Select Page

Penempatan lokasi fire hydrant itu didasarkan pada lokasi areanya, apakah itu building, process facilities, atau di tankfield. Biasanya company punya spec sendiri untuk penentuan hal ini.
Hydrant biasanya akan dihubungkan dengan hose reel ataupun dihubungkan dengan portable booster (mobile/ portable) pump. Untuk yang dihubungkan dengan hose reel, ada tekanan maksimum dari hydrant dimana setiap orang dapat menghandle pada tekanan dan flow hose reel.
Karena hydrant dihubungkan dengan hose reel, maka anda harus cari referensi tentang hose reel juga untuk pola aliran dan tekanan dari hose reel yang dihubungkan dengan thread dari hydrant yang 1 1/2′, 2 1/2′, dan 4 1/2′. Untuk hydraulic calculation yang ujung2nya berhubungan dengan pompa main fire water puimp dan jockey pump, biasanya ditentukan dengan dengan residual pressure tertentu dari hydrant yang paling jauh, dengan mempertimbangkan juga tekanan dari fire water line yang lain , seperti hubungan dengan hydrant yang dekat dengan fire water pump (tekanan maksimum fire hydrant) , sprinkler system, dan juga foam system (untuk crude tank).
Biasanya untuk mengoptimasi tekanan2 itu, yang kita manipulasi adalah ukuran pipa2 fire water line-nya dan fire water loop (penambahan grid system) berdasarkan NFPA 13 dan 15.

Tanya – PRINCE TAMBUNAN

Dear Rekans,

Iseng2 nih, kebetulan lagi ngerjain proyek firewater hydraulic calculation.
Kebetulan ada equipment hydrant yang mau ditambahkan dalam sistem.
Selanjutnya saya baca2 company spec dan NFPA untuk code specialist fire fighting.
Tapi kok hasil yang saya temukan gak memuaskan ya..
Lebih jelasnya pada company spec dan NFPA hanya memberikan spacing location dan minimal flow dari hydrant yang akan kita design saja. Kok gak ada berbicara tentang basic criteria penempatan hydrant, berapa optimum flow yang kita butuhkan untuk equipment atau plant protection yang berbeda.
Kalo hanya berdasarkan spacing saja dan flow yang sudah tertentu, tentunya penempatan hydrant ini bisa tidak tepat sasaran alias tidak tepat guna.
Apakah ada rekan2 yang pengalaman dalam mendesign hydrant?
Please advicenya…
Thanks before…

Tanggapan 1 – Punjung Sasmito

Bapak Tambunan,

Saya sekedar ingin sharing aja,

Untuk hydrant, sejengkal yg saya ketahui penempatan hydrant min 1.5 m dari jalan, sekurang-kurangnya 10 m dari perpotongan jalan (perempatan ato pertigaan ato opo lah..pokoknya persimpangan jalan), tikungan jalan, bangunan atau stuktur2 yg lain.

Untuk hydrant biasanya dilengkapi dengan hose reel, sehingga bisa mencapai seluruh zone yg diproteksi (tetapi biasanya juga ada deluge system).

Maaf pak cuma segini yg bisa saya sharing. Maklum pak baru junior bangeet.hehehe

Tanggapan 2 – Rudi Embanan Zamrud

The Fire Hydrant shall comform to following:

1. The hydrant assemblies shall be suitable for working pressure 0f 10 barg and hydrostatically tested to 18 barg.

2. The size of fire hydrant shall having 6 inch diameter barrel with dual valve 2 1/2 inch diameter hose outlets according to BS 336

3. Hydarnts shall be DRY BARREL valved types connection through extention piece to a flanged T connection on the buried firewater ring main

4.Hydrant inlet valve shall be ball valve from compatible material with 6 inch diameter flanged inlet and outlet.

5. Hydrant shall be provided at a spacing of 30 m for proses area ang 23 m tank area. and isolation valve shall be provided at each 100 m

.

5. Installation for ring main shall be loops system.

Any other questions dont hesitate to contact me via JAPRI.

Tanggapan 3 – Akh. Munawir

Pak Rudi,

Mungkin design criteria dibawah ini hanya applicable untuk suatu Project/Plant.

Dan menurut saya angka2nya tdk Applicable untuk dijadikan Fire Hydrant General Guidelines.
Karena angka2 tersebut didapatkan dari hasil perhitungan dan Assessment yg proper.

Pembahasan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia dapat dilihat dalam file berikut:

Share This