Dalam mendesain kecepatan lifting dan slewing (lebih tepatnya percepatan), sangat ditentukan oleh kekuatan struktur dari crane tsb terutama kekuatan dari Jib (boom) dan Cat Head.

Tanya – Muhammad Rfai

Rekans,

Mohon share ilmunya, bagaimana cara menentukan kecepatan luff-ing dan slew-ing untuk pedestal crane, apa ada batas maksimumnya.
Trimakasih

Tanggapan 1 – Syarif Isa

Pak Rifai,

Masing-masing crane dari tiap crane manufacture mempunyai specs yang berbeda, jadi lebih baik check di Operation Manual Crane tersebut.

Tanggapan 2 – muhammad rifai

Trimakasih sudah ada masukan, hanya bukan itu yang saya maksudkan, mungkin lebih jelasnya begini… bagaimana mendesain speed untuk sebuah crane, apa ada batas batas maksimumnya…

Tanggapan 3 – Teguh Santoso

Pak Rifai,

Dalam mendesain kecepatan lifting dan slewing (lebih tepatnya percepatan), sangat ditentukan oleh kekuatan struktur dari crane tsb terutama kekuatan dari Jib (boom) dan Cat Head. (untuk tower crane + Mast-nya). Dari API RP 2D :

The test load for all lifts shall be based on crane rating chart, wire rope strength, available hoist line pull and number of parts of line. The static test load and the test radius should be calculated to load the crane as follows:

Static Rated Load in Pounds

at a Specific Radius Test Loads in Excess of Static Rated Load

at a Specific Radius

Up to 40,000 25%

40,000 to 100,000 10,000 pounds

over 100,000 10%

Misalnya crane didesain untuk beban sampai 10 ton, maka sewaktu mengangkat beban akan ada percepatan sebesar a. percepatan ini ditentukan ketika anda memilih winch dimana akan ada data percepatan dan pengereman. Sehingga crane masih harus mampu menahan beban tambahan sebesar mxa.

Dalam contoh ini, F=[(10000 kg x 1.25)x(10+a)], satuan a dalam m/s2 , gaya grafitasi=g=10m/s2. Dari hasil pembebanan ini bapak masih harus mempunyai safety faktor diatas 1 dalam hal tegangan maksimumnya. (yield stress material/tegangan max). Untuk slewing arah gayanya horisontal dan tidak ada komponen grafitasinya. Referensi berapa besar safety factor maaf saya kurang tahu, semakin besar safety factor maka desain crane bapak akan semakin gede… Dari pengalaman saya safety faktor 1.67 sudah cukup puas. Kalau ada yang mau menambahkan monggo….
Mudah-mudahan bermanfaat.

Tanggapan 4 – muhammad rifai

Insya Allah berguna pak teguh,

Saya balik lagi ke awal, karena sharing yang saya harapkan belum persis apa yang diperlukan.

Kalau dari uraian pak Teguh dibalik bisa nggak?… karena menurut saya kekuatan struktur itu mestinya yang ngikutin apa yang akan kita desian… jadi kita nentuin percepatan lifting (luffing) dan slewing, baru mendesain strukturnya…. seperti pendesainan awal mobil (bukan mobil yang sudah jadi yang di re-desain), mobil kan didesain berapa beban dan kecepatan dulu baru nanti strukturnya dibuat menyesuaikan desain beban dan kecepatannya…. atau crane ini seperti pompa? yang memang dibuat sudah standard… jadi dari desain bebannya tinggal dicocok cocokin dengan yang ada….

Tanggapan 5 – Teguh Santoso

Betul pak,

Bisa juga dibalik seperti itu, maksudnya percepatannya dulu ditentukan. Tetapi itu berlaku kalau alat penggeraknya (winch/hoist) kita juga yang mendesainnya. Tetapi bisa juga kita tidak murni desain 100%. Misalnya kita putuskan tidak akan mendesain winch/hoistnya karena pertimbangan tingkat kesulitan pembuatan komponen, maka desain ditentukan dari data winch/hoist yang ada di pasaran dulu. Pertama tentu kita tentukan beban/kapasitas crane, kemudian dicari winch/hoist yang bisa mengangkat beban tsb, dari data winch yang bisa mengangkat beban yang kita tentukan kalau ada pilihan tentang percepatannya baru kita pilih salah satunya.
Kalau dibalik, dimana kita tentukan percepatan dan beban dulu, bisa terjadi hal dimana tidak ada winch/hoist yang cocok tersedia dipasaran sehingga harus special order. Ini biasanya costnya akan mahal.
Demikian pak itu pendapat pribadi saya lo…mudah-mudahan bermanfaat.

