Stuart Petroleum Ltd. yang berbasis di Adelaide telah memperoleh dari Albers Group, Melbourne, 50% saham di lahan minyak Oliver di wilayah Ashmore-Cartier (AC/P33) Laut Timor. Stuart akan menyediakan 85 juta dolar (Aus.) dalam perjanjian pengerjaan.

Penulis : Rick Wilkinson

Stuart Petroleum Ltd. yang berbasis di Adelaide telah memperoleh dari Albers Group, Melbourne, 50% saham di lahan minyak Oliver di wilayah Ashmore-Cartier (AC/P33) Laut Timor. Stuart akan menyediakan 85 juta dolar (Aus.) dalam perjanjian pengerjaan.

Stuart akan mendanai pengeboran sumur appraisal Oliver-2 dan akan menjalani semua studi engineering sampai akhir keputusan investasi dalam pengembangan lahan.

Oliver ditemukan oleh BHP Petroleum pada 1988, tapi dianggap tidak ekonomis pada saat ini. Kumpulan lahan tetrletak kira-kira 30 km utara lahan minyak Jabiru dan 700 km bagian barat Darwin.

Stuart telah menyewa rig semisubmersible Songa Venus milik Songa Offshore ASA untuk mengebor sumur appraisal selama pertengahan kedua 2009. Jika sumur appraisal menunjukkan cadangan komersial, jadwal pengembangan berikutnya meminta produksi minyak akan dimulai pada akhir tahun 2011.

Minyak dan kondensat yang dapat diperbaharui yang diperkirakan saat ini untuk Oliver menempatkan pada 10-33 juta bbl. Official Northern Territory Authorities memperkirakan 21.4 juta bbl minyak dan kondensat serta 310 bcf gas.

Stuart mengatakan banyak kemungkinan pendekatan akan menjadi sebuah pengembangan subsea yang dipasang ke kapal floating production, storage, and offloading, yang mana kemungkinan akan termasuk sebuah liquids stripping operation dengan reinjection gas.

Sumur Oliver-2 dan studi terkait diharapkan akan seharga kira-kira 60 juta dolar. Ditambahkan, perjanjian penjualan membuat Stuart akan menandanai 25 juta dolar pertama dari biaya pengembangan.

Sumber: www.ogj.com