Select Page

Pemasangan pipeline di swampy area/shallow water, digging dilakukan dengan menggunakan backhoe dengan float/barge dan ada juga type swampy untuk backhoe tersebut. Pemasangan pipeline di swampy/shallow water dipakai cara Push-Pull, jadi di darat pipa di joint dan di dorong oleh crane dan diarea shallow water ditarik dengan crane/backhoe-barge. Pipa masih mengapung dan akan di turunkan/kubur/burried dengan memasang concrete weight diatas pipanya.

Tanya – Fedrianto

Dear rekan2 yg baik,

Saat ini saya lg nyoba desain metode kerja buat pipeline di shallow water dengan ketentuan pipa harus berada di bwh permukaan air dan dikubur di dlm permukaan tanah. ketika saya mencoba mendesain, sy temukan beberapa hal yg perlu dikaji lg (oleh krn itu, sy bth masukan dr rekan2) :

1. Stlh sy hitung per panjang pipa, gaya apung lebih besar dr berat pipa. dgn hasil tsb seharusnya pipa dapat mengapung di atas air, akan tetapi sy masih ragu karena kedalaman air yg kurang dari 2m.

2. Utk rencana metode peletakan dan pengeceran pipa, saya gunakan prinsip penarikan pipa dengan winch atau hoist (dari sisi end) dan pengangkatan pipa dgn crane (dr sisi area pengerjaan). stlh pipa dilas, dilakukan metode penarikan dan pengangkatan tsb. nah kendalanya, sy rasa tdk mungkin menggunakan hoist atau winch dari sisi end karena jaraknya yg sangat jauh (+/- 10km).

3. metode galian yg tepat untuk daerah yg berair itu spt apa?

4. apakah ada metode yg standar untuk pengerjaan yg spt ini?

Maaf klo terlalu byk pertanyaannya, sy hrp rekan2 bs membantu, dan atas bantuannya sy ucapkan trima kasih

Tanggapan 1 – hadi muttaqien

Dear Sdr. Fedrianto,

Yang pernah saya lakukan;

1. Pemasangan pipeline di swampy area/shallow water, digging dilakukan dengan menggunakan backhoe dengan float/barge dan ada juga type swampy untuk backhoe tersebut.

2. Pemasangan pipeline di swampy/shallow water dipakai cara Push-Pull, jadi di darat pipa di joint dan di dorong oleh crane dan diarea shallow water ditarik dengan crane/backhoe-barge. Pipa masih mengapung dan akan di turunkan/kubur/burried dengan memasang concrete weight diatas pipanya.
Demikian sharing dari saya, teman2 yang lain bisa menambahkan.

Tanggapan 2 – didik.s.pramono@exxonmobil

Pak Fedrianto,

Dengan jarak 10 km, yang harus diperhatikan adalah winch capacity-nya, apakah acceptable untuk menarik pipa sepanjang itu. Saran saya dilakukan perhitungan yang cermat dengan jarak berapa km-kah winch yang ada mampu untuk menarik pipa, kalau ternyata hanya 2 km (misalnya), maka yang 8 km bisa di install menggunakan shallow water laybarge, tentunya dengan membuat access canal (di dredging) dulu. Pilihan ini tentunya lebih costly.

Faktor lain yang harus dipertimbangkan adalah pipeline spec-nya, kalau instalasinya bisa dihandle dengan menggunakan swamp backhoe, ya ngga perlu menggunakan shallow water laybarge. Cost less expensive…

Tanggapan 3 – suhartono hartono

Mas Fedri,

Ada cara lain yaitu menggunakan Kapal keruk yang sesuai dengan kebutuhan lintasan,
Hal ini pernah kami kerjakan untuk proyek penanaman pipa di Shollaw water dengan diameter 32 inch, dikedalaman 3 meter dari permukaan air dan dibantu dengan kapal pendukung untuk proses pengelasan dan laying, kecepatan kerja rata 2x per hari bisa mencapai 30 joint untuk pipa sepanjang 12 meter dengan diameter 32 inch tsb. sedangkan didekat rawa-rawa atau lumpur kita pasang plengsengan dari Bambu + Plastik bekas batubara.Proyek kami untuk penanaman pipa di Bekasi + Lampung.

Semoga dapat membantu,

Share This