Manfaat langsung normalisasi Pc adalah mendapatkan satu kurva hubungan antara kedalaman reservoir dan saturasi air (zona transisi hidrokarbon dan air), dari sekian banyak kurva yang dihasilkan SCAL (special core assay). Pc berhubungan langsung dengan kedalaman reservoir (=h), dan biasanya dipengaruhi besaran porositas dan/atau permeabilitas. Bayangkan saja pipa kapiler, makin halus maka makin tinggi cairan bisa manjat (zona transisi makin panjang). Normalisasi ini lazim memakai teknik manipulasi yang disebut J-function, mungkin karena bentuk kurva yang dihasilkan mirip huruf J menghadap ke kanan. Juga lazim normalisasi data reservoir tsb dibagi menurut zonasi lateral, kalau core data cukup banyak / lengkap.
Pemanfaatan tidak langsung, secara statis, adalah mengkoreksi perhitungan cadangan (volumetrik). Secara dinamis, ya membantu proses history matching agar ‘lebih akurat’ atau lebih mulus resolusinya.

Tanya – Bimantara Nugraha

Dear Pak Moderator dan rekan2 Milis Migas,
Ada yang tahu mengenai Capillary Pressure Normalization?
Mohon penjelasan,

Tanggapan 1 – Zein Wijaya

Apakah yg dimaksud capillary pressure normalization untuk rock property.
Kalau iya mungkin bisa dilakukan dengan J Function…
Umumnya yg sering dilakukan akan normalization relative permeability curve dengan corey
exponent terutama untuk History matching reservoir simulasi…kalo kurang jelas bisa menghubungi saya.

Tanggapan 2 – Rawindra Sutarto

Mas Zein,

Barangkali penjelasannya kurang sabar.

Manfaat langsung normalisasi Pc adalah mendapatkan satu kurva hubungan antara kedalaman reservoir dan saturasi air (zona transisi hidrokarbon dan air), dari sekian banyak kurva yang dihasilkan SCAL (special core assay).
Kan Pc berhubungan langsung dengan kedalaman reservoir (=h), dan biasanya
dipengaruhi besaran porositas dan/atau permeabilitas. Bayangin aja pipa
kapiler, makin halus maka makin tinggi cairan bisa manjat (zona transisi
makin panjang). Normalisasi ini lazim memakai teknik manipulasi yang disebut
J-function, mungkin karena bentuk kurva yang dihasilkan mirip huruf J
menghadap ke kanan. Juga lazim normalisasi data reservoir tsb dibagi menurut
zonasi lateral, kalau core data cukup banyak / lengkap.
Pemanfaatan tidak langsung, secara statis, adalah mengkoreksi perhitungan
cadangan (volumetrik). Secara dinamis, ya membantu proses history matching
agar ‘lebih akurat’ atau lebih mulus resolusinya.

Sekedar sharing, kalau batuan reservoirnya porous dan relatif homogen, Pc
terlalu rendah alias lengkung kaki kurva J itu patah sehingga lebih
mendekati kurva L …. artinya akan mem-buang2 waktu komputer, coring
(drilling rig time) dan laboratorium untuk memerikan zona transisi yang
tidak melebihi tinggi badan manusia ! Hal ini perlu diingat saat menyusun
program penilaian formasi (khususnya coring, yang mahal dan merepotkan
driller) untuk suatu appraisal drilling campaign.