Mohon bantuannya untuk menjelaskan tentang falsafah sistem interlock (SIS). Saya ambil studi kasus di burner. Apakah pengaruhnya sistem interlock tersebut terhadap sekuensial pada shutdown system?

Tanya – yudha wastu

Bapak / ibu saya sekarang sedang mengerjakan skripsi, ada beberapa hal yang menjadi kesulitan saya.
Mohon bantuannya untuk menjelaskan tentang falsafah sistem interlock (SIS). Saya ambil studi kasus di burner. Apakah pengaruhnya sistem interlock tersebut terhadap sekuensial pada shutdown system?

Kalau bapak/ibu punya jurnal atau referensi lain. mohon di share.

Trimakasih atas bantuannya.

Tanggapan 1 – roeddy setiawan

Yuda.

Yang ditakutkan dalam sistim pembakaran adalah uncontroled fuel dan oxidizer di ruang bakar that in prinsip harus dihindari. misal kegagalan penyalaan setelah beberapa saat, kan fuel mdan oxidator ada sama sama., kalau gagal dinyalakan fuel tambah terus oxidator nya ada tiba tiba nyala.

Then tinggal dihitung berapa volume yang terjadi misalnya dr ambient jadi 1700 F, dr volume yg terjadi kalau sekarang di retard, ngak bisa ecxpansi berapa sekarang prsure yang terjadi .

Hitungan nya mudah kan
reactan hydricarboin + oxigen and inert ——-> co2 +h20 yg temp naik say ke 1700 f.
equation pv=nrt that about all yg jadi equation, remeber to kill people you only need litle bit higher than 0.5 psi shock wave,

Daging nya ngak apa apa, tapi your lung will be bleeding, and die because sufocating.

Enouigh for safety concern
now how in practice. people need burnetr management system
1 pilot, so api kecil yg nyala terus buat penggalak main fuel, kalu si apai kecil mati harus ada monitornya bisa pakai apa saja yg lihat kkesehatan api kecil tersebut, salah satunya liquid filed thermometer, ditaruh just above or below, bisa bimetal anything kalao kepanasan kontak atau ngak, ini dipakai signal.
now sebelum ini pilot bisa nyala dan di confirm, entah dg visual atau dg switch tadi main fuel gas ngak bisa buka, kalu berkali kali start si pilot ngak nyala, lantas ruangan itu di purge, u on kan blower buat buang combustble nya starty all over again,
kalau signal suksesful penyalaan didapat maka fuel bafru boleh dibuka pad preset nya, kesehatan main burner juga dilihat oleh sensor lain bisa infra merah atau apa saja kalau stoichoimetry ngak pass kan bisa flame out, immediately everything closed, blower flush out semua reactan keluar,
next segement barangkali run away temperature, entah manasin apa kalau exceed immediately close every thing and purge
gitu yang paling sederhana. mau ruwet tinggal your imagination, sky is the limits.

ke panas that in prinsip yg
kalau jumlah nya kecil, fuel limited dinyalakan ngak apa

Tanggapan 2 – Admin Migas

Yudha,

Mudah-mudahan dokumen terlampir ‘Controlling Fired Heater’ dapat menjawab pertanyaan anda.
Cukup mudah dipahami kok.
Dan pasti rekan-rekan milis yang lain akan menambahkannya.

Saya kutip dari dokumen di atas.

PROCESS RELATED SAFETY INSTRUMENTS.

The details of process related safety instrumentation depend very much on the individual process. It is hard to generalize. The majority of furnace incidents occur during light-off. Therefore, it is not necessarily a good idea to add every automatic shutdown function that might suggest itself. The safety value of each interlock must be weighed against the risk of unnecessary shutdown and relight cycles. At least one nuisance trip is bound to occur during the life of the equipment for every shutdown device installed.

COMMISSIONING.

No Burner Management System can be certified safe until it has been field tested. NFPA is quite clear on this point:
The safety interlock system and protective devices shall be jointly tested by the organization with the system design responsibility and those who operate and maintain such systems during the normal operating life of the plant. These tests shall be accomplished before initial operation.
The proof of the pudding is in the eating. No safety system is safe until it is demonstrated to be safe.

Attachment : Controlling Fired Heater.pdf