Sebelum kita melakukan konstruksi pengelasan, harus ada WPS/PQR, karena salah satu parameter yang kita peroleh didalam WPS/PQR tersebut kita dapat mengetahui jenis dan ukuran kawat las yang akan dipakai untuk material yang digunakan. Kita harus mempunyai WPS/PQR pada saat hendak melakukan pekerjaan pengelasan.

Tanya – rudi depari

Selamat siang bapak/ibu,

Mohon pencerahannya mengenai WPS & PQR :

1. Apa satu hal yang lazim jika pada saat kita mendaftar tender dimintakan WPS & PQR yang disyahkan oleh Dirjen Migas?.

Terimakasih atas, masukannya.

Tanggapan 1 – novembri nov

Pak Rudi …

Untuk ikut tender (assume) migas yang beroperasi di teritorial Indonesia ya perlu WPS yang di approve MIGAS. Kalau nggak ada WPS PQR MIGAS apa bisa ikut ternder juga…?
Menurut saya ya bisa juga, yang penting nanti kalau sudah menang tender ya bapak siap siap aja membuat WPS / PQR baru yang nantinya di endorse MIGAS. Sebelum bapak ikut tender bisa kalkulasi bapak butuh berapa WPS untuk menyelesaikan proyek tsb. Biasanya planning WPS yang akan di buat sudah diattch dalam data tender untuk di ketahui pemilik barang .

Selamat Pak semoga menang tender.

More info click : http://hazwelding.wordpress.com

Tanggapan 2 – rudi depari

Pak Novembri,

Terimakasih atas masukannya. Saya sepakat WPS/PQR diperlukan pada saat kita hendak melaksanakan pekerjaan tersebut. Tetapi kalau pada saat mendaftar harus sudah mempunyai WPS/PQR, dan jikalau tidak ada maka kita tidak dapat mengikuti tender, adalah persyaratan administrasi yang mengada-ada. Apa dasar aturan/hukumnya?.
Jikalau memang demikian, kita harus membuat WPS/PQR , berapa banyak?. Karena sepengetahuan saya dengan material berbeda WPS/PQR nya, pasti berbeda. Mohon pencerahan teman2 yang lain.

Tanggapan 3 – rosidin rosidin

Krn itu sebagai gambaran kapabilitas dari company yg akan dikasih job. Mrk tentu tidak mau tanggung resiko kasih job ke company yg blm tentu mampu melakukan pengelasan utk project mrk. Lagian bikin WPS/PQR itu gak gampang pak…dan butuh waktu yg lama (terutama utk NDT & mechanical test-nya)….

Tanggapan 4 – budiman

Sebenarnya WPS nggak perlu ditampilkan oleh peserta tender, malah sebaliknya justru WPS tersebut perlu disebutkan dalam dokumen tender untuk mengingatkan agar peserta tender aware untuk mengalokasikan biaya untuk pembuatan WPS tersebut.

Itu cuma teknik memperkecil jumlah peserta tender saja untuk kepentingan pihak tertentu.

Tanggapan 5 – Tomi Budi

Sebenarnya untuk pembuatan 1 WPS/PQR include dengan NDT dan Mechanical Test tidak terlalu lama, hanya butuh waktu seminggu saja. Yang membuat lama adalah sistem birokrasi-nya seperti perijinan ke Lab. Mechanical Test dan Perijinan serta approval dari Migas aja.
Dan apa salahnya jika P’ Rudy punya WPS/PQR sendiri, toh akan dipakai untuk project-project seterusnya jika bapak menang tender nantinya. Untuk material yang digunakan pada Project-Project tersebut sebenarnya ndak jauh2 beda pasti antara CS to CS, SS to SS, CS to SS, Clading.

