Ejector biasanya digunakan untuk mengambil/ menyedot lebih banyak flow dari low pressure system dng mengunakan motive fluid dari high pressure system.
Motive Fluid ( high presssure Fluid) akan membuat kondisi vacuum di ejector, sehingga flow dari LP akan tersedot lebih banyak.
Tidak ada sesuatu yg bergerak ( no moving part) di ejector, prinsip kerjanya hanya perubahan energy motive fluid tersebut, Nozzles didesign sedemikian rupa sehingga terjadi kondisi Vacuum di ejector-nya sehingga bisa menarik flow dari Low pressure system. Kalau ejector kinerjanya sudah turun check dulu operating condition dari motive fluidnya, apakah sudah sesuai dng saat design ejector pada saat awal.

Tanya – Fachry

Rekan-rekan milis yth,

Saya mau tanya,

Sebuah ejector berfungsi untuk menyedot bocoran steam dari sebuah steam turbine.
jika ejector tsb kemampuan menyedotnya (membuat vacumnya) sudah tidak baik lagi, apa saja yg bisa menyebabkan kemampuan(kinerja) ejector tsb turun ? parameter2 apa saja ya yg bisa menyebabkan kinerja ejectornya turun? Thnx sebelumnya atas saran dan masukan rekan2.

Tanggapan 1 – suseno sastrosunarno

Mas Fachry,

Ejector biasanya digunakan untuk mengambil/ menyedot lebih banyak flow dari low pressure system dng mengunakan motive fluid dari high pressure system.
Motive Fluid ( high presssure Fluid) akan membuat kondisi vacuum di ejector, sehingga flow dari LP akan tersedot lebih banyak.
Tidak ada sesuatu yg bergerak ( no moving part) di ejector, prinsip kerjanya hanya perubahan energy motive fluid tersebut, Nozzles didesign sedemikian rupa sehingga terjadi kondisi Vacuum di ejector-nya sehingga bisa menarik flow dari Low pressure system.
Kalo ejector kinerjanya sudah turun ya check dulu operating condition dari motive fluidnya, apakah sudah sesuai dng saat design ejector pada saat awal.

Kalo sudah tidak sesuai maka kita harus kondisikan motive fluid tersebut seperti pada kondisi design. karean Nozzle-2 di ejector dising hanya berdasarkan kondisi motive fluid dan LP fluid tertentu.

Sebenarnya design ejector saat ini udah lebih canggih karena bisa mencover kondisi operasi yg lebih besar, caranya ya nozzle2 tersebut disa dilepas trus di ganti yg sesusai dng kondisi operasi.

Tanggapan 2 – Syaiful Afandi

Rekan-rekan milis Migas Yth:

Saya Afandi, mohon perkenalkan saya pendatang baru di milis ini, kalau ada yang tidak berkenan mohon maaf.

Mungkin yang Pak Fachry maksud steam jet ejector atau ejector (motive air – driven)
Pak Fachry, beberapa penyebab turunnya performance ejector antara lain :

1. Motive Pressure steam /Air turun, sehingga mass quantity-nya turun berakibat pada turunnya tekanan/kapasitas sedot vakum ejector. Tekanan steam dicheck (pastikan steam dry bila perlu dipasang steam trap di upstreamnya). steam basah juga berpengaruh, flow terhambat di Nozzle Motive steam/air. (motive nozle biasanya terbuat dari material yang tahan korosi misal Stainless Steel). Tolong diperhatikan juga Piping Motive Steam Alignment , tolong dibuat agar meminimalkan terjadinya Droplet kondensasi steam masuk ke throat nozle motive steam.

2. Ada gangguan di sistem pendinginan outlet Diffuser atau outlet mixed stream ke inter/after cooler. (Bisa dicheck / dinspeksi sisi cooler, suhu outlet cooling water return, tek CW supply minimum linier velocity/flow ). Biasanya bila pendinginan temperatur bagus kerja vakum juga semakin baik.

3. Terjadi perubahan dimensi throat Diffuser (mungkin diameter lubang melebar, disebabkan erosi terutama bila service fluida korosif, material throat diffuser design tidak tahan korosif fluid).

4. Inspeksi sistem kontrol tekanan vakum (bila ada), malfunctioning control valve, atau ada keborocoran gas (biasanya N2 dipakai vakum sistem sealing) uncondensable gas.

5. Bila paramenter diatas OK, Load capacity fluid suct service ejector memang naik shg. vakum pressurenya turun.

6. Piping alignment tail pipe biasanya didesign dengan Pressure drop minimum.

Semoga ejectornya bisa kembali optimal.