaran.

Kalau dari prinsip 2 Tak (2 Langkah), cara kerjanya berbeda, karena Gas Engine kebanyakan dipakai di 2 Tak (2 Langkah), jadi cara kerjanya terjadi dua proses yaitu ; proses dibawah piston dan proses diatas piston dan disini nantinya akan terjadi pembilasan. Jadi perbedaannya bisa dilihat dari cara kerja motor 4 Tak dengan 2 Tak pada buku2 di SMK jurusan Otomotif. Kenapa karena untuk Diesel engine jarang yg mempergunakan prinsip kerja motor 2 Tak.

Tanggapan 4 – tigor maruli

Sekedar nambahin,

Karena sebelumnya udah beberapa tahun berkecimpung ama Gas Engine, mungkin bisa sedikit menjawab..

Penjelasan dari Mas Herwin udah lengkap banget tentang teoritical.. how does gas engine works..

NAh.. kalau yang biasa digunakan dalam operasi di Oil and Gas Industry adalah Engine (Reciprocating Gas Engine) dengan menggunakan Natural Gas sebagai Fuel-nya, yang tentu saja sudah di treat sesuai dengan spec. dari Engine itu sendiri… Prinsip kerjanya sama dengan motor bensin, cuman fuel-nya nggak perlu dikabutkan lagi, karena memang fase-nya sudah gas… jadi carburetor cuman nge-mix AIr-Fuel dan regulate saja….

Masing Masing Engine memiliki karakteristik setting Air Fuel Ratio yang akan menjadi setting dari Magnetto ataupun Ignition System (kalo yang udah pake electronic).
Governor dipasang di Engine untuk memberikan bukaan Air-Fuel sesuai dengan Load yang dibebankan kepada Engine.. Governor model lama biasanya model mechanical seperti Woodward UG-8.. ada juga yang model baru yang electronic…
Untuk safety device yang dipasang pada engine a.l : Fuel Pressure, Lube Oil Pressure, Exhaust Temperature, Overspeed, Misfiring, Detonation Control, Vibration Probe, dll

Di industri Oil and Gas, Gas Engine banyak digunakan untuk Aplikasi Generator, Pompa (baik Fire Pump ataupun Shipping Pump), begitu juga sebagai runner dari Reciprocating Compressor…
Masalah Power, Gas Engine menawarkan banyak tipe.. mulai yang kecil sampai Yang High Power.. jadi kita bebas memilih sesuai dengan kebutuhan di Plant… as long fuel is still flowing continously… alias gak ada masalah ama ketersediaan fuel…

Brand yang banyak digunakan adalah product Caterpillar.. (macem2 nih.. mulai generasi lawas.. G399, G398 sampai yang baru G3516).. dan Brand Waukesha.. yang populasi-nya banyak banget digunakan di operasi di Gulf Of Mexico….

Moga-moga bisa jadi masukan….

Tanggapan 5 – Ahfas, Amir@siemens

Bagaimana dengan no load capacity untuk gas engine generator? Berapakah rating load bank minimum yang harus kita pasang?
Mohon pencerahan….
Terima kasih.

Tanggapan 6 – Djeremie Tonggos

Semoga membantu,

Pada umumnya engine digunakan sebagai penggerak untuk alat-alat seperti generator, pompa, kompressor, dsb.
Cara kerja gas engine sama dengan diesel engine, hanya saja proses penyalaan bahan bakar-nya berbeda. Gas engine menggunakan percikan api dari busi (spark ignition) sedangkan diesel engine mengunakan kompresi untuk menyalakan bahan bakar (compression ignition). Ada juga yang disebut dengan dual fuel engine, yaitu engine yang dapat menggunakan diesel maupun gas sebagai bahan bakar-nya. Pemilihan engine apa yang akan digunakan, salah satunya ditentukan oleh daya yang dibutuhkan. Referensi yang saya miliki menyebutkan sbb.

1. gas engine : 10-15.000hp

2. diesel engine ; 10-50.000hp

3. dual fuel engine : 150-250.000hp

Tanggapan 7 – Aroon Pardede

Gas Engine yang dimaksud oleh pak Tonggos ini juga dikenal dengan mesin dengan prinsip ‘otto cycle’ (http://en.wikipedia.org/wiki/Otto_cycle), sementara diesel menggunakan diesel cycle
(http://en.wikipedia.org/wiki/Diesel_cycle).

Nah, pertanyaan saya, apakah Gas yang dimaksud oleh penanya sebelumnya adalah Gas = bensin (terminologi yang umum dipakai di US), atau gas = any compressible fluid? Karena ada sistem turbin gas, menggunakan sistem dengan prinsip siklus brayton (http://en.wikipedia.org/wiki/Brayton_cycle).