Tanggapan 6 – rudi depari

Pak Tomi Budi,

Pengalaman kami dalam dunia konstruksi khususnya di oil and gas, sebelum kita melakukan konstruksi pengelasan, harus ada WPS/PQR, karena salah satu parameter yang kita peroleh didalam WPS/PQR tersebut kita dapat mengetahui jenis dan ukuran kawat las yang akan dipakai untuk material yang digunakan.. Saya sepakat 100%, bahwa kita harus mempunyai WPS/PQR pada saat hendak melakukan pekerjaan pengelasan. Yang menjadi concern saya, apakah ada aturan ataupun apakah menjadi persyaratan wajib kita harus mempunyai WPS/PQR pada saat mendaftar tender?. Saya kok melihatnya lebih cenderung persyaratan tersebut hanyalah untuk mengurangi peserta tender untuk kepentingan orang tertentu. Dan kalau seandainya begitu, apa yang dapat saya lakukan, mengadu ke KPPU?. Dan apakah persyaratan ini, sudah baku dalam dunia oil and gas khususnya di Indonesia ?

Tanggapan 7 – novembri nov

Pak Rudi ..

Ikut tender mestinya boleh aja, asal bapak dalam tender documentnya memasukkan welding plannya termasuk WPS yang akan di runningkan nantinya. Harus lengkap dan mengcover semua pekerjaan.

Tapi kalau sudah menang tender jangan nakal, dulu katanya mau bikin WPS. Sudah menang WPS nya nggak dipikirkan. Dulu waktu mau ikut mau bikin 30 WPS kalau sudah menang dibikin cuma 10 yang lain diakal akalin aja. Bukan apa apa satu WPS duitnya bisa 60 juta ~ 80 juta. Sehingga jadi nakal. Nanti kalau ketahuan bisa diadukan ke KPK he he he,….( bercanda pak…)

Jadi menurut saya Bapak sah dan boleh ikut tender.

Tanggapan 8 – Tek Ri

Dear Pak Rudi,

Client biasanya hanya ingin melihat kita sudah berpengalaman atau belum untuk mengelas material jenis tertentu misal titanium, nickel ally. Tapi kalau materialnya hanya carbon steel, masa sih wps-nya tidak punya. Kalau belum pernah bersertifikat migas, yah nanti saja sertifikatnya, sertifikasinya khan cost juga, walaupun sebenarnya asset.

Terima kasih.

Tanggapan 9 – lukman hakim

Ikut nimbrung neh, kalau saya kira persyaratan wajib harus mempunyai WPS pada saat mendaftar tender adalah untuk tujuan biar gak ribet mikirin WPS biar schedullenya gak terganggu, bayangin aja kalau suatu project harus ada 10 WPS, berapa lama waktu yang terbuang hanya untuk membuat WPS? Kalau perusahaannya sudah biasa bikin WPS mah enak, lha kalau belum, apa ndak tambah pusing, belum lagi kalau si perusahaannya yang menang tender berusaha malsuin WPS dan ketahuaannya belakangan. Kan lebih enak kalau perusahaannya sudah punya WPS,..it¢s just my opinion. Dan kalau bapak ndak ada WPS tapi mau ikut tender mungkin bisa joint operation sama perusahaan yang lain yang sudah punya WPS tentunya. Tapi kalau mau bikin WPS buat saja yang P-No materialnya yang sering digunakan.

Tanggapan 10 – Tomi Budi

P’ Rudy,

Di pihak owner sebenarnya sudah mempunyai aturan-aturan tersendiri dalam pembuatan tender. Hal ini base on experience project-project mereka terdahulu, jadi mereka melakukan improvement-improvement dalam perusahaan tsb, untuk mengetahui aturan/prosedure apa saja yang diperlukan dalam membuat sebuah project baru. Dan owner bisa lebih mudah melihat capability suatu kontraktor serta untuk me-reduce / meminimalis permasalahan yang timbul jika project tersebut sudah dimenangkan oleh salah satu kontraktor.
Sebenarnya bukan masalah WPS/PQR saja yang mutlak diperlukan dalam tender, owner pasti juga membutuhkan project schedule, serta price yang ditawarkan oleh kontraktor..

Jadi persyaratan-persyaratan tsb bukan cenderung untuk mengurangi peserta tender untuk kepentingan tertentu.