Mekanisme kerja hydro cyclone itu sesuai namanya, cyclone… mirip pusaran angin/air… berputar dan dari bawah ke atas membesar.. , maka hydro cyclone akan mempunyai bentuk cone dibagian bawah. Secara prinsip, hydrocyclone (HC) memanfaatkan beda berat jenis dari material yang dipisahkan dengan memanfaatkan kecepatan/gaya sentrifugal dari fluida yang dialirkan. gaya sentrifugal didapat dari kecepatan fluida yang mengalir pada dinding vessel. agar fluida mengalir menelusuri dinding vessel, maka nozzle inlet mesti offset dengan vessel (tidak tegak lurus). Setelah fluida masuk, dia harus berjalan memutar sesuai kontur vessel dan tidak langsung ke outlet atas. untuk membuat fluida tidak langsung keluar, maka di HC harus dilengkapi ‘internal pipe’ yang mengarah ke outlet nozzle. semakin panjang perjalanan fluida, yang artinya semakin panjang perjalanan pemisahan, maka mestinya lebih maksimum pemisahannya.

Tanya – Joko Mulyono

Rekan2 Milis Migas,

Bagaimanakah mekanisme rinci kerja hydro cyclone ? Kalau saya punya tangki separator ukuran 60 in (diameter) x 12 ft (tinggi), bagaimana caranya agar bisa dimodifikasi menjadi atmospheric hydro cyclone ? Dimanakah bengkel yang bisa membantu memodifikasi?
Terima kasih.

Tanggapan 1 – NYOMAN PRIBADI WP

Dear Mas Joko,

Sependek pengetahuan saya, cyclone bekerja berdasarkan velocity dan gravitasi, berikut saya cuplikan dari perry, chemical engineers handbook untuk cyclone solid (saya kira untuk hydro mempunyai cara kerja dan konstruksi yang sama.

Cyclone Separators The most widely used type of dust collection equipment is the cyclone, in which dust-laden gas enters a cylindrical or conical chamber tangentially at one or more points and leaves through a central opening (Fig. 17-36). The dust particles, by virtue of their inertia, will tend to move toward the outside separator wall, from which they are led into a receiver. A cyclone is essentially a settling chamber in which gravitational acceleration is replaced by centrifugal acceleration. At operating conditions commonly employed, the centrifugal separating force or acceleration may range from 5 times gravity in very large diameter, low-resistance cyclones, to 2500 times gravity in very small, high-resistance units. The immediate entrance to a cyclone is usually rectangular.

Untuk konstruksinya kurang lebih seperti dibawah, walaupun beberapa engineering company mempunyai common practices masing2 untuk sizingnya..

Untuk modifikasi, sepertinya sulit dilakukan pak, mengingat separtor dan cyclone memiliki konstruksi yang sangat berbeda.

Mudah2an bisa sedikit membantu, dan mohon koreksinya jika saya salah…

Tanggapan 2 – Muhamad_Agung

Dear all,

Yang saya ketahui cyclone dipergunakan untuk memisahkan material berdasarkan perbedaan beratnya dengan menggunakan bantuan gaya sentrifugal.

F = m a (centrifugal)

F = m w r 2

Dimana material yang berat akan pergi menuju Underflow (bawah cyclone) sedangkan yang ringan akan menuju Overflow (bag atas cyclone) contohnya pada proses pengolahan mineral tambang banyak mempergunakan alat ini untuk memisahkan partikel kasar dan halus.

Tanggapan 3 – roeddy setiawan

Dear Pak Djoko,

Untuk hydrocyclone tergantung apa yg mau anda pisahkan, kalau density dr yg mau anda pisah dg liquidnya jelas (misal antara pasir sg 3.5 dg sea wtr sg 1.03. anda bisa mendapatkan pemisahan yang baik rule of tumb untuk pemisahan tersebut pressure inlet akan kehilangan separuh dr tekanan nan at reject outlet.

