Welder terlatih juga biasanya sudah terbiasa mengikuti arah angin yang tepat agar hasil las sesuai dengan harapan dan perhitungan, selain memikirkan kemana percikan api las akan terjatuh – yg biasa dicek ulang oleh safety officer/safetyman.
Selain safety dari segi udara yg baik bagi welder, diharapkan blower/exhaust tersebut membantu asap las terbuang ke arah yg tepat sehingga tidak mengganggu pandangan welder dan juga supaya dipikirkan agar tidak menghisap debu/padatan yg dapat masuk ke area tertutup dimana pekerjaan las tersebut berada. Baiknya juga lama welder bekerja di ruang terbatas tersebut tidak terus menerus selama 8 jam, bisa satu jam sekali keluar dari situ agar sistem pernafasan tidak terganggu atau sesuai best practise setempat, kemudian juga usahakan periksa kesehatan secara berkala ketika bekerja dalam ruang seperti itu -ada standby medic lebih baik.

Tanya – Thomas Yanuar

Yth. Rekans Pakar Welding Dan Safety,

Apakah penempatan Blower didalam shade area ketika arc welding berlangsung dapat mempengaruhi mutu/kualitas pengelasan?
Dari diskusi dikantor, mechanical engineer berpendapat aliran udara dapat mempengaruhi ketepatan arah flame dan kepadatan flame itu dibidang pengelasan yang pada ujungnya menurunkan kualitas hasil. Sedangkan safety engineer berpendapat blower atau mungkin exhaust fan perlu diaktifkan dengan alasan keselamatan/safety terutama merujuk pada sistem sirkulasi udara diarea tertutup tersebut. Mohon pencerahannya.

Tanggapan 1 – Endri Prasetyo

Pak Yanuar,

Menurut saya wind velocity yang berlebihan jelas akan mempengaruhi mutu las.
Selain karena masalah flame (penetrasi) tadi, juga yang tak kalah penting adalah tidak/kurangnya fungsi dari shielding gas yang dihasilkan.
Sekedar info, di AWS diatur maximum 5 mil/jam (8 km/jam) khususnya untuk GMAW, GTAW, EGW, dan FCAW.
Silahkan yang lain menambahkan. cmiiw.

Tanggapan 2 – Danny Satya

Proses weldingnya sendiri apa Pak? Kalau arc welding yang melibatkan shielding gas tentunya hasil lasan akan terpengaruhi karena arc, molten metal, dsb2…tidak akan terlindungi oleh shielding gas, pengaruhnya akan menghasilkan welding defect seputaran porosity, dsb, atau parah2nya bisa crack karena mungkin ada kontaminasi H2 dari angin yang dihembuskan. Saran saya, seandainya pengelasan pada confine space atau ruang tertutup gunakan exhauster untuk langsung menyedot welding fumes dan masker pernafasan untuk si welder. Blower yang meniupkan angin sangat tidak disarankan, kecuali mgkn jika arah anginnya bisa tdk langsung diarahkan ke lasan dan selama gas shieldingnya tidak terpengaruh.
Maaf juga Pak, flame yang dimaksud itu apa ya?
Mgkn ada tmbahan dari yang lain…?
Thanks,

Tanggapan 3 – Dwi A.S. Utomo

Bagaimana dengan cooling rate? Apakah dengan aliran udara yang dibutuhkan untuk safety, cooling ratenya masih ok? If too great, the weld may crack.
Yang paling mudah sih dibuatkan mock-up dgn kondisi produksi, lalu hasilnya di test.

Tanggapan 4 – Alvin Alfiyansyah

Dear Pak Thomas,

Bukankah welder terlatih juga biasanya sudah terbiasa mengikuti arah angin yang tepat agar hasil las sesuai dengan harapan dan perhitungan, selain memikirkan kemana percikan api las akan terjatuh – yg biasa dicek ulang oleh safety officer/safetyman ?
Selain safety dari segi udara yg baik bagi welder, diharapkan blower/exhaust tersebut membantu asap las terbuang ke arah yg tepat sehingga tidak mengganggu pandangan welder dan juga supaya dipikirkan agar tidak menghisap debu/padatan yg dapat masuk ke area tertutup dimana pekerjaan las tersebut berada. Baiknya juga lama welder bekerja di ruang terbatas tersebut tidak terus menerus selama 8 jam, bisa satu jam sekali keluar dari situ agar sistem pernafasan tidak terganggu atau sesuai best practise setempat, kemudian juga usahakan periksa kesehatan secara berkala ketika bekerja dalam ruang seperti itu -ada standby medic lebih baik.
Jika anda punya pneumatic blower/exhaust ataupun tipe energi listrik (yg sesuai dengan standard company maupun facility owner setempat) yang dapat diatur kekuatan dan kecepatannya, saya kira harapan dari segi quality dan safety akan dapat mudah tercapai.

Jika ini adalah fasilitas baru mungkin bahaya hidrokarbon/LEL content tidak ada disitu sesudah diassess oleh multigas detektor, namun lain jika yg dimaksud anda adalah fasilitas lama, penilaian safetynya harus memenuhi aspek lainnya lagi.
Sekian dahulu sekilas pandang dari saya saat ini.
Thanks & BR,

Pembahasan selengkapnya dari Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia ini dapat dilihat dalam file berikut: