Select Page

Flow refrigerant pada suatu system refrigerasi tergantung dari kondisi operasi (seperti evap temp, cond. temp, derajat subcool, derajat superheat,jenis refrigerant, dll). Bapak harus tahu kondisi design dari sistim tersebut, atau lebih akurat dapat langsung ambil data dari sistim yang sudah running. Kalo design benar, biasanya data design dan actual tidak berbeda jauh. Manufacture compressor untuk refrigeration system punya software untuk mengetahui kapasitas pendinginan dan data2 yg lain (seperti data flow refrigerant dan temperature keluar kondensor). Kita tinggal memasukkan data evap. temp, cond. temp, type compressor yg dipakai, dan data lain yg diperlukan. Software bisa di download dari website (kalo menyediakan) atau minta langsung ke manufacturer.

fuad mubaraq

Dear Bapak,,

Mohon bantuan untuk share bagaimana mengetahui flow aliran refigeran serta tempnya pada kompressor sebelum masuk ke kondenser, terutama pada operasional chiller.
kami sedang ada case untuk heat recovery dengan mengunakan panas refigeran sebelum ke kondenser untuk memanaskan air dengan brazed plate heat exchangers.
Apakah dari nameplate dikompressor dapat diketahui flow alirannya..?
parameter apa saja untuk dapat memperkira flow tersebut
Terimkasih sebelumnya

Tanggapan 1 – roeddy setiawan

Dear Pak Fuad,

Opini saya kalau name plate tidak cukup untuk bisa anda pakai membuat keputusan . point saya begini.

Compressor bapak di name plate 100 hp. tapi yg di transfer successfuly bisa dr 50% – 80 pct tergantung kondisi kompressor sudah aus, atau efficiensi comprssor dr design nya memang segitu. anyway itu yg harus anda tentukan.
Kalau drive nya motor listrik, bisa jadi suatu indikator say motor listrik coman narik 50 hp, padahal name plate 100 hp, lebih banyak lagi guessing nya, bisa refrigerant sudah bocor ke lubricant dan macam macam sebab.
Yg bagus cari data sheet, kalau ngak ada kirm surat ke manufactutrer, at least anda punya job book to study, lalu go along dg itu.
kalau bisa di bongkar pasang orifice, tabung pito, then you can calculate direct dr fact yng anda dapat.

Tanggapan 2 – Yudha Octavian Himawan

Flow refrigerant pada suatu system refrigerasi tergantung dari kondisi operasi (seperti evap temp, cond. temp, derajat subcool, derajat superheat,jenis refrigerant, dll). Bapak harus tahu kondisi design dari sistim tersebut, ato lebih akurat dapat langsung ambil data dari sistim yang sudah running. Kalo design benar, biasanya data design dan actual tidak berbeda jauh. Setahu saya, manufacture compressor untuk refrigeration system punya software untuk mengetahui kapasitas pendinginan dan data2 yg lain (seperti data flow refrigerant dan temperature keluar kondensor). Kita tinggal memasukkan data evap. temp, cond. temp, type compressor yg dipakai, dan data lain yg diperlukan. Software bisa di download dari website (kalo menyediakan) ato minta langsung ke manufacturer.

Tanggapan 3 – bn6273

Pak Fuad

Sedikit membantu. Kalau bapak ada waktu bisa menghitung sendiri secara manual. Agak2 flash back ke hitungan thermo dulu nih..;)
yang penting bapak tahu:

Jenis refrigerantnya – kalau bisa dapatin propertiesnya dan table T -s nya.
dari table itu – diplot aja berdasarkan measurement lapangan saat operasi normal dan peak, berapa inlet /out evaporator, inlet / outlet condenser dan inlet/outlet compressor refrijerantnya.
dari sini akhirnya kita dapat gambaran umum heat-mass balancenya dari chart tsb dan bisa tahu berapa aliran m yang lewat di compressors tsb.
Utk tujuan heat recovery system water chiller spt ini – idenya sudah cocok itu pak. menggantikan fungsi existing condenser itu dng plate HE yang bapak akan pilih nanti.

Share This