Select Page

Apabila tangki ditujukan sebagai bagian dari alat ukur, maka sistem pengukuran keseluruhannya dinamakan Tank Gauging System. Tank gauging system pada prinsipnya mengukur ketinggian (level) dari cairan produk hidrokarbon didalam tangki, kemudian dari ketinggian yang didapatkan akan dikonversikan menjadi volume dengan penggunaan tabel. Tabel pengkonversi ini dibuat ketika tangki ini dikalibrasi. Jadi tank gauging system komplit ini terdiri dari 1) tangki, 2) level sensor (radar, float gauge, dll), 3) tabel pengkonversi level ke volume. Jika tangki digunakan sebagai bagian dari sistem alat ukur, maka tangki harus dikalibrasi supaya mendapatkan ketelitian pengukuran yang cukup bagus. Ada beberapa metode kalibrasi tangki untuk aplikasi di barge/ship, anda bisa membacanya di API MPMS 2.7, 2.8A, 2.8B.

Tanya – ‘Priyo Susetyo’

Buat bapak2 dan mas2 saya ada sedikit pertanyaan

– apakah tangki pada FSO baik itu crude oil ataupun gas termasuk alat ukur?

– apakah tangki bisa dikalibrasi?

– bagaimana cara kerja Inert Gas System pada tangki FSO crude oil?

Terima Kasih.

Tanggapan 1 – hasanuddin_inspector

Mas Priyo

– tangki bukan (dan tdk boleh) dipake sbg alat ukur. Klo hanya utk indikator sih sah2 aja. Di mobil2 tangki bbm pertamina jg byk ditulis bhw ‘tangki ini bkn sbg alat ukur’. Alat ukur hrsnya presisi shg acceptable both commercially dan technically. Kebanyakan bentuknya brp instrument devices.

– tangki bs dikalibrasi measuring + safety devicesnya. Jg, in many cases wall thicknessnya – utk keperluan preventive/prediktif maintenance.

– sy kurang paham dg cara kerja IGS pada crude oil FSO. Sedikit yg sy tahu, IGS akan mengkondisikan ullage volume dlm tangki agar konsentrasi oksidannya terkontrol dg menaikkan lower flamability limit dan/ atau menurunkan upper flamability limit melalui metode blanketing/injeksi/purging gas nitrogen, karbon dioksida, xenon, helium, dll atau juga mixed gas lainnya. Fungsi IGS yg utama utk memitigasi eksplosi. IGS ada juga yg berfungsi utk mengurangi efek oil spillage apabila terjadi rupture pada tangki. Mungkin ada yg bs menambahkan atau mengkoreksi ini. Maklum, sy tidak pernah berlama2 onboard di FSO, jd SKSnya msh byk yg bolong / knowledge-nya msh cetek..hehehe.
Semoga ckp menjawab query-nya dan monggo rekan2 dibahas lanjutannya.

Tanggapan 2 – Ari Firmansyah

Sedikit saya tambahkan,

Fungsi Inert gas system dalam sebuah tanki (tidak terbatas pada crude oil tank di FSO saja) salah satunya adalah mempertahankan tekanan didalam tanki tersebut ketika isinya (crude oil) loading dan offloading.

Cara kerja dari Inert gas system sebagai blanket gas biasanya menggunakan dua regulator. Satu regulator di inert gas inlet piping, satu regulator di outlet piping. At the inlet, downstream set pressure dari regulator biasanya pada (hampir) vacuum, ketika tekanan mendekati vakum, regulator akan membuka dan inert gas akan masuk (biasanya bekerja ketika offloading). At the outlet, upstream set pressure diatas dari normal operating pressure tanki tersebut, ketika loading, tekanan akan meningkat dan regulator membuka untuk release inert gas tersebut.

Tanggapan 3 – El Mundo

Sy cuma mau share IGS system di FSO.

Cara kerjanya sama dgn di kapal tanker biasa saat loading & unloading.

Di tanker, IGS (Nitrogen) dihasilkan dari flue gas dr aux boiler/main engine. Utk FPSO/FSO yg dikonversi dr tanker, di pasang IGS generator tersendiri dan umumnya kapasitasnya lbh besar. Spt kita ketahui, dlm fire triangle, ada tiga unsur yng menyebabkan kebakaran/exploision, yi. api, bhn mudah terbakar (hydrocarbon) dan O2. IGS dapat mengurangi unsur yi. O2 dan hydrocarbon. Saat offloading di FSO, volume crude oil yg dipompa keluar itu diisi dgn IG sehingga mencegah masuknya O2 (yg ada dlm udara) dan mengurangi gas hydrocarbon dlm tanki. dgn demikian explosion/kebakaran dpt dicegah. IGS tidak berpengruh pada ullage. Ullage adalah mengukur tinggi ruanggan antara deck dan permukaan liguid (crude, air, bhan cair lainnya) lalu hasil pengukuran di konversikan ke tank table sehingga volume cairan dlm tanki dapat di ketahui. Tank table hrs di approved oleh third party spt. SGS/NKKK dll. IGS juka tak ada hubungannya dgn oil spillage. IGS semata-mata berupa
gas nitrogen, utk mencegah exlposion/kebakaran.

(bahan bacaan: IGS System by Ir. Pieter Batti matan Ka PPKA? – BPPKA).