Tapi buat liquid dan liquid separation anda harus hati hati, consider case ini sea wtr sg 1.03 , oil sg 0.85. kelihatannya promising yah jelas ada perbedaan density ,, nanti dulu bagaimana karakteristik inlet nya apakah termasuk emulsi ????? nah disini anda harus jeli.kalau feed nya emulsi for sure anda akan gagal jangan percaya vendor bisa menyelesaikan nya untuk anda , sebabnya simple bulk density dr emulsi probably about similar dg airnya sendiri say 1.01 vs 1.03 imposible mickey mouse hydrocyclone solve this separation issue for you.. anda butuh separation force yng lebih besar untuk ini mungkin pd 15000 g ke atas, centrifuge was recomended tools for that. Hydrocyclone acceleration hanya max 10000 g, belum dihitung issue boundary layer, turbulence yang ngak pernah ada teorinya dg baik dlm fluid flow.
Tapi kalau mau tinjauan academic, a lot of paper discuss about hydrocyclone numerical calculation you could brows literature di tamu.edu or elsewhere.

Mengenai advise, its hard to advise since anya physical tank yg anda presenting in your posting. so to get good advise, probably what kind of pressure available, what level of pressure on water reject requested, what kind of pressure on oil reject needed, any particle distribution analysis done dan banyak lagi questionaire yang diperlukan untuk suscessfull hydrocyclone application, kalau itu ada semua saya kira bnayak rekan akan memnberi good recomm buat anda.

Tanggapan 4 – harry alfiyan

Dear Pak Rudi,

Membaca penjelasan bapak mengenai hydrocyclone dibawah, saya menjadi tertarik juga untuk bertanya. Karena sependek ilmu saya, hydrocyclone punya prinsip kerja yang cukup unik (itu menurut saya), yaitu hanya dengan memanfaatkan perbedaan density antara kedua fluida alat ini bisa melangsungkan separasi. Tolong dikoreksi jika salah.
Yang ingin saya tanyakan, pada perbedaan density berapa dua fluida dapat dipisahkan dengan hydrocyclone ? Mungkin Pak Rudi berkenan untuk share ilmunya sekali lagi.
Sebelumnya terimakasih.

Tanggapan 5 – muhammad rifai

Sekedar menambahkan

Mekanisme kerja hydro cyclone itu sesuai namanya, cyclone… mirip pusaran angin/air… berputar dan dari bawah ke atas membesar.. , maka hydro cyclone akan mempunyai bentuk cone dibagian bawah. Secara prinsip, hydrocyclone (HC) memanfaatkan beda berat jenis dari material yang dipisahkan dengan memanfaatkan kecepatan/gaya sentrifugal dari fluida yang dialirkan. gaya sentrifugal didapat dari kecepatan fluida yang mengalir pada dinding vessel. agar fluida mengalir menelusuri dinding vessel, maka nozzle inlet mesti offset dengan vessel (tidak tegak lurus). Setelah fluida masuk, dia harus berjalan memutar sesuai kontur vessel dan tidak langsung ke outlet atas. untuk membuat fluida tidak langsung keluar, maka di HC harus dilengkapi ‘internal pipe’ yang mengarah ke outlet nozzle. semakin panjang perjalanan fluida, yang artinya semakin panjang perjalanan pemisahan, maka mestinya lebih maksimum pemisahannya. Untuk memperpanjang aliran fluida di dinding vessel,
maka pipa internal mesti cukup panjang. Perjalanan panjang fluida menjadikan kecepatan menurun, maka perlu dipercepat. Inilah keperluannya dibuat cone pada bagian bawah. Cone ini mepercepat laju fluida. Cone ini juga memberi efek dorongan fluida ke atas. dari cone ini, fluida dengan berat jenis yang lebih besar akan keluar… outlet di cone ini mesti cukup kecil sehingga fluida yang diharapkan naik tidak ikut keluar dari outlet di cone.
Cara buatnya: buat nozzle inlet yang ‘offset’, buat nozzle di atas tanki dengan internal pipe yang panjang, ubah bagian bawah menjadi bentu cone, nozzle di bagian bawah dibuat kecil sesuai jumlah fluida berat yang dipisahkan.
HC mesti bertekanan karena tekanan inlet inilah yang mendorong fluida di inlet nozzle menjadi fluida berkecepatan. tanpa kecepatan, gaya sentrifugal tidak akan terbentuk. artinya, HC tidak bisa atmospheric.
Saya pernah jalan-jalan ke daerah Bekasi, di jalan Pulau Gadung (kalau nggak salah), dari Mega mall ke arah Pulo Gadung ada bengkel yang mungkin bisa membantu, letaknya di kanan jalan… nama bengkelnya… ada ‘rasa’ padangnya… nama-nama padang lah
Semoga sedikit membantu