Select Page

Mungkin ada yang berpengalaman mengenai masalah Bureau Veritas Certification berdasarkan NR 216. Ada beberapa macam type certificate seperti type C, W, CA dan R.
Proyek saya sekarang ini disertifikasi oleh Bureau Veritas, maka semua material direferkan ke relevant BV rules. Umumnya vendor dalam mendesign produk akan refer ke international code dan standard, terutama untuk bulk material seperti pipes, fittings, gasket, etc dan mereka akan menerbitkan certificate based on EN 10204 Type 2.2, 3.1 or 3.2. Bisakah certificate yang diterbitkan oleh manufacture menjadi based untuk BV dalam menerbitkan certificate mereka? Atau masalah lain seperti pressure vessel yg sudah U-stamp, masih perlukah disertifikasi lagi oleh BV?

Tanya – Maurice Hutabarat

Bapak/Ibu,

Mungkin ada yang berpengalaman mengenai masalah Bureau Veritas Certification berdasarkan NR 216. Ada beberapa macam type certificate seperti type C, W, CA dan R.
Proyek saya sekarang ini disertifikasi oleh Bureau Veritas, maka semua material direferkan ke relevant BV rules. Umumnya vendor dalam mendesign produk akan refer ke international code dan standard, terutama untuk bulk material seperti pipes, fittings, gasket, etc dan mereka akan menerbitkan certificate based on EN 10204 Type 2.2, 3.1 or 3.2. Bisakah certificate yang diterbitkan oleh manufacture menjadi based untuk BV dalam menerbitkan certificate mereka? Atau masalah lain seperti pressure vessel yg sudah U-stamp, masih perlukah disertifikasi lagi oleh BV? Saya jadi agak campur aduk dalam masalah ini.
Mohon masukkannya…

Tanggapan – Judy Risdianto

Pak Maurice,

Kebetulan saya bekerja di Bureau Veritas sebagai Marine Surveyor, Batam Station jadi kebetulan saya akrab dengan NR 216. Berdasar apa yang diutarakan oleh Pak Maurice, sebetulnya NR (Rule Note) 216 itu adalah ‘Rules for Materials and Welding for Marine Units’ Marine Units dalam hal ini adalah segala type kapal (Tug, supply boat, tankers, general cargo, barges dsb) dan offshore support units (accommodation barge, buoys, dsb.). Jadi pada intinya material yang akan digunakan untuk Marine-Units dan dibangun berdasarkan BV-Rules untuk memperoleh ‘Classification Certificate’ dari BV harus memenuhi ketentuan NR 216 tersebut. Tapi itu tidak berarti material yang sudah certified by other body is rejected, kalau pak Maurice punya NR 216, Di Chapter 1 (General Requirements ) Sect.1, article 1.2 (1.2.1 & 1.2.2) disitu dijelaskan mengenai syarat2 untuk materials yang certified by other specifications sehingga acceptable untuk dipakai. Dan sebenarnya type certificate yang Pak Maurice sebut yaitu C, W, CA & R (NR 216, Ch.1 sect.1 article 4.2) adalah refleksi dari ketentuan tersebut.

Mengenai pressure vessel, karena ini lebih cenderung dianggap sebagai equipment sebetulnya ini mengacu ke NR 266 ‘Inspections at Works for the Classification of Ships and Mobile Offshore Units’ disini diatur bahwa Pressure Vessel yang akan digunakan di marine units harus certified by BV, dan masalahnya disini adalah BV harus involved mulai dari design review, proses pembuatan hingga testing. Process sertifikasi untuk hal ini diatur di BV-Rule Note (NR) 320 R1: ‘Approval and Inspection at works of Materials and Equipments for the Classification of Ships and Offshore Installations’, tepatnya chapter 4.

Jadi walupun pressure vessel sudah punya U-stamp tidak bisa otomatis acceptable untuk marine units, kalau dipaksakan untuk diterima, ini akan mempengaruhi ‘construction-mark’ pada ‘Classification Certificate’ yang akan di issue oleh BV. Namun di NR 266 dan 320 tersebut, ketentuan untuk material yang digunakan tetap me-refer ke NR 216, jadi material dengan spesifikasi lain (asalkan equivalent dengan BV requirement) masih bisa diterima.

Salam..& semoga membantu.

Share This