Mau tanya tentang kapasitas daya minimal yang aman pada Inverter apabila kita memasang nya pada motor, berapa power (Kw) yang aman?
Misalnya: saya mempunyai motor 110 Kw, berapa power minimal (Kw) Inverter yang boleh dipasang? Bolehkah Inverternya 110 Kw juga? Apakah ada refrensi tentang hal ini?
Mohon pencerahan nya dari rekan-rekan.

Tanya – Hendri D

Dear All,

Mau tanya tentang kapasitas daya minimal yang aman pada Inverter apabila kita memasang nya pada motor, berapa power (Kw) yang aman?
Misalnya: saya mempunyai motor 110 Kw, berapa power minimal (Kw) Inverter yang boleh dipasang? Bolehkah Inverternya 110 Kw juga? Apakah ada refrensi tentang hal ini?
Mohon pencerahan nya dari rekan-rekan.

Tanggapan 1 – edy.widyanto

Dear Pak Hendri,

Sepengetahuan saya Itu tergantung dari type aplikasi bebannya,
Misal untuk aplikasi Fan atau Pump biasa dengan motor pengerak 110KW maka kita bisa menggunakan sizing AC Drive yang sama yaitu 110KW atau di tempat kita biasa disebut dengan istilah Light – overload use.

Tetapi pada saat beban dengan motor pengerak sebesar 110KW tersebut digunakan untuk applikasi Crane/Hoist/Extruder/Roller Mill/Screw compressor/pre grinder/stone crusher misalnya maka sizing drivenya akan menggunakan tabel heavy duty use dimana rating AC drivenya akan satu tingkat lebih tinggi. Misal untuk 110KW light duty kita pakai drive dengan kapasitas 135 KVA, tapi untuk heavy duty kita pakai drive dengan kapasitas 165 KVA.

Dengan asumsi pemilihan rating kapasitas existing motornya sudah sesuai dengan desain awal bebannya dan rating motor belum di oversize menjadi 1 atau 2 tingkat lebih tinggi dikarenakan permintaan proses atau karena pertimbangan lainnya.

Kemudian tegangan nominal motornya juga berpengaruh, tegangan 400v, 500v atau 700v(untuk system LV AC Drive), karena nanti KVA drive yang sesuai dengan motor sebesar 110 KW nya pun akan bereda rating nya.

Itu sedikit masukan dari saya,
mungkin rekan – rekan yang lainnya bisa menambahkan sesuai pengetahuan n pengalaman yang dimiliki.

Tanggapan 2 – Hendri D

Pak Edy, apa ada hitung-hitungan nya untuk pemilihan Light duty atau heavy duty? Atau apakah ada acuan standarnya pak? Mohon pencerahan nya…

Tanggapan 3 – edy.widyanto

Pak Hendri,

Maaf pak kebetulan saya hanya punya tabel dari produk kita(ABB) jadi ini yang saya attach,
detail informasi ada di tabel saya di bawah,

Light duty use batasannya :

IN : continuous current allowing 110% IN of output current drive for 1min/5min at 40deg C
Heavy duty use ;

IN: continuous current allowing 150% Ihd for 1 min/5min at 40deg C

IN dan Ihd bisa dilihat di tabel attachment.

Kebetulan file untuk pembagian beban berdasarkan typenya belum ketemu file nya di laptop saya, tapi kalau ga salah : FAN dan PUMP dimasukkan ke kelompok Light duty,
mungkin lebih spesific kalau pak hendri punya atau bisa dapatkan karakteristik bebannya.
Dari karakteristik dan torsi beban biasanya desainer/machine maker menghitung rating power motornya.
Dari rating motor baru kemudian di cari sizing power drivenya berdasarkan applikasinya.
Kalau karakteristik continous current bebannya sampai 150% dari Ihd output drive nya maka itu masuk kategori Heavy duty(di attachment tabel kita) .

Tanggapan 4 – Hendri D

Trima kasih banyak nih pak untuk masuk kan nya, mungkin informasi ini banyak berguna untuk ke depan nya.