Select Page

Sweetening unit ditempatkan sebelum dehydration unit. Tidak ada keuntungan yang diberikan dengan menempatkan dehydration unit sebelum sweetening unit. Yang ada justru penggunaan exotic material (corrosion resistant alloys) akan lebih banyak, karena harus mengcover kedua unit tersebut. Sedangkan dengan menempatkan sweetening unit terlebih dulu penggunaan exotic material bisa dibatasi hingga sweetening unit saja, kemudian setelah gas menjadi sweet, bisa digunakan carbon steel.

Tanya – E_Sa20

Dear engineers,

Saya mo nanya nih, seperti kita ketahui bersama kalo di gas processing plant terdapat sweetening unit (untuk mengurangi kadar CO2 & H2S di aliran gas) n dehydration unit (untuk mengurangi kadar air di aliran gas) agar gas sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.
Yang menjadi pertanyaan adalah apa keuntungan dan kerugian menempatkan sweetening unit baik sebelum atau sesudah dehydration unit ?

Tanggapan 1 – Ari Firmansyah

Bung Saputra,

Menurut pengalaman saya selama ini, sweetening unit ditempatkan sebelum dehydration unit. Dan sependek pengetahuan saya tidak ada keuntungan yang diberikan dengan menempatkan dehydration unit sebelum sweetening unit. Yang ada justru penggunaan exotic material (corrosion resistant alloys) akan lebih banyak, karena harus mengcover kedua unit tersebut. Sedangkan dengan menempatkan sweetening unit terlebih dulu penggunaan exotic material bisa dibatasi hingga sweetening unit saja, kemudian setelah gas menjadi sweet, bisa digunakan carbon steel.

Kalau dari buku kuliah dulu (process synthesis) pemisahan harus dilakukan seefektif mungkin sehingga cost akan optimal juga. Urutan proses pemisahan adalah:

1. berdasarkan jumlah (cth : bulk liquid dan gas)

2. tingkat toksik atau korosif dari process fluid (cth : sweetening process)

Kalau tidak salah ada 6 hal, Cuma yang 4 lagi udah lupa…

Maaf kalo ada kesalahan, CMIIW

Tanggapan 2 – iwan febrianto

Mas Eko,

Sweetening unit memang ditempatkan sebelum dehidration unit disamping untuk efesiensi material juga kalau gas di dehidrasi dahulu baru di sweetening tidak efektif. karena untuk sweetening yang memakai MDEA memakai pelarut air gas dikontakkan dengan larutan tersebut dan akan menjadi basah lagi.

Nah ini ada sedikit pertanyaan

1. Untuk sweetening MDEA berapa temperatur optimal gas masuk contactor untuk menghindari foaming ?

2. Apakah dengan temperatur serendah mungkin akan optimal ? misalkan kita pasang refrigrerasi di upstream nya
dengan batasan temperatur pendinginan janagn sampai terbentuk hydrate?

Tanggapan 3 – adhi budhiarto

Betul saya setuju mas, memang sudah seharusnya sweetening ditempatkan sebelum dehidration dengan alasan seperti yang diungkapkan mas Iwan.

Untuk temperature feed gas untuk me-minimize terjadinya foaming, berdasarkan best practice yang disebutkan dlm buku Gas Purification-nya Arthur Kohl & Richard Nielsen, temperatur feed gas sebaiknya 10-15 degF lebih rendah daripada temperature lean amine (atau tepatnya sih di buku itu ditulis temperature lean amine sebaiknya 10-15 degF lebih anget daripada temperature feed gas). Tapi di upstream/eksplorasi apa practical ya temperatur feed gas lebih rendah daripada temperature lean amine?