Tanggapan 4 – Zulkifli Taher

Kalau tangkinya di darat, bisa saja dijadikan sebagai alat ukur selama sertifikatnya masih berlaku.
Kalau dulu sertifikatnya dikeluarkan oleh Dirjen (apa Ditjen?) Metrologi yang disahkan oleh Migas. Gak tahu sekarang apa masih seperti itu. Cara kalibrasinya dengan menggunakan pendulum digantung dari atas shell tangki lalu diturunkan secara bertahap ke bawah. Yang diukur adalah verticality dari dinding tangki yang nantinya dikonversikan ke diameter tangki lalu dikonversikan kembali ke volume tangki untuk setiap satuan tinggi tangki. Selesai kalibrasi tangki, disamping mengeluarkan sertifikat, Metrologi juga mengeluarkan tabel isi tangki untuk setiap satuan kenaikan tinggi isi tangki.

Kalau mau tahu secara detil tentang prosedur kalibrasi datang saja ke Metrologi terdekat dan diskusi langsung dengan ahlinya disana. Pengalaman saya menunjukan mereka sangat terbuka dan sangat membantu.

Penggunaan tangki sebagai alat ukur biasanya merupakan opsi setelah (calibrated) meteran dan diatur dalam perjanjian jual beli antara penjual dan pembeli.

Demikian yang saya tahu,

Tanggapan 5 – Weby

Mas Priyo Susetyo,

Saya coba menambahkan apa yang sudah direspon oleh rekan-rekan sekalian.

apakah tangki pada FSO baik itu crude oil ataupun gas termasuk alat ukur?

Tergantung dari desain awalnya mas. Bisa menggunakan tangki sebagai alat penyimpan saja, tetapi bisa juga menggunakan tangki sebagai ‘bagian’ dari alat ukur. Perlu ditekankan bahwa yang namanya ‘bagian’ tentunya tidak akan lengkap tanpa ada ‘bagian’ yang lain. Ibarat mobil, selain ada mesin mobilnya tentu ada rodanya. Jika berdiri sendiri-sendiri, tentunya tidak berfungsi secara penuh sebagai mobil.

Apabila tangki memang ditujukan sebagai bagian dari alat ukur, maka sistem pengukuran keseluruhannya dinamakan Tank Gauging System. Tank gauging system pada prinsipnya mengukur ketinggian (level) dari cairan produk hidrokarbon didalam tangki, kemudian dari ketinggian yang didapatkan akan dikonversikan menjadi volume dengan penggunaan tabel. Tabel pengkonversi ini dibuat ketika tangki ini dikalibrasi. Jadi tank gauging system komplit ini terdiri dari 1) tangki, 2) level sensor (radar, float gauge, dll), 3) tabel pengkonversi level ke volume.

Sedikit koreksi, sejauh yang saya tahu umumnya produk hidrokarbon dalam fase gas tidak disimpan didalam tangki. Mungkin maksudnya LPG (propane & butane) dalam bentuk cair ya?

apakah tangki bisa dikalibrasi?

Jika tangki digunakan sebagai bagian dari sistem alat ukur, maka tangki harus dikalibrasi supaya mendapatkan ketelitian pengukuran yang cukup bagus. Ada beberapa metode kalibrasi tangki untuk aplikasi di barge/ship, anda bisa membacanya di API MPMS 2.7, 2.8A, 2.8B.

bagaimana cara kerja Inert Gas System pada tangki FSO crude oil?

Saya ada artikel yang cukup bagus dalam bentuk PDF yang berkaitan dengan aplikasi yang mas Priyo tanyakan. Saya coba cari-cari dulu dirumah ya, saya masih di luar kota nih.

Silahkan rekan-rekan lain untuk menambahkan atau mengoreksi.

Tanggapan 6 – Admin Migas

Weby,

Saya bantuin deh untuk memperjelas keterangan anda dengan artikel ‘Properly Purge and Inert Storage Vessels’ dan spreadsheet ‘Tank Volumes’ (attachment terlampir).
Semoga bermanfaat.
Atau masih ada artikel yang lainnya ?

Attachment : Tank Volumes.xls. & Properly Purge and Inert Storage Vessels.pdf

Tanggapan 7 – Djohan

Mau ikut nambahin,

Tanki FSO bisa jadi alat ukur, tapi harus dikalibrasi. Akan sangat bagus jika ada tank gauging system, tapi jika tidak ada angka ‘ullage’pun boleh dipakai tergantung kesepakatan dalam Sales Agreement. Biasanya custody metering merupakan pengukuran utama volume penjualan, tetapi jika metering rusak ullage lah yang dipakai. Pengukuran Ullage adalah pengukuran ketinggian level & temperature minyak dalam tanki secara manual sebelum dan sesudah ekspor, lalu lihat tabel dapatlah data volume penjualan.

Untuk IGS, merupakan blanket gas menggunakan inert gas, biasanya N2, CO2 atau hydrocarbon gas system. Jenis gas yang dipakai tergantung yang available apa, pakai N2 kalau punya nitrogen generator, pakai CO2 jika punya sumber flue gas dan hydrocarbon gas harus ada sumbernya juga, pemilihan ini tentu pakai analisa safety, teknis dan ekonomis sewaktu design FSO.
Tentang control instrument yang dipakai merupakan kombinasi pressure regulator dan pressure relief; pressure regulator mensupply gas pada tekanan operasi (misalnya 0.7 psig) sedang pressure relief mengeluarkan gas dari tanki ketika tekanan melebihi set point (misalnya 1.5 psig).
Disamping itu tanki juga diproteksi dengan adanya breather (vaccum relief) valve yang memasukkan udara kedalam tanki jika tekanan vaccum turun dibawah setpoint (misal 5 mm H2O) dan mengeluarkan gas jika tekanan melebihi relieving setpoint setpoint (misalnya 7 psig).
Perubahan tekanan terjadi karena proses pengisian / ekspor minyak kedalam / dari tanki tersebut.

Semoga bermanfaat

Share This