Select Page

Parameter yang berpengaruh thd vibrasi sebuah benda getar termasuk kompresor terutama distribusi massa / generalized mass dari sudu-sudu putar (apakah ter-balance dengan baik) dan juga kekakuan sistem. Kalau ‘distribusi kekakuannya’ (dalam istilah matematis dinamakan generalized stiffness) tidak seimbang, maka sistem tersebut harus ditumpu dengan baik (dengan karet, pegas atau sejenisnya) .

Tanya – Fachry

Mohon masukan dan sarannya,

Parameter2 apa saja kah yang berpengaruh thd Vibrasi sebuah kompressor?
Apakah flow, speed, pressure, berat molekul fluida berpengaruh thd vibrasi
kompresor? Terimakasih

Tanggapan 1 – Harmanto Soebawi

Mr. Fachry,

Setahu saya parameter yang berpengaruh thd vibrasi sebuah benda getar termasuk kompresor terutama distribusi massa / generalized mass dari sudu-sudu putar (apakah ter-balance dengan baik) dan juga kekakuan sistem. Kalau ‘distribusi kekakuannya’ (dalam istilah matematis dinamakan generalized stiffness) tidak seimbang, maka sistem tersebut harus ditumpu dengan baik (dengan karet, pegas atau sejenisnya) .

Secara teori, matrik generalized mass dibagi matrik generalized stiffness kemudian menghasilkan frequency pribadi (eigen value) dan juga bentuk gerakan (eigen vector). Sedangkan amplitudo dari gerakan itu bergantung pada seberapa gaya/beban yang menimpa struktur. Itu termasuk pengaruh yang bapak sebutkan tadi: flow, speed, pressure, berat molekul fluida hanya berpengaruh thd besarnya amplitudo vibrasi. Tetapi tidak berhubungan dengan frekuensi getarannya. Oleh system yang besar, load tadi biasanya dapat dilawan dengan additional absorber.

Kalo kompressor berputar kurang/melewati frekuensi pribadi (=eigen value)nya, amplitudo vibrasinya akan berkurang.

Sebagai catatan kompressor yang bearingnya sudah rusak (tidak klop dengan dudukannya) akan cenderung mengacaukan generalized massnya sehingga lebih berasa getarannya.

Tanggapan 2 – Ilham B Santoso

Salam M Fachry,

Secara umum getaran yang terjadi pada mesin (misal nya kompresor) dipengaruhi oleh karakteristik dinamik mesin (yang diwakili oleh kekakuan dinamik, sistem massa, dan damping sistem mesin) dan gaya eksitasi dari luar. Pada umumnya (kecuali pada kondisi tertentu, yaitu pada saat mesin tereksitasi oleh getaran pada frekwensi pribadi mesin atau putaran kritis) maka mesin dalam kondisi getaran paksa, artinya besar dan frekuensi getarnya relatif linier terhadap besar gaya eksitasi nya. Oleh karena itu semua gaya yang bekerja pada kompressor tentu akan mempengaruhi getaran pada mesin, misalnya kenaikan beban akibat perubahan komposisi gas atau kompresi, aliran gas yang tidak laminar tentu akan mempengaruhi getaran pada mesin. Oleh karena itu idealnya membandingkan (trending vibration level) dilakukan pada kondisi beban dan operasi yang sama.

Pada kondisi khusus besar getaran mesin bisa tidak langsung berkorelasi dengan besar gaya eksitasi, yaitu pada kondisi dimana gaya eksitasi pada mesin ‘mengenai’ frekuensi pribadi mesin sehingga terjadi self excited vibration yang bisa membawa kepada ketidakstabilan mesin. Hal ini terutama pada mesin-mesin yang menggunakan bantalan fluida dimana karakteristik dinamik (terutama kekakuan dinamik) bearing sangat mudah ‘berubah’ akibat perubahan sifat fluida, putaran mesin, beban dari journal, dan lebar celah (gap) bearing. Karena pada umumnya kompresor beroperasi di atas putaran pribadi maka sumber eksitasi getaran yang memiliki frekuensi dibawah putaran mesin (sub sinkron maupu sub a sinkron) perlu diwaspadai dapat mengenai frekuensi pribadi. Dari bebarapa riset banyak hal yang berpotensi menjadi sumber kondisi ini misalnya dari kebocoran gas pada labirin seal, dan lain-lain, resirkulasi fluida kerja, selain yang sudah sangat terkenal seperti oil whirl dan whip.

Demikian semoga ada manfaatnya dan mohon koreksinya bila ada informasi yang kurang tepat.

Tanggapan 3 – Teguh Prasetyo@jgc-indonesia

Pak Ilham,

Bagaimana korelasi antara seal leakage (sebagai seal failure) terhadap
vibrasi pada kompressor?
Apabila Seal leakage yg keluar sebagai seal vent itu sebagai indikasi trip
system
dibandingkan dengan respond vibration probe di shaft and bearing kira
bagaimana sequencenya pak
apakah seal vent dulu yg trip or vibration probe dulu sebagai trip system?

Tanggapan 4 – Ilham B Santoso

Setiap sealing sistem biasanya selalu melibatkan labyrinth seal. Pada case yang berhubungan dengan getaran mesin kebocoran pada labirin seal dapat mengakibatkan ketidaksetabilan pressure pada radial rotor, sehingga dapat menggeser posisi rotor dari kondisi stabilnya, hal ini tentu saja juga bisa berlaku sebaliknya (oil whirl berakibat ketidakbalance radial pressure pada rotor di labirin seal). Ketidakstabilan pressure radial ini bisa mentrigrer natural frekuensi rotor (first deflexion mode), karena biasanya frekuensi esitasi akibat un balance radial pressure ini berada pada sub a sinkron frekuensi. Ketidakstabilan pressure ini juga bisa diperbesar akibat pergeseran posisi rotor yang berakibat gap blade/impeler juga tidak seragam sehingga menimbulkan eksitasi getaran tambahan pada rotor.

Share This