Minyak goreng dengan treatment tertentu memang bisa menjadi bahan bakar.
Satu hal yang menjadi kerugian minyak goreng sebagai bahan bakar adalah saat demand’nya naik akan mengganggu pasaran minyak goreng dalam negeri. Sekarang saja harga minyak goreng domestik jadi mahal karena market biofuel di LN yg tinggi. Oleh karena itu pemerintah menggembor-ngemborkan usaha diversifikasi energi yang tidak merusak ketahanan pangan.

Tanya – Buyung Maulana

Beberapa waktu lalu di sebuah TV swasta, saya menonton acara ‘Ripley’s, believe it or not’ yang menayangkan upaya dua orang amerika berkeliling USA dengan kendaraan berbahan bakar solar yang dibuat dari limbah minyak goreng..

Pertanyaan saya :

0. Apakah tehnologi ini memang sudah ada sekarang ?

1. Apakah ini bisa disamakan dengan biodiesel ?

2. Apakah sudah banyak yang mempergunakannya ?

3. Bagaimana tehnologi dan formulasinya ?

4. Dimana saya bisa mendapat informasi tentang tehnologi ini ?

5. Apakah di Indonesia sudah ada yang mengembangkan tehnologi ini ?

Mohon informasi dan pencerahannya.
Terima kasih.

Tanggapan 1 – roeddy setiawan

Pak Buyung,

Kocok dengan air 2 x buat membuang methanol dan koh yang mungkin sisa, diamkan dan decat bagian atas . you on your way buat keliling indonesia pakai minyak goreng. selamat nyoba.

Tanggapan 2 – Buyung Maulana

Terima kasih Pak Roeddy atas informasinya.

Berhubung saya orang awam, masih bingung dengan proses pembuatannya.
Tapi intinya sudah jelas bahwa minyak goreng bisa digunakan untuk BBM alternatif. Sayangnya belum tersosialisasi dengan baik di masyarakat indonesia. orang awam seperti saya tentu akan kesulitan membuatnya karena selain tidak tahu caranya, juga khawatir biaya tehnologinya akan mahal.
Sedangkan para pakar energi masih belum banyak yang mencoba membuat tehnologi yang mudah dan murah yang kemudian dikampanyekan untuk digunakan masyarakat.
Padahal hampir seluruh makanan di indonesia menggunakan minyak goreng dan limbahnya pasti banyak. karena, kayaknya rata-rata rumah tangga di indonesia menggunakan minimal 1 liter minyak goreng per hari.

Jika ada orang yang mau membuat tehnologi ini dan menjualnya dengan murah, saya dan kawan-kawan di kampus (saya masih mahasiswa pak) mungkin mau membantu mempromosikannya.

Tanggapan 3 – untoro@batan

Pak Buyung dan teman-teman

Sebenarnya ada teknologi yang lebih menjanjikan untuk digunakan membuat biodiesel dari minyak goreng bekas dengan teknologi nano.
Pada prinsipnya sama dengan teknologi konvensional cuma menggunakan proses dimana dibuat reaksi transesterifikasi secara ukuran nano, sehinggam prosesnya menjadi lebih cepat dan bahan yang digunakan menjadi lebih sedikit.

Penelitian sampai saat ini kita bisa mengolah minyak bekas ditambah methanol (12,5-20%) dan KOH (0,5-1,5%) dan waktunya hanya (10-20 menit).
Saat ini telah dibuat prototipe kecil (1 liter/jam) dan biayanya sekitar 2 juta. Proses perlakuan awal dan proses pemurnian hasil sedang diujicoba untuk memperoleh hasil yang optimal.

Silakan kalau tertarik untuk nanti bisa disosialisasikan ke masyarakat alat proses biodiesel minyak goreng bekas dengan harga murah dan hasil optimal.

Silahkan kontak email langsung kalau tertaril lebih lanjut.

Tanggapan 4 – Eko Yudha

Mas Buyung,

Minyak goreng dengan treatment tertentu memang bisa menjadi bahan bakar.
Saya dengar beberapa pabrik kecil juga sudah ada yang menggunakan minyak jelantah (minyak bekas goreng).

Satu hal yang menjadi kerugian minyak goreng sbg bahan bakar adalah saat demand’nya naik akan mengganggu pasaran minyak goreng dalam negeri. Sekarang saja harga minyak goreng domestik jadi mahal karena market biofuel di LN yg tinggi. Oleh karena itu pemerintah menggembor-ngemborkan usaha diversifikasi energi yang tidak merusak ketahanan pangan.

Tanggapan 5 – Eko Prasetyo

Saya pernah melihat jasa pengkonversian minyak goreng sisa menjadi biodiesel di sebuah surat kabar nasional. tidak ingat nama perusahaannya, tapi memang ada.