Oil and gas seeps (rembesan) pada umumnya digunakan untuk mengetahui adanya kandungan hydrocarbon (HC). Untuk di wilayah shelf marine sampai kedalaman 4000 meter, salah satu parameter adanya rembesan oil dan gas ini adalah pockmarks. Di north sea, pockmarks ini diteliti secara intensif oleh Martin Hovland (www.martinhovland.com). Meskipun tidak 100% adanya pockmarks berarti ada kandung HC, tapi adanya pockmarks menunjukkan adanya fluida yang bergerak ke permukaan.

Tanya – Zaki

All,

Mohon bantuannya apakah ada yg punya referensi pemanfaatan oil seeps atau gas seeps?
Thanks.

Tanggapan 1 – cahyo nugroho

Bapak Zaki,

Oil and gas seeps (rembesan) pada umumnya digunakan untuk mengetahui adanya kandungan hydrocarbon (HC). Untuk di wilayah shelf marine sampai kedalaman 4000 meter, salah satu parameter adanya rembesan oil dan gas ini adalah pockmarks. Di north sea, pockmarks ini diteliti secara intensif oleh Martin Hovland (www.martinhovland.com). Meskipun tidak 100% adanya pockmarks berarti ada kandung HC, tapi adanya pockmarks menunjukkan adanya fluida yang bergerak ke permukan.
Sedangkan untuk yang di continental area (daratan), rembesan ini pada jaman dahulu (sebelum petroleum industry booming), digunakan oleh native american untuk sumber energi yang disalurkan kepada obor, juga aspalnya digunakan untuk memperhalus jalan, dan masih banyak lagi lainnya. Informasi singkat bisa dilihat di http://geomaps.wr.usgs.gov/seeps/history.html.
Rekan-rekan migas lainnya silakan menambahkan.
Semoga bermanfaat.

Tanggapan 2 – Zaki

Terima kasih Pak.

Yg saya maksudkan apakah pernah ada komersialisasi dari oil & gas seeps ini? Artinya apakah kemudian dari rembesan ini kemudian dijadikan sumur pemboran atau sumur produksi atau bagaimana? Mengingat rembesan ini berarti ada akses langsung ke permukaan dari reservoir migas. Ataukah cara terbaiknya dg melakukan pemboran di tempat lain ke reservoir tsb (lalu bagaimana pengaruh operasi pemboran thd existing rembesan yg keluar secara alami)?

Tanggapan 3 – Rinaldi Mulyono

Penggunaan rembesan gas sejauh ini masih digunakan secara tradisional oleh penduduk setempat, seperti di daerah Pamekasan, Madura, Sragen dll. Mereka menggunakan untuk penerangan jalan dan bahan bakar rumah tangga dengan teknologi sederhana. Ada beberapa penelitian mengenai kemungkinan ekonomis dan tidaknya pemanfaatan rembesan gas salah satunya dilakukan puslitbang geologi kelautan, lebih lengkap silahkan baca
artikelnyahttp://www.mgi.esdm.go.id/Artikel/tabid/92/ctl/Details/mid/446/ItemID/68/Default.aspx

.

Dalam hubungannya untuk mencari keberadaan hidrocarbon rembesan minyak dan gas bumi mengindikasikan dibawah permukaan petroleum sistemnya aktif, dan beberapa lapangan-lapangan di indonesia ditemukan awal mulanya terindikasi dari rembesan tersebut. Untuk daerah offshore seperti yang pak Cahyo sampaikan untuk mencari rembesan migas dengan mencari dan meneliti pockmarks. Beberapa tahun yang lalu salah satu services company di Indonesia juga melakukan hal yang sama, mereka mengambil sample di perairan laut jawa (daerah Jawa Timur) untuk meneliti kemungkinan adanya rembesan minyak dan gas.