Mohon pencerahannya tentang procedure/aturan (baik dari pemerintah atau standart yang berlaku di internasional) yang mengatur tentang pemasangan peralatan instrument seperti sensor temperature untuk alarm yang ditempatkan dalam gudang penimbunan bahan peledak (handak). Pemasangan sensor temperature ini merupakan rekomendasi dari Ditjen Migas untuk memonitor temperature dalam ruangan gudang handak (tidak lebih dari 35o C). Gudang handak ini dalam pengelolaannya juga melibatkan pihak Polri dan pihak Polri tidak mengizinkan adanya peralatan elektronik (meskipun explosion proof).

Tanya – Muhamad Razuli

Yth Rekan Milis,

Mohon pencerahannya tentang procedure/aturan (baik dari pemerintah atau standart yang berlaku di internasional) yang mengatur tentang pemasangan peralatan instrument seperti sensor temperature untuk alarm yang ditempatkan dalam gudang penimbunan bahan peledak (handak). Pemasangan sensor temperature ini merupakan rekomendasi dari Ditjen Migas untuk memonitor temperature dalam ruangan gudang handak (tidak lebih dari 35o C). Gudang handak ini dalam pengelolaannya juga melibatkan pihak Polri dan pihak Polri tidak mengizinkan adanya peralatan elektronik (meskipun explosion proof). Terimakasih diucapkan atas perhatian dan bantuannya.

Tanggapan 1 – Akh. Munawir

Pak Razuli,

Jika Electronic Device dgn Explossion Proof Spec. tdk di ijinkan, Pake thermometer konvensional (air raksa di dalam gelas kaca) saja pak.
Yang ditempatkan di titik2 tertentu ‘expected hazard (high temp.) point’. Lalu untuk memonitornya, diperlukan operator manusia (mungkin: sekuriti) utk ronda, mengawasi dan mencatat baca’an temperature di termometer tsb tiap priode tertentu (1 jam sekali misalnya).

Btw, boleh tau ga pak alasan knp Ex. Proof juga tdk diijinkan Kepolisian utk dipakai?

Tanggapan 2 – Muhamad Razuli

Sebetulnya thermometer konvensional sudah terpasang di dalam gudang handak, rencananya utk keperluan alarm akan dipasang sensor temperature disamping itu jika suhu dalam gudang handak lebih dari 35 derajat C menghidupkan water sprayer di atap gudang untuk membantu menurunkan temperature atap.

Justru itu Pak Munawir, saya itu mau nyari referensi yang bisa digunakan untuk instalasi tsb dan menjelaskan ke pihak Polri (Polres & Polda) bahwa ada aturan yang membenarkan pemakaian permanent electronic device di gudang handak. Mungkin asumsi mereka takut ada spark atau electromagnetic field yang dapat memicu terjadinya ledakan. Saat masuk ke dalam gudang handak semua peralatan elektronik sampe jam tangan yang pake battery harus dilepas.

Tanggapan 3 – Akh. Munawir

Saya tidak punya informasi mengenai peraturan di Indonesia tentang Explossive Substances Storage.

But in NORMAL PRACTICE, Electronic Device (e.g. Heat/Temperature Detector, Smoke Detector) with Explossion Proof specification should be suitable/applicable to be used for Hazardous Area Class.1 Div.1 or Zone 0 (include gudang bahan peledak).

Yang perlu dipahami bahwa, electronic devices which have explossion proof. spec memiliki desain casing yg mencegah/menahan electrical spark atau loncatan api keluar dari enclosure device tersebut.
Or with other word we can say, those devices are guaranteed by Manufacture & Authority Have Juridiction, Safe to be used for hazardous area.

Tanggapan 4 – Novan Erstyawan

Bapak-bapak,

Untuk masalah bahan peledak komersial (non organik) terutama yang digunakan dalam operasi Minyak dan Gas Bumi, mungkin 2 rujukan di bawah ini dapat membantu:

1. Safe Conduct of Explosive Handling in Indonesia, dikeluarkan oleh Ditjen. Migas

2. Juklak POLRI No. 29/VII/1991 tentang Pengawasan, Pengendalian dan Pengamanan Bahan Peledak Non Organik ABRI

Di kedua rujukan tersebut dibahas juga mengenai gudang bahan peledak baik yang permanen atau temporer. Di situ memang menyebutkan adanya larangan instalasi listrik di dalam gudang bahan peledak. Apakah instalasi peralatan instrumentasi yang digunakan untuk mengukur temperatur di dalam gudang bahan peledak tersebut melanggar peraturan tersebut, mungkin hal ini dapat didiskusikan dengan Ditjen. Migas.

Memang benar bahwa ada ketentuan tentang temperatur maksimum dalam gudang bahan peledak (35 deg. C). Praktek kita selama ini adalah menempatkan thermometer manual di dalam gudang bahan peledak yang bisa dilihat dari luar. Pada prakteknya pengecekan seperti ini susah banget Pak.