Tanggapan 4 – Hendrikawan Mulyadi

Sedikit menambahkan mas,

Menurut manual operatingnya hAns (mas Adhi tau kan? he3), semakin rendah temperatur lean amine maka semakin bagus kemampuan penyerapannya, akan tetapi dibatasi oleh temperatur gas yang akan di treating.
Temperature lean Amine harus dipertahankan minimal sekitar 3 – 5 degC lebih tinggi daripada temperature gas yang akan ditreating untuk menghindari kemungkinan ter kondensasi nya gas hydrocarbon.
Di tempat saya dengan memantain rule of thumb tersebut di atas, hasil yang didapat cukup bagus, kandungan H2S di inlet sekitar 5000 ppm dan outlet nya sekitar 5 – 10 ppm. Untuk meminimize foaming yaa tambahkan saja anti foaming, he…he…he…

Tanggapan 5 – adhi budhiarto

Operating manual-nya HANS (Hydrogen Plant, Amine-LPG Recovery, Nitrogen Plant, Sour Water Stripper)? Ya jelas tau lah, kan saya yang menyerahkan ‘tongkat estafet’ HANS ke Hendrik….:-)

Sebenernya apa yang dimaksud di operating manual HANS dan yang dimaksud di buku Gas Purification-nya Arthur Kohl & Richard Nielsen itu tujuan akhirnya sama, yaitu me-minimize foaming. Karena kalo untuk tujuan efektivitas absorbsi gas, biasanya sih yang ‘dimainkan’ bukan temperatur-nya tapi jenis amine dan konsentrasinya (temperatur ambient dan temperatur operasi biasanya malah dipake sebagai salah satu parameter untuk memilih jenis amine yang tepat). Jenis amine yang biasa dipake di gas purification plant adalah MEA/Mono Ethanol Amine, TEA/Tri Ethanol Amine, MDEA/Mono Diethanol Amine, DIPA/Diisopropanolamine, DGA/Diglycolamine, atau mixed amine (biasanya pemilihan jenis amine dan konsentrasi yang digunakan selain didasarkan pada efektivitasnya juga didasarkan pada keekonomiaanya, baik harga amine maupun tingkat biaya efek korosivitasnya untuk konsentrasi yang tinggi).

Beberapa penyebab terjadinya foaming adalah sebagai berikut :

* Any solid matter

* Antioxidant dan corrosion inhibitor

* Amine degradation polymeric materials

* Anionic species yang terbentuk dari hydrocarbon oxidation dan reaksi dengan amine

* Hydrocarbon ringan yang terkondensasi kemudian teruapkan lagi

Nah yang dimaksud di operating manual HANS dan di buku Gas Purification itu terutama untuk mengurangi efek pembentukan amine karena kehadiran hydrocarbon ringan pada bottom amine absorber. Pada case ini, foaming akan timbul jika hydrocarbon ringan yang ada dalam feed gas terkondensasi dan mengumpul pada permukaan cairan di bottom amine absorber. Tapi hydrocarbon ringan yang terkondensasi ini gak stabil, dengan adanya akumulasi panas, maka hydrocarbon ringan yang terkondensasi ini akan kembali menjadi vapor. Proses lepasnya hydrocarbon ringan dari permukaan liquid di bottom amine absorber ini akan meningkatkan tegangan permukaan lapisan film cairan dan menimbulkan gelembung gas.
Nah apa yang disebutkan di operating manual HANS tersebut untuk mencegah kondensasi hydrocarbon ringan yang terkandung dalam feed gas. Dengan berkurangnya kemungkinan kondensasi hydrocarbon ringan kan berkurang juga kemungkinan terjadinya foaming. Jadi apa yang dikatakan manual HANS dengan buku Gas Purification itu tujuan akhirnya sama kan? Iya gak seh?
Antifoam gak dipake untuk me-minimize foam tapi untuk ‘menghancurkan’ dan menghilangkan foam. Sedangkan untuk me-minimize terjadinya foam selain dengan best practice-nya kang Arthur di buku Gas Purification, bisa juga dengan menambah carbon filter elemen di upstream (untuk menghilangkan color substances, dissolves organics, emulsions, liquid hydrocarbons, suspended solids, odorants, dan impurities lain yang bisa menyebabkan foaming). Dan perlu diingat, antifoam umumnya gak dijalankan continuous tapi intermittent, kalo ada indikasi foaming aja baru dijalankan.

Share This