Pada dasarnya MPFM mencakup semua alat maupun system yang mampu mengukur aliran fluida multiphase, dengan ataupun tanpa separation, termasuk konvensional separator, virtual MPFM, wet gas meter, down hole meters dll; meskipun umumnya pengertian MPFM lebih ditujukan kepada alat ataupun system yang mampu mengukuran aliran multiphase tanpa full separation. Pengertian ini juga tidak sepenuhnya tepat, karena ada juga vendor MPFM yang menerapkan full separation dengan system yang kompak.
Saat inipun belum ada standard international yang mengcover MPFM, namun dokumen berikut dapat digunakan sebagai guideline; yaitu: API 86 Recommended Practice for Measurement of Multiphase Flow dan NFOGM Handbook of Multiphase Flow Metering (free download dari NFOGM website). Kebanyakan MPFM menggunakan DP meter (umumnya venturi – namun ada juga yang orifice bahkan statix mixer), gamma densitometer untuk menentukan fraksi liquid serta water cut meter (gamma, capacitance, inductance dll) untuk mengukur oil / water fraction.

Tanya – Evta Yulianto

Dear all,

Mau Tanya nih

1.apakah perlu ya kita punya licence Radiation Safety Officer (RSO) training sebelum kita merunning atau comutioning Multi Phase Meter ??

2.Ada yang punya pengalaman dengan hal ini gak??bisa share kesaya dong tentang PVT sampling, modeling and simulation using Calsep PVT Sim etc. di multi phase meter (separation)
Thanks for sharing.

Tanggapan 1 – Wisnu Purwanto

Pengalaman saya (bukan di Indonesia) untuk transportasi, instalasi dan commissioning di butuhkan RPO yang bisa berasal dari vendor atau kontraktor.

Beberapa MPFM menggunakan gamma source dengan dose yang sangat rendah; sehingga pada beberapa perusahan – pekerjanya tidak termasuk ‘classified worker’ sehingga RPO tidak wajib untuk rutin operasional.

Untuk di Indonesia, anda sebaiknya mengecek ke company standard/guideline (kalau oil company biasanya punya) dan atau teman2 di Batan mungkin bisa membantu masalah ini.

Saya kebetulan memiliki pengalaman mengoperasikan beberapa MPFM dari berbagai vendor, termasuk untuk high gas application dimana digunakan compact cyclone untuk partial separation – no. seri system yang saya pakai adalah 001 dan 002.

Saya pernah mempresentasikan pengalaman saya di SEA HC conference di KL tahun 2007, saya tidak tahu apakah boleh di publish di milis ini. Saya akan cek ke NEL.

Mengenai PVTsampling; MPFM pada dasarnya mengukur multiphase flow pada kondisi actual, umumnya high pressure, unstabilized fluid; sedangkan kebanyakan yang kita butuhkan adalah kondisi standard (temperature correction) ; disamping itu akan terjadi perubahan fase (shrinkage).

Perhitungan bisa dilakukan dengan default equation ataupun kalau mau lebih akurat, dengan menggunakan look-up table yang dihasilkan oleh simulation software spt Calcep, PVTsim berdasarkan PVT data. Untuk PVT sampling dan atau mendapatkan shrinkage factor berdasarkan lab. Anda bisa mengacu ke API MPMS chapter 21. Hati2 jangan sampai terjadi double shrinkage factor.

Semoga Membantu

Tanggapan 2 – Evta Yulianto

Hi pak Wisnu,

Thanks infonya,

Oh ya pak apakah harus tuk licence RPO dari vendor kenapa gak dari oil companynya??
Klo bapak punya standart tentang RPO bisa dong share dan kenapa tidak diwajibkan padahal MPFM menggunakan gamma source ??

Klo boleh share presentasinya saya mau pak karena saya lagi belajar mempedalam penggunaan MPFM ditambah lagi keakuratan antara MPFM dengan Surface separation.klo menurut bapak keakuratan dari keduanya mana yang lebih efisien?

