Kalau data dari 1 PLC sudah dapat terakses oleh PC di building A berarti line komunikasi antara PC di building A dan PC di building B dan 1 PLC yang dapat diakses nggak ada masalah lagi. Tinggal memastikan line komunikasi dengan 2 PLC yang lainnya. Mungkin dapat dicoba dengan melakukan ping ke IP address 2 PLC yang lainnya untuk memastikan jalur datanya masih bagus. Jika jalur data ke 2 PLC yang lainnya juga masih bagus, bisa dilanjutkan dengan mengecek konfigurasi data di OPC servernya, apakah ketiga PLC tersebut sudah dikonfigurasi dengan benar, pastikan setiap addressing tag yang ada di OPC server sudah sesuai dengan address IO di masing masing PLC. Jika ini semua sudah benar, seharusnya semua data dari ketiga PLC tersebut sudah dapat diakses dan termonitor di OPC servernya. Jika semua data sudah termonitor di OPC server tinggal dilanjutkan dengan mengecek konfigurasi data di software PHD/monitoringnya, pastikan semua addressing data di software monitoring sudah sesuai dengan addressing tag di OPC servernya.

Tanya – Agus Riyadi

Dear Bapak-Bapak,

Kita sedang melakukan integrasi data untuk 3 Recycle Gas Compressor control system (Allen Bradly PLC 5/30) dengan Honeywell PHD dan dengan menggunakan Matrikon OPC Server. Seperti yang di attachment Recycle Gas Compressor control system merupakan suatu package dari Mitsubishi Heavy Industries ini mengunakan Allen Bradley PLC-5/30 sebagai control systemnya dan dikonfigure redundant disetiap Compressor. Antara pasangan PLC#1, #2 dan #3 terhubung dengan menggunakan DH+. Dan dari 3 koneksi ini kemudian ditarik ke PC dengan menggunakan PKTX card dibuilding B dan ethernet FO sebagai Compressor Monitoring dibuilding A. Objective dari intergrasi ini adalah data dari PLC bisa ditransfer ke PHD untuk historical process monitoring (Temperature, Pressure, Vibration, Speed etc) dengan memanfaatkan koneksi untuk Compressor Monitoring dan dengan memanfaatkan OPC Server For Allen Bradley. Masalah timbul hanya 1 pasangan PLC saja datanya yang bisa diconfigure di OPC Server, dan 2 pasangan PLC datanya tidak bisa ditranfer ke PHD (tag tidak bisa divalidate), Mungkin dari bapak-bapak or mas mas pernah mengalami masalah serupa bisa share informasinya.

Attachment : Matricon to AB PLC Connection. Pdf

Tanggapan 1 – Asparianto

Dear Agus Riyadi,

Kalau di OPC server nggak bisa diconfigure tentu saja data PLC yang lain tidak akan bisa ditransfer ke PHD. Ini harus dicek satu persatu di masing-masing koneksi.
Koneksi PLC 1, 2, 3 terhadap PC di gedung B apa sudah complit datanya. Kemudian koneksi PC B di gedung B apa sudah diterima baik di PC A di building A. Kemudian dicheck juga dari PC A ke PHD. Kalau dimasing-masing koneksi masih problem, harus di solve satu per satu. Bisa aja ini karena masalah setting atau butuh interface hardware lain. Apakah perlu nambahin server lain yang sebelum masuk ke PHD. Bagaimana dengan softwarenya apa ada yang kurang…..

Tanggapan 2 – Nurmalia Iskandar

Dear Pak Agus,

Kalo 1 PLC sudah berhasil diconfigure, berarti tidak ada masalah di hardware configuration.
Alternatif yang bisa dilakukan:

1. check di event logger opc, message/report yang ter-record

2. kalo lack of info juga, Bapak bisa re-check di configuration path yang
Bapak buat, bisa jadi salah di-aliasing.

Tanggapan 3 – Muhammad Irfan Sabri

Pak Agus,

Ada beberapa kemungkinan:

1. OPC Server kadang bermasalah pada saat mendefinisikan beberapa point baru dalam jumlah yang cukup banyak. Yang biasa saya lakukan adalah close terlebih dahulu Window untuk Tag Creation pada OPC Server kemudian dijalankan lagi, baru kemudian setelah itu di validasi ulang dan di-Save.

2. Jika kemungkinan pertama belum berhasil, coba buat group baru, karena ada jumlah point maksimum untuk satu group.

3. Cek lagi tag/point yang sudah di-create, karena mungkin ada duplikasi tag/point dalam proses tag/point creation.

Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Tanggapan 4 – Enung Nurmalia

Menguatkan point 1 nya irfan, procedure yang dianggap sepele tapi sebetulnya
sangat membantu adalah:

1. run PLC

2. buka aplikasi opc server

3. buka aplikasi opc client

4. buka aplikasi client (=phd).

Setiap kali Bapak found stuck on communication karena sesuatu di opc ataupun karena plc shutdown lebih baik restart aplikasi dengan urutan spt di atas, karena opc akan remain last state sebelum terjadi error dan data tidak akan terupdate.

Tanggapan 5 – Agus Yulianto

Dear Pak Agus Riyadi,

Kalau data dari 1 PLC sudah dapat terakses oleh PC di building A berarti line komunikasi antara PC di building A dan PC di building B dan 1 PLC yang dapat diakses nggak ada masalah lagi. Tinggal memastikan line komunikasi dengan 2 PLC yang lainnya. Mungkin dapat dicoba dengan melakukan ping ke IP address 2 PLC yang lainnya untuk memastikan jalur datanya masih bagus. Jika jalur data ke 2 PLC yang lainnya juga masih bagus, bisa dilanjutkan dengan mengecek konfigurasi data di OPC servernya, apakah ketiga PLC tersebut sudah dikonfigurasi dengan benar, pastikan setiap addressing tag yang ada di OPC server sudah sesuai dengan address IO di masing masing PLC. Jika ini semua sudah benar, seharusnya semua data dari ketiga PLC tersebut sudah dapat diakses dan termonitor di OPC servernya. Jika semua data sudah termonitor di OPC server tinggal dilanjutkan dengan mengecek konfigurasi data di software PHD/monitoringnya, pastikan semua addressing data di software monitoring sudah sesuai dengan addressing tag di OPC servernya.

Tanggapan 6 – Mohammad Adib Widiantomo

Halo Pak Agus,

Sedikit melakukan troubleshooting, berdasarkan arsitektur integrasi yang bapak lampirkan.
Ada baiknya bapak mencheck ulang tag dari tiap PLC (DH+ Conn) di RS-link Gateway, setelah itu periksa koneksi link di rs-link – OPC server. Jika tahapan tadi berhasil di PHD tinggal di browse tag yang telah dibuat. Menurut saya permasalahan terjadi di register tag pada rs-link professional yang tidak nyambung dengan opc server matrikon.