Teorinya H2S Scavenger alias sulfide scavenger paling efektif dipasang di sistim yang fluidanya mengandung H2S dalam kadar antara 2-20 ppm, umumnya pada gas line. Tujuannya untuk menekan kadar H2S dalam sistim sebelum masuk sistim berikutnya, sebelum dijual atau sekedar untuk menurunkan korosifitasnya. Tapi saya pernah pake di 200 ppm juga bisa, hanya hasilnya pasti tidak sekecil kalau incomingnya 20 ppm tapi jelas jauh lebih kecil dibanding nggak pake. Selain kondisi H2S awalnya berapa, yang paling penting dilihat adalah gas flowratenya.

Tanya – Anggiat TFITB94

Aku mau tanya H2S Scavenger dalam Oil and Gas exploration,

a. Adanya dimana ?

b. Biasanya basenya apa?

c. Cara pemberiannya seperti apa di dalam exploration site, by dosing atau slug?

d. Berapa dosisnya?

e. Kalo bisa tolong jelasin proses explorasinya ……(kalo boleh)

Kalo kontraktor yang suplai itu, berapa lama jangka waktu kunjungan ke site untuk monitoring efisiensi chemical(s) itu?
Atas bantuannya disampaikan banyak terima kasih.

Tanggapan 1 – Helky Zunnur

Saya juga sekalian nanya,
Tuk H2S bisa ga kita singkirkan dengan steel wool filter,??

Tanggapan 2 – Widyastho, Ovulandra Wisnu@chevron

Simple answers :

1. Kalau teorinya H2S Scavenger alias sulfide scavenger paling efektif dipasang di sistim yang fluidanya mengandung H2S dalam kadar antara 2-20 ppm, umumnya pada gas line. Tujuannya untuk menekan kadar H2S dalam sistim sebelum masuk sistim berikutnya, sebelum dijual atau sekedar untuk menurunkan korosifitasnya. Tapi saya pernah pake di 200 ppm juga bisa, hanya hasilnya pasti tidak sekecil kalau incomingnya 20 ppm tapi jelas jauh lebih kecil dibanding nggak pake. Selain kondisi H2S awalnya berapa, yang paling penting dilihat adalah gas flowratenya.

2. Basenya amine atau formaldehid, tapi umumnya amine based. Kadang vendor menambahkan active ingredient lain yang masih kompatibel, misalkan corrosion inhibitor.

3. Injeksi continuous bisa (inget, dilihat dulu berapa kecepatan fluidanya, kalau fluidanya terlalu lambat, mungkin perlu atomizer atau point sprayer), slug (maksudnya batch ya ?) kayaknya nggak efektif kecuali kita bisa siapkan fasilitas tower contactor (seperti amine contactor) trus kemudian gas kita lewatkan ke contactor yang berisi absorber/H2S Scavenger.

4. Dosis tergantung vendor chemicalnya, aplikasi dan kondisi lapangan, kalau continuous biasanya antara 4-20 ppm (Ada juga yang menghitungnya 4-20 pint/mmscfd).

5. Efisiensi bisa diukur langsung setelah contact. Untuk tes awal biasanya kita sampling di beberapa titik di downstream injeksi kemudian kita plotkan dalam grafik untuk mengetahui chemical tersebut perlu waktu berapa lama untuk mencapai peak performancenya (Ini asumsinya continuous injection lho). Dari sini kita bisa fine tuning injeksinya.

Tanggapan 3 – rahmat hidayat

Dear Anggiat

Ini hanya sekedar membantu aja, menurut apa yang saya dapatkan sekarang dan lagi saya tagani di Tiaka field khusus di bagian H2S, saya sekarang menggunakan H2S scavenger Base nya water yang di inject kedalam tangki penampungan crude oil dengan dosis 50 gallon/day dengan konsentrasi 900 ppm turun menjadi 10 ppm,kami pesan melalui vendor yang namanya PT. Rama Kimindo, kalau masalah proses exsplorasinya nanti saya jelasin lebih lanjut…Klau mau lebih jelas browsing ke vendor kami.

Tanggapan 4 – Anggiat TFITB94

Dear Pak Wisnu,

Thanks a lot atas jawabannya

Mau tanya lagi nih :

1. Pernah dengar tentang triazin? H2S scavenger juga.
Bagaimana kalo dia over dosis, atau triazin dan semuanya itu, mengganggu proses pemurnian minyak itu ga?

2. Apa dengan menggunakan H2S scavenger itu bisa turun sampai nol…apalagi kalo kadar H2Snya dibawah 5 ppm

3. Berapa pressure yang diaplied u/H2S scavenger yang pernah disebutkan itu atau untuk triazin…

4. Kondisi teknis apa sih yang jadi pertimbangan untuk penambahan H2S scavenger itu.

Terima Kasih

Tanggapan 5 – Widyastho, Ovulandra Wisnu@chevron

Dik Anggiat,

1. Triazine, atau kerennya S-triazine atau hexahidrotriazin kalo nggak salah inget (tolong CMIIW) adalah turunan dari amine (dalam pembuatannya dimetilaminopropilamine dicampur formaldehid ???) –> coba dicek lagi di buku kuliah. Dia biasanya dibilang water based (ehm, kalo nggak salah sebenarnya triazine sendiri oil soluble, hanya setelah setelah bereaksi dia bisa ngabur ke fase air). Ini juga salah satu produk H2S scavenger yang populer di upstream. Yang nggak enak adalah baunya yang memabukkan (kalau dulu teknisi saya bilang : ambune nggilani).

Saya terus terang belum pernah nyoba overtreatkan triazine di crude, kalau di gas jelas karena dia diinjeksikan dalam bentuk cair akan jatuh kalau overtreat. Kalau dari sifatnya sendiri, jika diinjeksikan di incoming (dimana gas, minyak dan air masih nyampur) bisa saja dia akan membuat foaming di proses selanjutnya kalau dosisnya luar biasa banyak.

2. Teoritically bisa sampai <1 ppm, tergantung aplikasinya

3. Velocity kah maksudnya ? Kalau di gas dan bisa di-atomizerkan saat sprayer velocity <8 fps nggak ada masalah. Kalau nggak ada atomizernya maka perlu velocity yang lebih tinggi. Kalau untuk crude (kira-kira nih) at any pressure harusnya bisa.

4. Yang utama fluid velocity (dan retention time) dan cara aplikasinya (spray kah ? Contactor kah ?). Tapi dalam beberapa kasus tertentu perlu juga dilihat water contentnya.

Tanggapan 6 – Budhi, Swastioko (Singgar Mulia)

Rasanya minggu yang lalu ada anggota milis yang menanyakan mengenai H2S Scavenger. Mudah-mudahan 2 dokumen yang ada di folder KBK Proses Migas Indonesia dengan URL : http://migas-indonesia.net/index.php?option=com_docman&task=cat_view&gid=182 dapat berguna. Apakah ada anggota yang bisa memperlengkapi folder ini dengan dokumen yang lainnya ?

1. Process Engineering for Natural Gas Treatment using Direct-Injection H2S Scavengers

2. H2S Scavenger Theory