Saya butuh contact person di company yang sedang atau pernah menggunakan Ormat Energy Converter – Closed Cycle Vapor Turbogenerator (CCVT). Saya ingin mendapatkan review tentang critical spareparts and performance.

Tanya – Wahyu Hidayat

Rekan-rekan,

Saya butuh contact person di company yang sedang atau pernah menggunakan Ormat Energy Converter – Closed Cycle Vapor Turbogenerator (CCVT). Saya ingin mendapatkan review tentang critical spareparts and performance. Saya dengar Total Indonesie memakainya. Kawan-kawan Total bisa bantu?

Tanggapan 1 – Mustafa M. Alaydrus – yokogawa

Dear pak Wahyu,

Coba contact Nippon Steel Contruction Indonesia. Mereka selaku EPC untuk salah satu proyek offshore Premier Oil pernah memakai Redundant Ormat CCVT di platform Natuna. Tetapi setahu saya, mereka sub-con sistem CCVT ini ke cabang Ormat Filipina.

Alamat kantornya di Sampoerna Strategic Square Tower A, Lt. 15. Jl. Jendral Sudirman KAV. 45-46, Jakarta Selatan. Contact Person : Bpk. Budi Santoso (Project Engineer).

Sayangnya saya tidak tahu nomor telepon kantornya yang di atas dikarenakan mereka baru pindah. Cuma nomor kantor lamanya yang di Graha Iskandarsyah adalah (021) 7207564.

Mudah-mudahan membantu.

Tanggapan 2 – kusno miyar

Dear P.WAHYU

Ini mungkin bisa membantu P.WAHYU untuk contact person ke P.BUDI SANTOSO no.tlp 021.5770033 ext 177.
Mudah-2 bisa membantu

Tanggapan 3 – Adi Harianto@id.yokogawa

Pak Wahyu,

CCVT Ormat terbilang bagus, terutam fuelnya yang ‘katanya’ bisa 30th baru di ganti. Untuk part2 yang kritikal mungkin di sekitaran burner.

a. Gas Alarm => bila terdeteksi alarm dari gas detector ini harus di reset dengan menunggu kurang lebih 2 jam agar status alarm nya reset sendiri.

b. Pilot Burner => kalo plant Pak Wahyu, di usahakan mempunyai cadangan gas untuk mensuplai pilot tersebut agar tetap menyala, ini musti diprtimbangkan kalau plant Pak Wahyu remote station.

Secara fungsi total Ormat CCVT ini bagus dan hasilnya yang dihasilkan stabil.

Tanggapan 4 – Wahyu Hidayat

Mas Adi dan Mas Mustafa, terima kasih inputnya.

Pertanyaan lanjutan:

1. Apakah self-reset dengan menunggu 2 jam ini satu-satunya cara untuk reset? Bisakah melakukan forced reset?

2. Apakah ada konsekuensi jika pilot burner tidak menyala kontinu? Haruskah menyala kontinu? Kebetulan CCVT akan dipakai di remote unmanned platform.

3. Spare parts apa yang paling banyak diganti selama kegiatan maintenance?

Tanggapan 6 – Ridwan ridwan@sempecindonesia

Pak Wahyu,

Kita pakai utk project dulu dan utk performance/technical, bpk bisa langsung hubungi:

ORMAT

980 Greg St., Sparks, Nevada 89431-6039

Tel: (775) 356-9026 Fax (775) 356-9039

Cp: Mr. David Faux

Mobile: +44(0) 7887-742756

Email: dfaux@ormat.com

Atau Indonesia agent

PT. Abumas

Tel: +62-21 7971025

Cp: bp. Bibit Hanggar

Tanggapan 7 – Adi Harianto adi.harianto@id.yokogawa

Mas Adi dan Mas Mustafa, terima kasih inputnya.

Pertanyaan lanjutan:

1. Apakah self-reset dengan menunggu 2 jam ini satu-satunya cara untuk reset? Bisakah melakukan forced reset?

Yang saya tau tidak bisa di forced reset, jadi terpaksa saya menunggu hingga 2 jam, untuk waktu nunggu tergantung dari status gas detector terakhirnya, mungkin bisa kurang bisa juga lebih.

2. Apakah ada konsekuensi jika pilot burner tidak menyala kontinu? Haruskah menyala kontinu? Kebetulan CCVT akan dipakai di remote unmanned platform.

Konsekuensinya, bapak tidak bisa menyalakan CCVT karena bila Main burner/pilotnya tidak atau belum menyala bapak tidak bisa menyalakan ‘BURNER’. Dan ini akan menjadi cost tersendiri untuk mengirim personil untuk menyalakan pilot nya, baru setelah itu Bapak bisa menyalakan ‘BURNER’ via remote / local.

Bila ini akan digunakan pada unmanned P/F ada baiknya dipertimbakan dengan lebih teliti berapa lama supply gas untuk pilot nya, karena jangan terjadi berkali-kali datang ke P/F hanya untuk menyalakan Pilot nya.

3. Spare parts apa yang paling banyak diganti selama kegiatan maintenance?

Relay kontak saja, relay ini berfungsi untuk mengurangi proses pembakaran.

Apabila seting temperature terpenuhi maka relay ini akan memberi kontak untuk mengurangi pembakaran, ini sama persis dengan proses burner yang lainnya.

Tanggapan 8 – Administrator Migas

Sewaktu di Nisconi tahun 2006 – bersama-sama dengan Adi Hadrianto dan Mustafa M. Alaydrus (Yokogawa) – saya melakukan precommissioning dan commissioning untuk West Lobe Platform – Premier Oil, termasuk 2 CCVT @ 2000 Watt 24 VDC. Performance selama uji coba bagus, sesuai dengan spesifikasi. Tidak berisik sewaktu running. Sewaktu commissioning, kita menggunakan gas LPG. Kalau mau detail dari CCVT ini, nanti saya cari di file project. Tapi untuk masalah maintenance, lebih baik kawan-kawan di Premier Oil yang menjawabnya.