Cara cepat di lapangan untuk mengetahui mutu paving/batako/bata adalah dengan menjatuhkannya dari ketinggian 1 meter tepat pada posisi sudut pada permukaan yang keras (lantai dll). Jika sudutnya pecah lebih dari 100 mm (10 cm) atau batako/paving tsb malah patah/terbelah dua, artinya tidak layak pakai. Kalau untuk mengetahui nilai kuat tekannya (compressive strength), jika tidak punya alat uji sendiri, mau tidak mau harus dibawa ke lab uji yang kompeten.

Tanya – Sony Yulianto

Sebelumnya saya mohon maaf kalo’ pertanyaan saya tidak pada tempatnya, saat ini saya adalah produsen mesin mesin tepat guna, salah satunya mesin pencetak paving/batako dengan prinsip tekanan hidraulik dan getaran mesin.

Sering kali saya sering ditanya, berapa kekuatan paving hasil cetakan mesin tersebut, dan saya selalu tidak bisa menjawab dengan yakin dan terukur..
Yang saya tanyakan, adakah teknik pengujian yang simple/sederhana (tidak harus diujikan ke sucofindo atau laboratorium teknik) untuk mengetahui kekuatan paving tersebut, mungkin dengan prinsip prisip fisika yang sederhana, sehingga kekuatan paving/batako bisa terukur. saya yakin bapak2 di millist ini sangat kompeten utk menjawabnya, semoga ada yang bisa membantu.
Oh ya, jika ingin melihat mesin cetak nya, bapak bisa melihat di www.mesintepatguna.multiply.com, semoga saja bapak moderator berkenan menampilkan alamatnya.

Tanggapan 1 – Robert P. Tambunan

Cara cepat di lapangan utk. mengetahui mutu paving/batako/bata adalah dengan menjatuhkannya dari ketinggian 1 meter tepat pada posisi sudut pada permukaan yg keras (lantai dll). Jika sudutnya pecah lebih dari 100 mm (10 cm) atau batako/paving tsb malah patah/terbelah dua, artinya tidak layak pakai.

Kalau utk. mengetahui nilai kuat tekannya (compressive strength), jika tidak punya alat uji sendiri, mau tidak mau harus dibawa ke lab uji yg kompeten.
Saya pikir perlu dibawa ke lab sekali, utk. mengetahui nilai kekuatannya, shg jika ada yg menanyakan lagi, bisa dijawab dengan meyakinkan.

Umumnya, nilai kuat tekan ultimate batako/paving (ultimate compressive strength) di kisaran 10 MPa ~ 100 MPa (100 kg/cm2 ~ 1000 kg/cm2), sedang nilai kuat tekan ijinnya (allowable compressive strength) di kisaran 3.5 Mpa ~ 5 MPa (35 kg/cm2 ~ 50 kg/cm2) –> tergantung dari material yg dipakai & cara pembuatannya.

Tanggapan 2 – Suksmono Adi

Pak Sony,

CMIIW, bisa saja Bapak membuat alat uji mekanis sendiri (alat untuk mengaplikasikan beban ditambah pressure gauge sederhana) tapi tidak ada salahnya jika Bapak membawa sampel paving blok Bapak ke laboratorium teknik untuk diuji mechanical propertiesnya, lumayan Pak, nanti report hasil ujinya bisa Bapak gunakan di katalog/brosur/company profile Bapak bilamana suatu saat ada yg menanyakan kuat tekan dari paving blok tersebut Bapak tidak usah report2, cukup menunjukkan hasil uji yang tadi dilakukan.

Hitung-hitung sebagai investasi untuk kedepannya kan bagus Pak.

Sekian, semoga membantu.

Tanggapan 3 – Wisnu Harmanto

Dulu saat mengerjakan TA, saya pernah mengujikan kekuatan dari batu bata hasil olahan saya. Waktu itu saya uji kuat tekan batu bata tersebut di dinas BLTK dengan prinsip fisika sederhana. Semoga membantu.