Tanggapan 6 – Dedy Desril A.

Pak Teguh,

Bagaimana jika kita menggunakan Hoist-crane, apakah hitung2annya sama? apa 1.25 dalam hitungan itu konstanta atau safety factor pak teguh?

Nah kalo konstanta, datangnya darimana niyh?

Maksud pak teguh safety factor nya itu 1.67 adalah 67% yahh..?

*Husstt… banyak Nanya, ntar dikirain bego ama orang laen…

Tanggapan 7 – Kunarta DjayaPutra@serica-energy

Pa Dedy,

Nah itulah bedanya kita dengan yang lain.

Kalau banyak nanya nanti di ‘tuduh’ bego. Padahal kalau kita meeting dengan Expat mereka JUSTRU heran kok pertanyaan nya sedikit sekali? Ini artinya engga tau apa yang di bicarakan atau malu bertanya atau memang sudah jelas 100% tau. Tapi kalau ditanya, menjawab nya aja susah.

Sebaiknya kita jangan takut bertanya kalau memang engga tau, sampai jelas sekali.

Tanggapan 8 – Teguh Santoso

Pak Desril yang baik,

1.25 itu dari load test yang harus 1.25x lebih besar dari SWL (recommended load test API 2D hal. 34). sedangkan 1.67 adalah safety faktor desain. Jadi dalam modeling beban statik SWL dikalikan dengan 1..25 (untuk SWL sampai dengan 40.000 pounds) dulu. Hasil stress analisis yang didapat dari Finite element dipakai pembagi dari kekuatan material yang dipilih. Maka didapatlah safety faktor desain. Jadi kalau ditotal-total safety faktor nya 1.25×1.67= 2.
Maksudnya hoist crane teh pakai electrik power? saya kira sama, asal ketahuan speednya (aselerasinya)
Semoga bermanfaat.

Tanggapan 9 – Dedy Desril A.

Pak Teguh,

Secara pengetahuan awam saya mengenai crane itu, 1.25 itu termasuk safety factor barangkali..

karna berdasarkan ilmu mekanika, F=m x a.

Jadi kalo memang ada safety factor 1.25 kenapa harus ada safety factor 1.67?

Kalo bukan safety factor, apa dasar hitungan 1.25 itu pak..?

Apakah dari 1.25 itu 25%nya adalah beban dari crane sendiri..

Tapi kalo beban dari crane sendiri harusnya khan fix untuk beban berapa ajah.. bukan persentage dari beban itu…. jadi 25% itu apa yahhh… wahhh…

*Aku bingung sendiri… melihatmu begini… (Lagunya T2)

Kebetulan perusahaan saya lagi merencanakan untuk membuat workshop, jadi beliau menanyakan mengenai hoist crane ini. pada intinya hoist crane ini berfungsi mengangkat dan memindahkan barang. iya bener pak, menggunakan electric power. apakah pak teguh mempunyai estimasi cost untuk hoist crane dengan beban 10 ton gak? kalo punya mungkin bisa japri ke saya pak. thanks.

Tanggapan 10 – Teguh Santoso

Betul pak,

1.25x SWL adalah beban sewaktu dilakukan Load test. sedangkan 1.67 adalah safety faktor menurut (tresca atau von mises saya lupa…) dimana allowable stress = yield stress: (3:akar 3) atau : (2: akar2). Jadi aman dari sisi material karena barangkali ada cacat materialnya tidak sempurna lasan, dll. Jadi sewaktu diload test dengan beban 1.25xSWL kita masih pede karena masih ada safety 1.67 lagi.
Untuk workshop dalam ruang bisanya dipakai overhead crane elektrik. Biasanya sudah tersedia satu paket hoist, gantry ( beam), trolley dan relnya. Kalau bikinan sendiri apa gak ribet ngurus sertifikatnya pak? Nah mengenai harga saya kurang tahu pak.. kalau ada waktu browsing saja pak..
Mudah2an bermanfaat..