Touchpads operate in one of several ways, all of which entail sensing the capacitance of a finger, or the capacitance between sensors. This is why they will not sense the tip of a pencil or other similar implement. Gloved fingers may be problematic (such as in a cleanroom environment) but can sometimes work. Moist, sweaty, or callused fingers can be problematic for those touchpads that rely on measuring the capacitance between the sensors.

Tanya – A. Rofiudin@sulfindo

Bapak2 dan Ibu2 sekalian, saya kebingungan sampai saat ini.

Mungkin bapak-bapak atau ibu-ibu yang punya laptop tidak menyadari cara kerja MOUSE PAD-nya. Mouse pad ini merespon benda apa saja sih yang menyentuhnya?.

Ada yang bisa menjawab bagaimana cara kerja Mouse pad menghadapi sentuhan ‘kulit’ kita? karena dengan :
Kuku, rambut, rokok (panas), gesekan (panas), Metal (konduktor) gas bisa respon. saya belum coba dengan laser pointer !!. atau magnet. Gak tahu juga kalau yang nyentuh mayat atau binatang.

Nah bagi yang mengetahui mohon informasinya agar saya jadi tahu satu hal di dunia ini.

Tanggapan 1 – Rachma Wati

Dear pak Rofi di Sulfindo,

Pripun kabarnya ?

Berikut penjelasan sedikit dari saya, mouse pad bekerja berdasarkan koordinat dengan sentuhan sensitif, dimana ada sensor berdasarkan prinsip kapasitansi and software pada operation system yang menerjemahkan aksi tekan dan koordinatnya.secara simpelnya pada landasan pad tersebut ada transmitter and receiver, pada transmitter diberikan tegangan eksitasi yang membangkitkan medan listrik pada receiver. saat jari kita (atau objek apapun yang berkonduktivitas menuju ground) menyentuh pad maka aliran listrik ini ada sebagian yang mengalir ke ground lewat jari and tubuh kita, sehingga ada perubahan value yang diterima di receiver. perubahan inilah yang di diukur oleh sensor kapasitans dan diolah lewat ADC (Analog to Digital Converter). saat perubahaan kapasitansi melebihi set threshold-nya (kalo agak bingung dengan istilah2nya bisa ditanyakan ke pak Arfiandi atau pak Gatut) sensor ini akan mendeteksi sebagai sensor sentuh yang dibutuhkan untuk menggerakkan pointer.nah inilah alasannya kenapa semua yang tadi bapak jelaskan tidak cukup untuk menggerakkan mouse/track pad tersebut dan softwarenya tersebut digunakan untuk menentukan koordinat posisi dari pointer. biar mantep bisa dicoba mainkan laptopnya diatas ball tank sambil menikmati sepoi2 angin laut (jangan di structure-nya..:) )apakah bisa bekerja pointernya.

Demikian sekilas dari saya,

Tanggapan 2 – Aroon Pardede

Pak Rofiudin,

Mungkin yang dimaksud adalah TOUCH PAD, bukan mouse pad. Mouse pad itu adalah tatakan mouse, terutama untuk ball mouse, yang membutuhkan surface yang cukup rata/mulus.

Kalau untuk prinsip kerja TOUCH PAD, sudah dijelaskan oleh Bu Rahma Wati.

Demikian pak… sekadar ‘meluruskan’ istilah saja….

Tanggapan 3 – A. Rofiudin@sulfindo

Ibu Rahma wati di KSA salam kanggo Gunawan.

Oh ya Pak Aroon, saya salah! yang benar TOUCH PAD. terima kasih atas koreksinya.

Semua penjelasan itu adalah cara kerja instrument (sensor dan transmitternya) yang secara garis besarnya sih saya juga sedikit mengerti, yang saya bahas di sini adalah INPUTnya itu apa, soal ini juga datang dari Bp. Arfiandi yang membuat tidak bisa tidur.

Ibu Rahma menjelaskan ‘secara simpelnya pada landasan pad tersebut ada transmitter and receiver, pada transmitter diberikan tegangan eksitasi yang membangkitkan medan listrik pada receiver. saat jari kita (atau objek apapun yang berkonduktivitas menuju ground) menyentuh pad maka aliran listrik ini ada sebagian yang mengalir ke ground lewat jari and tubuh kita, sehingga ada perubahan value yang diterima di receiver. perubahan inilah yang di diukur oleh sensor kapasitans dan diolah…..’ yang selebihnya mengenai pengolahan data.

Nah disini yang saya tidak setuju, saya sudah coba dengan naik di atas meja kayu dan touch pad saya sentuh dengan kulit saya –> jalan.
lalu saya bawa konduktor (kunci, baut, tutup gelas metal) pointer diam membisu !!!. berarti bukan masalah grounding atau konduktor sehingga
penjelasan ibu Rahma saya anggap gugur untuk saya seorang. (ga tahu untuk yang lain).

Kalau sensor tekan berarti kan piezoelectrik, tidak mau juga ditekan, kalau Panas berarti Thermal resistance, tidak mau juga di panasin.
Nah terus pertanyaan saya kembali ke awal. Pakai sensor apa touch pad itu? atau dia menerima sinyal apa?, karena hanya menerima kulit manusia (binatang belum di coba) saja yang tadinya saya pikir adalah masalah Konduktansi.

Ada yang punya opini lain atau menguatkan pendapat Ibu Rahma?

Dan terima kasih atas tanggapan-tanggapannya.

Tanggapan 4 – Edy Bahtiar

Saya sepakat jika mouse-pad menggunakan sensor tekan (piezoelectrik) mungkin dengan sensitifitas yang besar,
terus kenapa kunci, baut dan lain2 tidak bisa menggerakkan cursornya..? itu karena luasan tekan yang diterjemahkan oleh mouse-pad adalah HANYA luasan yang mendekati luas jari-jari manusia, hal ini sengaja dilakukan karena memang mouse-pad hanya ditujukan untuk jari-jari manusia saja.

Tanggapan selengkapnya dari pembahasan ini dapat dilihat dalam file berikut: