LPG lebih murah daripada LNG dan harus diproduksi sedangkan LNG tersedia di alam. Ke-dua2nya harus didinginkan (LPG 40 deg C/LNG-167 deg C) supaya dapat dikapalkan dalam jumlah besar. Ke-dua2nya membutuhkan fasilitas pelabuhan kkusus dan fasilitas regasifikasi sebelum di salurkan ke user. (fasilitas inilah yang menyebabkan LNG lebih mahal drpd LPG). Untuk kondisi Indonesia saat ini sebaiknya membandingkan LPG & CNG atau syntetic gas (mixture of LPG+air).

Tanya – catur setio budi

Dear All,

Please Info-nya & sharingnya mengenai LNG VS LPG rencananya perusahaan kami memiliki Furnace, sedang membandingkan memakai bahan bakar LPG atau LNG, adapun pertanyaan saya:

1. lebih efisiensi mana LPG& LNG untuk sebagai bahan bakar?

2. Lebih ekonomis mana antara LNG & LPG ( maklum kita kan lagi bisnis nich, cari yang paling ekonomis)?

3. lebih mudah mana mencari (membeli ) LPG & LNG ( bila ada referensi supplier please share )?

Sebelumnya terima kasih atas perhatian & jawabannya…

Tanggapan 1 – El Mundo

Catur,

LPG terdiri dari Propane +/- 60% dan Butane +/-40%

LNG – Methane +/- 100%

LPG has a higher calorific value (94 MJ/m³ equivalent to 26.1kWh/m³) than natural gas (methane) (38 MJ/m³ equivalent to 10.6kWh/m³), LPG can not simply be substituted for natural gas. In order to allow the use of the same burner controls and to provide for similar combustion characteristics, LPG can be mixed with air to produce a synthetic natural gas (SNG) that can be easily substituted. LPG/air mixing ratios average 60/40, though this is widely variable based on the gases making up the LPG. The method for determining the mixing ratios is by calculating the Wobbe index of the mix. Gases having the same Wobbe index are held to be interchangeable.
LPG-based SNG is used in emergency backup systems for many public, industrial, and military installations, and many utilities use LPG peak shaving plants in times of high demand to make up shortages in natural gas supplied to their distributions systems. LPG-SNG installations are also used during initial gas system introductions, when the distribution infrastructure is in place before gas supplies can be connected. Developing markets in India and China (among others) use LPG-SNG systems to build up customer bases prior to expanding existing natural gas systems. (di kutip dari lngoneworld.com).

LPG lebih murah dp LNG

LPG harus diproduksi

LNG tersedia di alam

Ke-dua2nya harus didinginkan (LPG 40 deg C/LNG-167 deg C) supaya dapat dikapalkan dalam jumlah besar.
Ke-dua2nya membutuhkan fasilitas pelabuhan kkusus dan fasilitas regasifikasi sebelum di salurkan ke user. (fasilitas inilah yang menyebabkan LNG lebih mahal drpd LPG).

Utk kondisi Indonesia saat ini sebaiknya membandingkan LPG & CNG atau syntetic gas (mixture of LPG+air).

Terima kasih,

Tanggapan 2 – Masri

Dear Mas Tio,

Pernah dengar tentang Gas Sintestis yg merupakan Gas yang disintesa dari batubara ? barangkali salah satu pertimbangan untuk effisiensi biaya operasional furnace adalah dengan membeli reaktor pembuat gas dari batu bara ( reaktor ini umumnya tidak berukuran besar, bahan bakunya adalah batubara kualitas sedang atau kualitas rendah. Investasi awal mungkin mahal, ketersediaan gas tidak bergantung pada penjual gas, dan bila dihitung dalam skala beberapa tahun mungkin efisiensi yg diharapkan bisa tercapai, silahkan cari informasi reaktor tsb dan silahkan coba hitung kalkulasi biaya terkait dengan effisiensinya.

Tanggapan 3 – Maison Des Arnoldi

Mas Tio,

1. LNG dari C1 dan sedikit C2, LPG dari campuran C3& C4. mungkin nilai kalornya lbh tinggi LPG ya.

2. LPG dijual retail, tp LNG biasanya belinya kulakan dan utk waktu yg lama dan mesti menyiapkan fasilitasnya.

Tanggapan 4 – hasanuddin_inspector

Utk saat skrg lebih pas kalo mengkomparasi natural gas, LPG atau CNG.

LNG belum available di local market saat ini, mgkn 5 thn lagi br ada yang jual ‘ketengan’.

