Select Page

Kalau menurut dari tingkatannya OSHA dan NPFA, NPFA lebih fokus ke fire dan penjelasan tentang sistem fire protection. Jadi untuk tingkatan safety NPFA lebih prefer daripada OSHA karena sertifikasi pemadam kebakaran dan alat pemadam banyak yang dikeluarkan oleh NPFA. Mengenai air yang layak untuk digunakan untuk fire water system sebenarnya adalah air yang sumbernya paling banyak, dan aman dalam arti tidak banyak kandungan oilnya. Jadi untuk hal ini mostly kita pakai Best Engineering Judgment. Karena di NPFA dan OSHA hanya ada panduan secara garis besar.

Tanya – iwan saputra

Selamat Pagi Rekan – Rekan Milis Migas Indonesia,

Saya mau bertanya mengenai beberapa yang ingin saya tahu mengenai Fire Fighting System.

1. Apa kah beda NFPA dan OSHA, khan sama-sama hubungannya ke Fire System dan bisakah digunakan kedua duanya dalam mendesign suatu system pemadam api di Plant atau di building.

2. Saya dah baca-baca di NFPA dan OSHA mengenai air yang layak digunakan untuk Fire Water tapi saya belum menemukan jawaban yang memuaskan mengenai jenis air yang dipakai. Kira-kira berdasarkan pengalaman rekan-rekan jenis/kwalitas air yang bagaimanakah yang layak dipakai? apakah air dari air permukaan, kolam atau apa dan apakah bisa digunakan air bekas sisa treatment pemisahan air dan oil. (Oil & water separation) atau air yang mau diinjeksikan lagi ke oil field. Dan treatment yang bagaimana supaya airnya bisa dipakai untuk Fire Water System?

3. Dan system fire hydrant yang bagaimana yang cocok dipakai di Indonesia , apakah dry barrel atau wet barrel. Mohon penjelasannya.

Terima kasih sebelumnya atas penjelasannya.
Maaf terlalu banyak tanya nich.

Tanggapan 1 – Yusuf TSMFire

Pak Iwan

1. NFPA adalah organisasi non profit untuk Fire produknya adalah *standard*(not mandatory), sedangkan OSHA adalah departement pemerintah yang produknya adalah *regulasi* (wajib). NFPA berlaku di amrik dan belahan dunia lain yang ingin mengadopsinya seperti halnya SNI kita dimana mengatur detail mengenai perencanaan desain, acceptance dll. sedangkan OSHA adalah law yang berlaku di amrik. orang amrik biasa akan memenuhi regulasi dulu dan apabila dalamregulasi ada term atau kondisi yang tidak jelas atau tidak diatur maka mereka merefer ke standar NFPA. Bahkan standar NFPA juga jika di perlukan bisa diajukan ke commite untuk dijadikan regulasi alias wajib diterapkan.

Di Indonesia ini sama saja seperti peraturan PU, Depnaker, Migas vs SNI kita.

2. Di dalam penanggulangan kebakaran sebenarnya ‘air apa saja’ bisa digunakan. bisa dari potable water, air laut, air tanah, air permukaan, semuanya tergantung requrement untuk tiap aplikasi dan juga kualitas instalasi. semisal bapak menggunakan water mist systems untuk ruang komputer air yang digunakan harus yang potable water atau demineralized water.

Masalah treatment air agar aman dipakai, saya pikir maksudnya lebih kearah safe untuk operator kali ya….untuk ini mohon pencerahan untuk rekan…rekan…yang lebih ahli.

3. dry barrel biasa di aplikasikan bagi area yang punya masalah dengan freeze temperatur.

Tanggapan 2 – roeddy setiawan

Pak Iwan,

Tidak sama pak NFPA & OSHA, if i not mistaken osha is a regulation/law yang mesti anda patuhi, sama seperti kepmen barangkali kl disini, osha mencakup hal yng lebih luas bukan hanya urusan fire protection.

NFPA was kumpulan recommended practice (I may wrong on translating) bapak bisa saja deviate dr NFPA kalau yang bapak ajukan better safer and more ekonomical, ajukan ke bohir pasti mereka senang.

Air ,

Tentunya diaplikasikan dg keperluan nya kalau air nya mau dibikin presurized standby all the time, seperti hydran, ada sarat minimal, tidak korosif, tidak bawa sediment , tidak bikin buntu sprinkle.

Untuk kepentingan once thru any water asal tidak bikin water canon nozle dan fire fighting pump nya mogok, misal airnya mengandung banyak sampah sperti benang dan fiber okey juga dipakai pak.

Kalau untuk fog nozle untuk kepentingan living qtr atau compressor building lain lagi, every application unique equipment, that why we various engineering speciality.

Dry and wet.

Buat di lokal sini sama saja pak, kalu di negri sono yang invent nya kan ada musim dingin kalau wet , air nya membeku, density air jadi turun, i think about 14% , nah tentunya volume nya nambah, hidrant nya pecah nanti by the time fire fighting crew mau pake sudah pecah atau pluged, unusable. by the way mau pasang hydrant dimana pak, belum pernah saya lihat hydrant ada di lokalan indonesia ini.???, kalau memang mau pasang kemajuan besar.

Tanggapan 3 – iwan saputra

Pak Rudy,

Terima kasih atas pencerahannya.

Tanggapan 4 – Erwin Apriandi

Dear bapak Iwan,

1. Kalo menurut dari tingkatannya OSHA dan NPFA, NPFA lebih focus ke fire dan penjelasan tentang sistem fire protection. Jadi untuk tingkatan safety NPFA lebih prefer daripada OSHA karena sertifikasi pemadam kebakaran dan alat pemadam banyak yang dikeluarkan oleh NPFA.

2. Mengenai air yang layak untuk digunakan untuk fire water system sebenarnya adalah air yang sumbernya paling banyak, dan aman dalam arti tidak banyak kandungan oilnya. Jadi untuk hal ini mostly kita pakai Best Engineering Judgment. Karena di NPFA dan OSHA hanya ada panduan secara garis besar.

3. Untuk pertanyaan yang satu ini saya masih belum mengerti banyak, tapi bisa jadi masukan buat saya dan banyak terima kasih jika pak Iwan dapat menjelaskannya.

Tanggapan 5 – iwan saputra

Pak Erwin,

Terima kasih atas pencerahannya.

Untuk mengenai Air untuk Fire Water, saya pun dah buka-buka di NFPA dan di OSHA , dan seach sumber lain mengenai hal ini tapi itulah tidak dijelaskan secara rinci mengenai sources dari fire water ini.

Kalau mengenai Type Hdyrant Dray Barrel dan Wet Barrel , dah dijelaskan oleh bapak-bapak di MIllis Migas dan kesimpulannya untuk di Indonesia ada tidak masalah bila kita mau Pakai dry barrel atau Wet Barrel.
Tapi kayaknya lebih baik sich pakai Wet Barrel. Dan saya pun masih cari tahu kelebihan dan kekurangan bila pakai Hydrant type Wet Barrel atau Dry Barrel.

Mungkin rekan-rekan lain bisa bantu cari tahu.

Share This