Sejak di perkenalkan di ICI pada tahun 60an HAZOP telah menarik minat banyak mahasiswa dalam tesisnya. Tak kurang dari Venkat Venkatasubramanian dan Ramesh Vaidhyanathan dari Univerisity of Purdue mengembangkan HAZOPexpert yang berbasiskan pemodelan penjalaran kegagalan (failure propagation model) dalam mengevaluasi kegagalan dan bahaya di dalam sebuah plant. Model yang dikenalkan oleh Venkatasubramanian ini juga dikenal luas sebagai Petri net diapragh model. Secara terbatas cuma di gunakan di kampus Purdue.

Tanya – Hardika Adiyagsa

Assalamu’alaikum,

Saya Adi..,Mahasiswa Fisika Teknik,,,dengan Bidang Minat Rekayasa Instrumentasi. .,,kebetulan Berencana mengambil Tugas Akhir(TA) yang Berhubungan dengan HAZOP….pada Plant Separator.

Yang ingin saya tanyakan,

1.Sebenarnya Apakah ada Keterkaitan secara Khusus antara HAZOP Dengan Instrumentasi sendiri…,, ??(Maklum Lagi Bingung Nentukan Judul TA….he…. .) .

2. Tahapan Apa yang dilakukan oleh Engineer Setelah menentukan deviasi dan parameter yang laen dengan menggunakan Guide Word,…..Apakah ada perhitungan Khusus.,,soalnya saya baca di literatur… Tidak ada perhitungan yang Spesifik.

3. Kira2 ada ga’ free sofware yang dipakai…?? ,,,(kan lumayan..,,, lebih berhemat)

MAS-MAS & MBAK-MBAK., /BAPAK-BAPAK & IBU-IBU,Sementara Itu dulU…..,,Mohon Informasinya. ..,,Lebih2. .jika di berikan Referensi Pula..

Tanggapan 1 – Alvin Alfiyansyah

Mas Dika,

1. HAZOP itu analisa kualitatif, yang jelas kalo hubungan dengan instrument pasti ada wong kalo soal separator pastilah dilihat kalo terjadi low pressure, low level akan terjadi apa, dan ada safeguardnya tidak ?

2. Jika safeguardnya ada atau dirasa belum cukup maka mungkin perlu dikasih rekomendasi, dimana nanti rekomendasi ini yang dianalisa ulang – semi quantitatif biasanya baik terhadap cost, risk, dll. apakah perlu dilaksanakan atau ditambahkan tidak dalam desain saat ini, pakai matrix risk yang dipunyai perusahaan biasanya, dan dilakukan team HAZOP tersebut atau mengundang perwakilan manajemen juga jika diperlukan menyangkut cost.

3. Software HAZOP sich banyak, PHAworks, dsb. atau bisa juga pakai MS Access yang didevelop sendiri atau mau gampang pakai MS Word juga bisa kok.
HAZOP sudah banyak dibahas, kenapa ndak coba ngambil topik misalnya simple SIL study sekalian belajar P&ID lebih lengkap, dsb. Dah dulu yach, pasti ada yang nyambungin nantinya.
Thanks & BR,

Tanggapan 2 – Crootth Crootth

Mas Adhi

Sejak di perkenalkan di ICI pada tahun 60an HAZOP telah menarik minat banyak mahasiswa dalam tesisnya. Tak kurang dari Venkat Venkatasubramanian dan Ramesh Vaidhyanathan dari Univerisity of Purdue mengembangkan HAZOPexpert yang berbasiskan pemodelan penjalaran kegagalan (failure propagation model) dalam mengevaluasi kegagalan dan bahaya di dalam sebuah plant. Model yang dikenalkan oleh Venkatasubramanian ini juga dikenal luas sebagai Petri net diapragh model. Secara terbatas cuma di gunakan di kampus Purdue.

HAZOPexpert yang dikembangkan pada tahun 90an ini GUI (Graphical User Interface) nya tidak menarik, meski sebetulnya cukup membantu bagi mahasiswa baru atau orang awam yang ingin mengetahui kegagalan apa saja dan bahaya apa saja yang mungkin muncul dari suatu design proses.

Selain berbasis pemodelan penjalaran, studi tentang automatisasi HAZOP dilakukan juga oleh Horacio Leone, pada tahun 1996 dengan menggunakan Knowledge Basis. Konstruksi qualitative knowledge basis ini dia wujudkan dalam piranti lunaknya yang bernama SERO.

Bacaan yang bagus mengenai automatisasi HAZOP diuraikan oleh dekan teknik kimia NUS, Rajagopalan Srinivasan pada tahun 1998, dia dengan berani menguraikan algoritma software nya. Meski tentu saja diharapkan mahasiswa secara mandiri dapat mengembangkannya.

Pada tahun 2000an, Cocchiara dkk dari Universita di Palermo (Italia) mengembangkan system piranti lunak yang mencakup juga peleburan (integration) interlock system ke dalam HAZOP secara otomatis. Cochiara mendasarkan tesisnya pada CCPS-AIChE (Guidelines for Safe Automation of Chemical Processes), program mereka yang berbasis Visual Basic ini dikembangkan juga guna mengikuti standar baru yang diaplikasikan di Eropa (IEC-61508 dan IEC-61511).

Jika memang benar Mas tertarik mengenai ini, saya bisa memberikan referencenya, syaratnya, silahkan scan surat resmi dari jurusan mengenai tugas akhir anda. Kirim melalu japri saja.

Reference:

[1] Vaidhyanathan, R., V. Venkatasubramanian, Diagraph Based model for automated HAZOP Analysys, Reliability Engineering and System safety 50 (1995) p33

[2] Vaidhyanathan, R, V Venkatasubramanian, Semiquantitative reasoning, methodology for filtering and ranking HAZOP results in HAZOPexpert, Reliability Engineering and System Safety, 53 (1996) p185

[3] Leone, Horacio, A knowledge based system for HAZOP studies, Computers and Chemical Engineering 20 (1996) p369

[4] Srinivasan R., V Venkatasubramanian, Automating HAZOP analysis of batch chemical plants: Part II. Algorithms and application, Computers & Chemical Engineering, Volume 22, Issue 9, 1998, Pages 1357-1370

[5] Srinivasan R., V Venkatasubramanian, Automating HAZOP analysis of batch chemical plants: Part I. The knowledge representation framework; Computers & Chemical Engineering, Volume 22, Issue 9, 1998, Pages 1345-1355

[6] Cocchiara, M, et. al., integration of interlock system analysis with automated HAZOP analysis, Reliability Engineering and system safety 74 (2001) p99