WHCP sesuai dengan namanya ( Well Head Control Panel) fungsinya adalah untuk mengontrol actuator valve yang ada di area well head. Actuator valve yang di kontrol adalah SCSSV ( Surface Controlled Sub Surface Safety Valve) atau downhole valve, SMV ( Safety Master Valve), SWV ( Safety Wing Valve) dan LVO ( Last Offshore Valve). WHCP di operasikan dalam 3 jenis pressure.

Tanya – Salim

Dear Rekan2…

Minta Penjelasan Applikasi Well Head Control Panel ( WHCP ) untuk onshore/offshore yang biasa digunakan apa aja Instrumentnya?

Jika boleh di lampirkan artikelnya or e-booknya..

Tanggapan 1 – Sketska Naratama

Sesuai namanya aja pak Salim,
tentu fungsi besarnya adalah utk mengontrol well head (kepala sumur minyak).
Seingat saya sudah di upload materi nya di website migas ind.

Tanggapan 2 – Budhi, Swastioko (Singgar Mulia)

Kelihatannya email ini tidak dijawab oleh rekan milis yang lainnya, untuk itu saya mencoba memberikan 6 dokumen mengenai Wellhead Control Panel yang sudah diletakkan di URL : http://migas-indonesia.net/index.php?option=com_docman&task=cat_view&gid=200&Itemid=42

1. Hydraulic & Pneumatic Wellhead Safety Systems

2. Selfcontained Well Control

3. System Requirements Wellhead Control and Hydraulic Power

4. Trident Based Wellhead Control System

5. Wellhead Components Sample

6. Wellhead Control Panel

Kalau ditanyakan mengenai aplikasi WHCP dan instrumentasi di dalamnya, yah tergantung kebutuhan klien. Kebetulan dulu sewaktu di EPCI, pernah merancang WHCP bersama-sama Ken Arcenaux (Petrotech dan KMA). Sebagai contoh, Welhead Platform Belanak menggunakan sistem hidraulik dan pneumatic untuk 32 sumur, jadi kebayang kan bagaimana besarnya. Untuk West Lobe Platform, WHCP digabung bersama-sama pneumatic local control lainnya menjadi sebuah common panel. Lihat saja contoh-contoh aplikasinya di dalam folder di atas.

Tanggapan 3 – Agus Yulianto

Hanya menambahkan jawaban dari Pak Budi.

WHCP sesuai dengan namanya ( Well Head Control Panel) fungsinya adalah untuk mengontrol actuator valve yang ada di area well head. Actuator valve yang di kontrol adalah SCSSV ( Surface Controlled Sub Surface Safety Valve) atau downhole valve, SMV ( Safety Master Valve), SWV (
Safety Wing Valve) dan LVO ( Last Offshore Valve). WHCP di operasikan dalam 3 jenis pressure.

1. LP (Low Pressure) sekitar 5 bar digunakan sebagai controller atau driver solenoide valve untuk mengalirkan atau menventing hydraulic oil ke line actuator valve.

2. MP (medium Pressure) sekitar 311 bar digunakan untuk menggerakkan actuator SMV, SWV dan LVO.

3. HP ( High Pressure) sekitar 590 bar digunakan untuk menggerakan actuator SCSSV. untuk LVO ada panel control yang terpisah dari panel WHCP, dari WHCP hanya mengambil supply dan untuk line return.

Untuk instrument-instrument yang terpasang antara lain:

1. Level Transmitter. LT terpasang di return tank dan reservoir tank, digunakan untuk memonitor level oil yang terdapat dalam return dan reservoir tank.

2. Pressure Transmitter. 2 buah PT terpasang di presure header MP digunakan sebagai PSL (Pressure Switch Low) secara logic di DCS setting PSL sekitar 290 bar, jika terjadi PSL maka Hydraulic pump akan running untuk menstabilkan kembali MP pressure. 2 buah PT terpasang masing masing di LP, MP, HP line, digunakan sebagai PSLL (Pressure Switch Low Low) secara logic oleh DCS. Setting PSL LP = 4 bar, MP = 120 bar dan HP = 490 bar, jika terjadi PSLL maka akan terjadi PSD ( process shutdown). 1 buah PT terpasang di masing masing line yang menuju actuator valve SCSSV, SMV, SWV dan LVO, digunakan untuk memonitor pressure di line tersebut.

3. Solenoide. Solenoide digunakan sebagai driver untuk mengatur gerakan dari pressure hydraulic. di initiate dari hand switch maupun sinyal ESD.

4. PSV (Pressure Safety Valve) terpasang di setiap line pressure LP, MP dan HP, digunakan sebagai safety bila terjadi over pressure di setiap line.

WHCP dapat dioperasikan dalam 2 mode:

1. Normal sequence ( Setiap valve dioperasikan harus mengikuti sequencenya)

2. Out off sequence ( Setiap valve dapat dioperasikan tanpa mengikuti sequence nya).