Tanggapan 5 – Swastiarso Herry Putranto@cendrawasih

Pak Tio

Kalau local produsen untuk LPG selain Pertamina adalah PT Bakti Mingas Utama lokasinya di Indramayu, ada juga yang di Bekasi yaitu PT Odira Energy. Untuk sementarabaru itu yang saya tau. Tapi kalau untuk CNG sih sudah cukup banyak di sekitar Jabodetabek maupun Cepu, Jatim (IEV Gas, Cipta Niaga Gas, Titis Sampurna, IndoGas).

Pak Hasanuddin, kapan nih proyek CNG anda mulai beroperasi ?

Tanggapan 6 – hasanuddin_inspector

Skdr menambahkan bhw LPG plant (swasta-non Pertamina) ada bbrp lg di Indonesia, sbb:

– Titis Sampurna (on stream)

– Medco Kaji (onstream)

– Petrochina Jabung (onstream)

– Sumber Daya Kelola (onstream)

– Pangkah (onstream)

– E1 Pertagas Sumsel (being tendered)

– Jambi Merang (onstream/expanded)

– Gasuma Tuban (being tendered)

– Banyuwangi (suspend?)

– Tanjung Mas (to be tendered??)

– Pertagas Pondok Tengah (planned)

CNG plant? Heheheh 🙂

Tanggapan 7 – didik.s.pramono@exxonmobil

Pak Hasan,

Gasuma Tuban bukannnya dia memanfaatkan gas flaring Petrochina untuk pembangkit listrik yang rencananya untuk supply Bojonegoro dan sekitarnya?
CMIIW.

Tanggapan 8 – hasanuddin_inspector

Benar bhw feed gas Gasuma berasal dr JOB PPEJ. Dlm catatan sy; proyek ini dibangun integrated gas & power plant. Output produksi adlh (design cap) 60 tpd LPG, 550 bpd condensate dan 10-12 MW electrical power.

Tanggapan 9 – Swastiarso Herry Putranto@cendrawasih

Pak Hasanuddin,

Ya anda benar saya kelupaan menyebut produsen2 LPG tersebut, karena yang saya maksud adalah produsen yang sudah berani masuk pasar bersaing langsung dengan LPG Pertamina secara komersial dan menggunakan merek sendiri,. Memang spt Titis Sampurna dan Medco di Sumsel itu mereka menjual kembali LPG nya ke Pertamina. Saya memang berharap semakin banyak produsen LPG or CNG dari sektor swasta ini akan lebih baik supaya pasar mempunyai banyak pilihan dan alternative pasokan.

Sukses deh buat Mas Hasanuddin dan jangan lupa untuk hadir jika diundang oleh Migas untuk menyusun Pedoman Instalasi/Peralatan Pengangkutan Gas Non Pipe Line. Mohon draft SK Menteri ESDM dikomentari sebagai masukan. Sudah terima dari Pak Budhi ?

Tanggapan 10 – hasanuddin_inspector

Pak Herry

In future (shortly) saya percaya akan byk new LPG/CNG producers. Bhkn (melihat pergerakan2 yg terjadi) new LNG centres medium smpe large scale jg akan sgr terdevelop dlm hitungan 2-3 thn kedepan….

Sukses buat apanya pak? Hehehe, lha wong semuanya masih ‘on paper’ aja…;-) msh bth dilembur2 kyk sekarang ini. Kita kolaborasikan aja pak nanti outputnya…

Anyway, sy blm terima draft datanya. Input di awal sj, semoga cakupan bahasan tidak cuma mengcover CNG tetapi jg LPG dan LNG krn shortly transportasinya akan byk mondar-mandir di laut + daratan kita 🙂

Tanggapan 11 – Admin Migas

Draft Kepmen memang belum saya distribusikan ke Team KMI, karena format yang diterima dalam MS Word 2007.
Karena tidak semua anggota team punya MS Word 2007, maka lagi saya ubah ke format MS Word 2003.
Besok pagi draft Kepmen tersebut pasti sudah sampai di mailbox anda.

Kalau team KMI solid dan mau bekerja keras, yah harus memasukkan LPG & LNG dong… Kan gas bumi. Bahkan meeting kemarin juga berencana akan memasukan regulasi sampai ke mother station dan flare system.
Contoh yang lain, untuk regulasi di transportasi minyak juga akan memasukkan pengangkutan crude oil dan pelumas. Makanya, jangan lupa menyempatkan hadir minggu depan di Ditjen Migas.

Ditunggu yah masukan dan sumber referensinya.

Tanggapan 12 – hasanuddin_inspector

Baik pak trmkash. I’ll do my best to support KMI.

Sy tunggu kiriman draftnya.