Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk konfigurasi wet leg antara lain : -. sisi high (+) dengan low (-) dari dp cell nya kena dimana, apakah + di tap point atas atau bawah; -. sg fluida yang diukur sama sg fluida untuk leg nya sama apa tidak?; -. Apakah ada kompensasi press. dengan temperature pada pengukuran; -. Apakah pada saat shut down legnya pernah di drain? Kalau di drain apakah sudah diisi lagi atau belum.

Tanya – ihsan Maruf

Mudah2-an rekan2 bisa membantu!

Sy punya kasus untuk system wet leg, dmn dengan Range 0-3000mmH2O terjadi error out of Range dengan nilai -1560mmH2O (stelah shutdown & akan Start-up proses belum berjalan (Pressure 10 Bar)), dimana jarak Taping point atas & bawah 160cm, & tapping bawah ke Transmitter 40cm.
mengapa bisa terjadi demikian? karena sebelum shutdown dengan nilai 0-3000mmH2O berjalan dengan normal. apakah pengaruh dr system wetleg, proses or gmn? apakah harus dirubah range dengan -1600 to 0?(yang jd masalah dengan range 0-3000mmH2o tdk ada maslah sebelumnya)? apa saja yang harus diperhatikan dalam system wet leg?. mohon bantuannya pencerahan dari rekan2 semua.

Tanggapan 1 – roeddy setiawan

Pak Maruf,

Sebetulnya kurang jelas proble statement nya. tapi saya hanya menduga duga wet leg anda ditaruh buat differntial pressure atau level ya ng dikonversi ke tekanan. what ever.

Yang barangkali saya berspekulasi fluida yng dibilang wet leg apa, Hydrocarbon , atau , yang jelas saya kira bukan air(h20).

Jadi pada saat normal fluida anda ada pada daerah boiling point nya, begitu shutdown tekanan berkurang wetleg anda mendidih, timbul buble, makanya tekanan yg ditunjuk bisa kurang. hope this help.

Tanggapan 2 – budi yuwono

CMIIW,

IMHO, beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk konfigurasi wet leg antara lain :

-. sisi high (+) ama low (-) dari dp cell nya kena dimana, apakah + di tap point atas atau bawah.

-. sg fluida yang diukur ama sg fluida untuk leg nya sama apa gak?

-. ada kompensasi press. ama temperature pada pengukuran apa gak?

-. pada saat shut down legnya pernah di drain apa gak? kalau di drain apakah sudah diisi lagi atau belum.

-. pada saat shut down dilakukan kalibrasi atau gak? kalau di kalibrasi apakah dilakukan zeroing pada saat mau on line apa gak? zeroing disini adalah men SET 0 pada saat kedua leg terisi cairan. misalnya pada saat block valve ke process di isolate, kemudian kedua leg sudah terisi cairan misalnya terbaca -100 mmH2O maka titik ini yang dianggap sebagai zero pengukuran. bisa dilakukan pake HART komunikator.

-. pada dasarnya merubah range pengukuran diijinkan tetapi merubah span pengukuran harus melalui pertimbangan teknis yang matang. kondisi normal range pengukuran anda adalah URV = 3000 mmH2O dan LRV = 0 mmH2O. span pengukuran = 3000 mmH2O. kalau anda rubah range anda menjadi LRV = -1600 mmH2O dan URV = 0, maka span anda tinggal menjadi 1600 mmH2O, jadi sangat tidak disarankan.

-. Untuk high pressure dan high temperature application, dimana kompensasi press. Ama temperature diperlukan, seringkali indikasi baru normal pada saat sistem sudah berada di operating condition, karena kompensasi yang dipakai (klo centum CS bisa pake calcu atau function var) didasarkan pada fluid properties at operating condition.

Semoga membantu.

Tanggapan 3 – ihsan Maruf

Terimakasih sebelumnya, menyikapi pertanyaan2 Bapak, & tambahan bahwa proses ini digunakan pada demister & separator turbin uap.

– Sisi high(+) dr dp cell kena pada tap point bawah

-sg fluida yang di ukur sama untuk legnya yaitu air

– masalah ada konpensasi antara Temp & Press Sya kurang tahu karena Transmitter (TX) menggunakan EJA110A DP Harp

– sebelunya belum, setelah terjadi out of range baru di drain, lalu di isi lagi Pada saat start up.

– Lalu di kalibrasi dengan nilai ) 0-3000mmH2O linear.

-zero in pada saat nol dmn isolating valve high/low di tutup or pada saat isolating valve high/low dibuka dengan manivold High/low & tengah dibuka (dengan kedua leg terisi air/ pake cember), hasil 0.ketika tengah manivold di tutup terjadi error dmn out of range dengan nilai -1560mmH2O.(kodisi proses belum berjalan)
apakah nilai ini menunjukan nilai sebenarnya? apakah pengaruh proses belum berjalan sehingga menghasilkan nilai -1560mmH2O?

-masalah range saya jg bingung karena aktual tap point atas & bawah jaraknya 160cm/1600mmH2O & tap point bawah ke TX 40cm berarti span 1600mmH2O, sedangkan range lama 3000mmH2O yang sudah berjalan Katanya sedemikian, apakah perlu dirubah? atau dengan nilai sekian mereka dulu banyak pertimbangan & nilai di DCS 0-1600mmH2O?
Saya menunggu Followap berikutnya.

Tanggapan 3 – budi yuwono

Dari penjelasan Pak Maruf kelihatannya ada titik terang dari problemnya. munculnya nilai minus (-1560 mmH2O) kemungkinan besar akibat kesalahan pada saat zeroing. kalau boleh sedikit kita bahas, pada saat isolate valve ke process ditutup (biasanya mechanical valve, valve manifold dibuka) dan equalize valve pada manifold transmitter anda buka (jika anda pake 3 valve manifold) mengakibatkan pressure equalize di sisi high sama low transmitter. jika kondisi ini di terima sebagai zero, prosedur zeroing ini dilakukan untuk konfigurasi dry leg.

Pada saat equalizing valve anda tutup, maka sisi low transmitter anda langsung menerima tekanan sebesar

P Low = sg (leg) x h (tap point atas ke transmitter)

=sg (leg) x (1600 + 400) mm

= ………mmH2O

sementara sisi low juga menerima tekanan sebesar

P High = sg (leg) x h(tap point bawah ke transmitter)

=sg (leg) x 400 mm

= ………mmH2O

pengurangan kedua tekanan ini menghasilkan DP yang terbaca pada transmitter. karena sisi low menerima tekanan lebih besar (dari informasi andaselisih h di sisi low dan high = 1600 mm, asumsi saya jarak transmitter ke tap point bawah = 400mm, dan kedua process connection masuk lewat sisi atas transmitter, jarak center-center tap point = 1600 mm, kalau salah mohon dikoreksi / disesuaikan) maka timbul nilai (-) pada pembacaan transmitter anda.

untuk wet leg, kondisi yang diatas (dengan syarat isolate valve yang ke process masih tertutup) ini yang dianggap sebagai zero pengukuran. bisa dilakukan dengan 2 cara, yang pertama range pengukuran dirubah dari -1560 mmH2O ke 1440 mmH2O atau dengan menerima tekanan -1560 mmH2O sebagai zero (kalau gak salah pakai HART komunikator ada fasilitas zero sensor). jadi seolah2 tekanan sebesar -1560 yang diterima sensor dianggap sebagai O. untuk cara yang kedua range pengukuran anda tetap 0 – 3000 mmH2O.

Note : untuk lebih jelas bisa baca ‘process instrumentation and control, DM Considine, mc graw hill’. Semoga berkenan,