Tanggapan 3 – Wisnu Purwanto

Terus terang saya kurang berminat dan tidak kompeten untuk bicara masalah radiation protection dan atau aturan2 yang berlaku. Mari kita ikuti saja aturan yang berlaku. Di Indonesia, Batan adalah yang paling kompeten. Tapi kalau International standard dan guideline mengenai BSS and radioactive protection bias didownload gratis dari websitenya IAEA.

Saya lebih tertarik berbicara mengenai MPFM. Pada dasarnya MPFM mencakup semua alat maupun system yang mampu mengukur aliran fluida multiphase, dengan ataupun tanpa separation, termasuk konvensional separator, virtual MPFM, wet gas meter, down hole meters dll; meskipun umumnya pengertian MPFM lebih ditujukan kepada alat ataupun system yang mampu mengukuran aliran multiphase tanpa full separation. Pengertian ini juga tidak sepenuhnya tepat, karena ada juga vendor MPFM yang menerapkan full separation dengan system yang kompak.
Saat inipun belum ada standard international yang mengcover MPFM, namun dokumen berikut dapat digunakan sebagai guideline; yaitu: API 86 Recommended Practice for Measurement of Multiphase Flow dan NFOGM Handbook of Multiphase Flow Metering (free download dari NFOGM website). Kebanyakan MPFM menggunakan DP meter (umumnya venturi – namun ada juga yang orifice bahkan statix mixer), gamma densitometer untuk menentukan fraksi liquid serta water cut meter (gamma, capacitance, inductance dll) untuk mengukur oil / water fraction. Mengenai akurasi MPFM, sebagaimana umumnya alat ukur akan bergantung kepada operating envelope; applikasi dan tentunya jenis MPFM yang digunakan. Umumnya MPFM struggling di high GVF, katakanlah diatas 97%; terutama dalam mengukur water/oil fraction – dapat dipahami adalah tidak mudah mengukur watercut dari < 3% liquid dalam aliran gas. Sehingga beberapa vendor MPFM menggunakan compact cyclone separator untuk partial separation dimana GVF multiphase flow yang mengalir ke MPFM dikontrol tidak lebih dari nilai tertentu sehingga akurasinya tetap terjaga; sedangan aliran gas akan diukur oleh single phase meter seperti coriolis dan vortex meter. Ada beberapa vendor mengclaim MPFM mereka mampu menangani high GVF sampai 99.99% dalam wet gas mode. Saya merencanakan melakukan field trial akhir tahun ini terhadap salah satu vendor yang mengclaim paling canggih – dan secara commercial paling mahal. Tidaklah bijak untuk secara general mengatakan mana yang lebih baik dan atau lebih akurat antara MPFM dengan conventional separator (mungkin ini yang anda maksud sebagai surface separator). Jika didesain dengan baik dan dioprasikan pada operating envelopnya, conventional separator baik 2 phase maupun 3 phase mampu memberikan pengkuran yang sangat akurat. Pada kenyataannya, test facility umumnya menggunakan separator sebagai reference dalam flow dynamic test suatu MPFM. Baik MPFM maupun conventional separator memiliki sejumlah keterbatasan – maupun kelebihan; bergantung aplikasinya. Tapi dari segi ukuran, jelas MPFM memiliki ukuran yang lebih kecil serta memiliki dynamic response yang lebih baik dari conventional separator. Banyak factor yang menentukan pemilihan technology pengukuran multiphase. Saya sendiri sebagai Technical Authority untuk metering di suatu oil company, merekomendasikan MPFM jika secara tekno-ekonomi feasible. Saya juga mensyaratkan dynamic flow test untuk semua MPFM yang akan digunakan diperusahaan kami dengan kondisi yang mendekati kondisi operasi – tidak murah memang.

Last but not least, saya akan kirim ke pak Budi technical paper mengenai pengalaman saya dengan salah satu MPFM. Saya tidak bisa mempublish informasi confidential yang saya miliki namun jika ada pertanyaan specifik saya bisa kutip sampai batas tertentu.