Apakah di Texas A&M pernah/sedang/akan meneliti tentang technical safety (i.e. Process Safety) untuk Offshore LNG Plant (Floating) ???
atau jika tidak, dimana sajakah yang sedang meneliti masalah tersebut selain di Linde dan Statoilhydro?

Tanya – nugroho adi

Dear mas Jaffee

Langsung nanya nih

Apakah di Texas A&M pernah/sedang/akan meneliti tentang technical safety (i.e. Process Safety) untuk Offshore LNG Plant (Floating) ???
atau jika tidak, dimana sajakah yang sedang meneliti masalah tersebut selain di Linde dan Statoilhydro?

Tanggapan 1 – iboey iboey

Mas Nugroho,

Bisa tolong kasih tau lebih spesifik technical safety yang mas maksud ?

Di MKOPSC, research mengenai LNG floating facility masih dalam tahap ide yang terus berkembang. Hampir saja research saya mengerjakan ini, tp sponsor minta ganti topik waktu itu (jd field experiment buat LNG vapor dispersion and pool fire), jadi nggak jadi deh. Walaupun MKOPSC menguasai konsep technical safety-nya, kendala utama adalah ketika ingin meng-apply teknik ini ke specific FPSO dimana detail design biasanya confidential buat company dan tidak bias dijadikan research (krn research di public university harus bisa di publish ke public dan tidak semua company mau kasih). Dalam bentuk project bekerja sama dengan Shell, saya sendiri pernah melakukan Fire and Explosion Assessment on
Floating Production Storage Offloading (FPSO) untuk Oil and gas (bukan LNG) buatan SBM Offshore. Teman yang lain mengerjakan drop object assessment.

Fire and explosion assessment yang saya kerjakan termasuk detail QRA (consequence modeling, etc) untuk setiap module dan equipment di FPSO (turret, separator, gas compression, methanol injection, etc) dan expert system development untuk control and recovery measures based on bowtie analysis.
Walaupun method ini didevelop untuk oil and gas FPSO, approach-nya bisa di apply di berbagai facility. Saya pernah presentasi ke technical safety di Shell dan AIChE national conference, mereka bilang bahwa method ini bisa dengan mudah disesuaikan dengan facility type, including LNG floating facility atau offshore platform lainnya. Saya juga sedikit terlibat dengan drop object assessment-nya.
Misalnya bagaimana area yg dicover oleh crane ketika crane sedang dalam operasi, bagaimana kalau barang sedang diangkat dan jatuh menimpa equipment lain, etc.

Tool yang di develop untuk Fire and explosion assessment on FPSO ini bisa dipakai untuk concept/design selection, risk ranking, fire water pump sizing (based on consequence modeling), dll.

Saya nggak tau research center lain yang mengerjakan topik ini. Linde and StatoilHydro adalah company (bukan research center atau academic institution).
Mudah-mudahan ini bisa menjawab pertanyaan mas.

Ada teman2 lain yang mau menambahkan atau sharing pengalaman dibidang floating facility terutama FPSO ?

tanggapan 2 – nugroho adi

Halo Uda Buyung sebenernya pertanyaannya sudah lama muncul saat saya baca sebuah posting di sebuah milis yang ”issuenya” di Indonesia akan dibangun sebuah Floating LNG Plant (liquefaction) di sebuah lapangan offshore X.
Nah tertarik dengan pertanyaan tersebut dan kebetulan saya tengah mengambil master yang sangat berhubungan di sini.mohon mencerahannya jika untuk sebuah floating LNG Plant, hal2 technical safety apa sajakah yang harus di consider, dan risk analysis dan assessment di dalamnya akan seperti apa?baik di dalam :- dalam FEED. maupun dalam Perencanaan, Penoperasian dan Maintenance nantinya.

Tanggapan 3 – iboey iboey

Mas Nugroho,

Pertanyaannya itu panjang sekali jawabannya…:)

Tapi, Rafirah kayaknya sudah menjawab garis besar dari assessment on FPSO. Jadi saya mau sekedar menbahkan saja.

Hanya, untuk LNG floating production, perlu dilakukan penyesuaian karena karakter LNG yang berbeda dari natural gas di FPSO oil and gas. Tapi, sepertinya agak sama dengan LNG terminal (Liquefaction, regassification, etc) dan LNG tanker/carrier. Sekedar menambahkan apa yang disebutkan oeh Rafirah, beberapa hal berikut harus dipertimbangkan untuk LNG FPSO risk assessment.

Hazards:

LNG punya hazard seperti cryogenic hazards (very low temperature), vapor dispersion, vapor flash fire, LNG pool fires, dan kemungkinan RPT (rapid phase transition) walaupun kemungkinannya lebih kecil.

Equipment and reliability data

Dikarenakan cryogenic liquid, material dan equipment yang dipakai bisa berbeda dari FPSO lainnya sehingga reliability data yang di regular risk assessment (yang mungkin didapat dr North Sea data atau lainnya) mungkin tidak bisa dipakai. Di US pun masih agak susah mementukan reliability data yang baik untuk crygenic system.

Protection:

LNG tidak boleh bersentuhan dengan air krn air (at ambient temperature) adalah big heat source untuk LNG vaporization. Untuk itu, high expansion foam yang dipakai untuk mengontrol LNG vapor dispersion dan pool fire. Fire water system mungkin digunakan untuk melindungi equipment (supaya mencegah BLEVE, walaupun bbrp expert bilang kalo BLEVE jarang terjadi di LNG facility), melindungi structure dan escape route atau untuk vapor dispersion mitigation system.

Untuk memulai, mungkin ada baiknya kalo bbrp info penting seperti FPSO equipment/module layout, PFD or even P&ID, process condition, etc tersedia. Mengerti karakter (termasuk hazards) LNG juga bagus krn LNG cukup unik. Kemudian, tentukan scope dari assessment. Misalnya, apakah LNG release ke air akan menjadi salah satu scenario atau tidak (krn ini bisa memberi domino effect. scenario ini penting buat LNG spill on water dari LNG carrier risk assessment dan LNG liquid pool size dan pool fire menjadi penting).

Mungkin nanti setelah mas memulai assessment-nya, kita bisa diskusi lebih spesifik lagi.

Teman-teman lain ada yang mau menambahkan atau meluruskan ?

Berikut tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia :