Select Page

Pengambilan BBM oleh Petronas di Depot Pertamina di mana saja di Indonesia ini adalah Legal karena didasarkan pada kontrak kerjasama (B to B). Walau demikian yang harus dicermati adalah kepatuhan mengikuti regulasi Migas semisal harus memiliki Fasilitas storage sendiri sebagai syarat untuk mendapat izin Niaga Migas.

Tanya – syamsur rijal@polyprima

Pagi pagi saya dapaet kiriman dari teman seangkatan nich tentang photo mobil pembawa bbm punya PETRONAS yang nyasar di plumpang ,,,,..btw bisa de share ga pak..sekalian ngecek ni gambar bener ga..

Masalahnya kita konsumen ga mau di bohongin lagi, piye.. isa nda pak.

Matur nuwun..

Tanggapan 1 – Budhi, Swastioko (Singgar Mulia)

Masalah ini lagi saya klarifikasikan dengan Petronas.
Kalau OK, baru saya lepas ke milis. Tapi sebenarnya memang ada kerjasama antara Petronas dan pertamina kok.

Tanggapan 2 – Herry Putranto

Pak Swastioko Budhi (Founder & Sekjen Komunitas Migas Indonesia), Pak Syamsur Rijal, Pak Eko Drajat, Pak Donny, Pak Andriyawan,

Foto dan Info yang dikirim oleh pak Syamsur dkk semua tentang truck tangki BBM Petronas yang mengisi BBM di Depot Pertamina Plumpang adalah benar adanya. Memang foto2 tentang Truck BBM Petronas yang sedang loading BBM tersebut sudah beredar luas di berbagai milis di Indonesia terutama milis milik komunitas penggemar automotive seru sekali komentar2nya.

Benar seperti yang Pak Budhi katakan, seperti yang telah ditulis di berbagai media beberapa waktu yl bahwa antara Petronas dan Pertamina telah terjalin kerjasama dalam hal pengadaan BBM Mogas 92 dan 95, dan B to B model seperti ini sah sah saja di Industri hilir Migas. Mungkin hal ini terkait dengan strategi bisnis Petronas di ritel BBM untuk efisiensi di sektor penyimpanan dan transportasi dimana selama ini penyimpanan BBM berada di Terminal Aneka Kimia Raya di Ciwandan Cilegon yang lumayan jauh dibandingkan dengan Plumpang, sementara pasar mereka ada di Jabotabek (penghematan dari sisi ongkos transportasi). Selain itu tidak diperlukan storage jika BBM dibeli dari Pertamina sehingga dpt menekan biaya sewa storage.

Pertanyaan mengenai hal ini bukan hanya datang dari masyarakat awam saja tetapi juga dari Dirjen Migas, karena salah satu syarat Petronas beroperasi di Indonesia harus memiliki atau menguasai storage facility. Untuk sementara tidak ada masalah karena Petronas masih memiliki perjanjian sewa dengan Storage Company dan ini sudah di cek langsung oleh staf dit niaga dari Ditjen Migas.

Jadi kesimpulannya, pengambilan BBM oleh Petronas di Depot Pertamina di mana saja di Indonesia ini adalah Legal karena didasarkan pada kontrak kerjasama (B to B). Walau demikian yang harus dicermati adalah kepatuhan mengikuti regulasi Migas semisal harus memiliki Fasilitas storage sendiri sebagai syarat untuk mendapat izin Niaga Migas. Sepanjang hal ini diikuti sih Pemerintah saya rasa tidak masalah. Namun demikian resiko juga ada di pihak Petronas karena konsumen menjadi kesulitan membedakan mana produk Petronas dan mana Pertamina apalagi harga jual di masing2 SPBU juga sama, akhirnya bagi konsumen yang fanatik akan kualitas BBM akan membeli BBM dari SPBU SHELL walaupun harganya rata2 lebih mahal rp. 50,-/liter. Akibat bergesernya image konsumen terhadap Petronas maka dampaknya adalah penjualan BBM di 10 SPBU Petronas di Jabodetabek merosot drastis dalam beberapa bulan terakhir ini, tetapi sales di 4 SPBU Petronas di Medan relatif baik karena disana Petronas tidak mensuply BBM dari Depot Pertamina UPMS I Medan.

Demikian informasinya bagi rekan2 milis, semoga bermanfaat.

Attachment : BBM Pertamina dan Petronas.pdf

Tanggapan 3 – Fahmi Dereinda

Kalau mau melihatnya secara positif, artinya kualitas Pertamax & Pertamax Plus diakui oleh Petronas dan demikian sebaliknya kualitas produk BBM Petronas diakui oleh Pertamina sehingga mereka mau melakukan kerjasama tersebut (pernah dengar untuk penjualan di Medan & sekitarnya Pertamina memakai produk dari Depot Petronas di Malaka…).
Apakah sudah ada penelitian mengenai kualitas BBM ketiga perusahaan tersebut? (seperti penelitian mengenai oli oleh lembaga independen yang pernah dilakukan).
Kalau ada persepsi/image bahwa BBM Shell lebih berkualitas sih ok aja, tapi secara ilmiah apakah terbukti?
Semua tentunya kembali kepada konsumen mau beli yang mana…karena bisa saja misalnya kualitas shell lebih rendah tetapi tetap dipilih oleh konsumen karena pelayanannya lebih oke.
Yang jelas saya sebagai konsumen diuntungkan dengan adanya berbagai pilihan… produk yang saya pilih juga senantiasa meningkatkan kualitas dan pelayanannya dengan adanya saingan produk lainnya…

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia dapat dilihat dalam file berikut:

Share This