Safety system pada disltillation dapat kita ketahui dengan cara : 1. dari Hazops dan what if analysis. Akan didapat potensi bahaya dan cara-cara mengatasi nya; 2. dari pengalaman selama operasional distillation; 3. safety system juga dapat dilengkapi dengan pemasangan instrumentasi dan control yg tepat (sesuai standard, tepat spesifikasi, tepat biaya); 4. mulai dari water content in CDU feeding sdh dpt mengandung bahaya; 5. kondisi api di furnace juga dapat mengadung biaya; 6. kepeduliaan kepada pressure dan temperature alarm juga dapat mengadung bahaya; 7. penanganan yang tepat terhadap kondisi up set; 8. Dll.

Tanya – rochim bakti

Selamat siang semuanya…..

Saya adalah mahasiswa master di Chalmers University Sweden, saat ini saya sedang mengerjakan thesis dengan topik safety improvement at distillation system. Hal ini karena dilatar belakangain dengan banyaknya kecelakan di dunia oil refinery terjadi di area distillation. Saya meninjaunya melalui tiga sudut pandang yaitu human error, process design and management errors. Output dari thesis ini adalah model yang dapat memprediksi apakah system itu aman atau tidak untuk dijalankan..semacam swiss cheese model.
Nah….sekarang ada tidak diantara milister yang punya pengalaman mengenai safety yang sedang saya kerjakan?
Mohon sarannya……

Tanggapan 1 – adhi budhiarto

Mudah-mudahan gak telat nih nge-response-nya, baru kebaca.

Saya belum jelas benar yang dimaksud mas Ochim, tapi mungkin beberapa pengalaman saya dibawah ini bisa membantu. Beberapa permasalahan yang sering terjadi di area distillation yang kemudian akan berefek ke faktor safety adalah sebagai berikut :

1. Fouling di preheater Crude Distillation Unit/CDU dan Vacuum Distillation Unit/VDU (bisa dikelompokkan sebagai management error, human error, atau juga process design error).

Fouling di preheater CDU & VDU ada yang mengatasinya dengan cara injeksi anti-fouling agent di upstream. Tapi bagi sebagian refiner, injeksi anti-fouling agent ini dianggap tidak efektif atau ‘buang-buang duit’ (terutama karena biaya chemical yang mahal). Timbulnya masalah safety adalah saat refiner akan mengatasi masalah fouling di-preheater ini dengan cara ‘shocking’ (biasanya dilakukan di CDU bukan di VDU; maaf saya kurang tau detil metoda ‘shocking’ ini tapi kurang lebih mengharapkan adanya sedikit vibrasi di preheater dengan harapan fouling akan rontok dan terikut oleh aliran; kalo gak salah dengan cara menurunkan feed secara mendadak kemudian menaikkan feed lagi). Cara ini menurut saya sangat tidak ‘safe’ karena bisa aja ada flange leakage akibat vibrasi yang kemudian akan menimbulkan flash. Sebagian refiner mempunyai ide dengan menyediakan spare preheater (biasanya preheater yang fouling di CDU adalah rangkaian preheater yang terakhir, jadi spare preheater ini disediakan untuk rangkaian preheater yang terakhir). Metode ini sudah diterapkan di kilang Dumai & Cilacap. Pro-kontra sih, soalnya kan gak murah menyediakan spare preheater. Tapi mungkin perhitungan keekonomiannya masuk, karena kalo harus cleaning preheater minimal butuh waktu 2 hari stop plus start/stop unit masing-masing 1 hari, jadi total hari stop bisa 4 hari, plus potential loss gara-gara unit-unit di downstream harus turun feed juga terutama unit penghasil duit seperti platforming, FCC/RCC, atau HCC.

2. Flash saat membuka preheater VDU untuk cleaning (process design error?)

Pernah/sering terjadi flash saat dilakukan pembukaan preheater VDU untuk cleaning. Saya mengelompokkan ini sebagai process design error, soanya seringkali kita tidak mungkin membuka preheater VDU dengan cara ‘halus’, seringkali harus dengan cara ‘kasar’, karena selain preheater tersebut mengalami hard-fouling, umumnya preheater itu gak pernah dibuka selama 3-4 tahun (siklus turn around VDU biasanya 3-4 tahun), jadi susah banget bukanya, kadang-kadang bautnya yang gede-gede itu patah dan harus dipotong. Mungkin bisa dikembangkan cara agar bisa lebih mudah membuka preheater VDU ini, mungkin pake chemical?

3. Kebocoran di VDU (bisa dikelompokkan sebagai process design error atau human error)
Biasanya kebocoran terjadi di line top kolom VDU. Kebocoran ini kalo parah ya bisa membuat kolom meledak. Biasanya di atasi dengan memasang oxygen analyzer di overhead receiver (untuk antisipasi kebocoran; atau bisa juga dilihat dari top pressure) dan injeksi corrosion inhibitor/filming amine pada downstream overhead condenser (upstream overhead receiver). Bisa muncul kesalahan disain disini, misalnya saya pernah menemukan tidak ada line injeksi corrosion inhibitor pada top kolom VDU (saya cari tau alasannya, konon karena tidak ada corrosion inhibitor yang cocok untuk material Cu-Ni yang dipakai sebagai material Tube top condenser). Tapi menurut saya corrosion inhibitor di top kolom VDU is a must.

4. Oxygen analyzer VDU yang gak sesuai spesifikasinya (bisa dikelompokkan sebagai process design error atau human error)

Ini masih terkait dengan point 3 (kebocoran di VDU). Saya pernah mendapati oxygen analyzer di overhead condenser gak bisa dioperasikan karena spec moisture untuk oxygen analyzer yang terlalu ketat. Waktu itu si instrument engineer menganggap moisture di overhead condenser sangat rendah hanya berdasarkan 1 kali analisa laboratorium. Padahal, moisture di overhead condenser wajar tinggi karena disitu ada steam ejector. Setelah diakal-akalin akhirnya bisa juga oxygen analyzer itu dioperasikan setelah dipasang filter dan secara intermittent harus dilakukan drain. Drain ke atmosferis ini gak terlalu safe karena dikhawatirkan ada gas terikut di-venting ke atmosferis.

5. Fouling di packing tray VDU (bisa dikelompokkan sebagai human error).

Munculnya masalah safety untuk kasus ini adalah saat stop unit akan pergantian packing tray. Kalo gak hati-hati akan menyebabkan terjadi ledakan. Fouling di packing tray VDU yang sangat parah menyebabkan sangat susah untuk membongkarnya, sehingga harus dipukul-pukul yang dapat menyulut percikan api. Pernah terjadi kebakaran kecil saat penggantian packing tray di VDU kilang Dumai sekitar tahun 1999. Tapi Alhamdulillah pada penggantian packing tray tahun 2007 yang lalu, kilang Dumai dapat melakukannya dengan sukses. Fouling di packing tray VDU bisa terjadi karena kurangnya Gas oil washing ke packing tray (mungkin karena salah hitung kebutuhan minimum gas oil washing atau nozzle spray gas oil washing mampet atau disain gas oil washing gak bagus). Fouling di packing tray VDU bisa juga terjadi karena pada saat emergency stop, packing tray tidak segera di-flashing shingga menyebabkan terbentuknya hard-fouling.

6. Miss communication/management saat plant stop/turn around (bisa dikelompokkan sebagai human error).

Saat plant stop, yakinkan bahwa line yang harus di-blind masih di-blind saat pengerjaan pengelasan. Pernah terjadi di suatu kilang terjadi miss communication : pekerjaan pembongkaran kolom distilasi saat itu sudah dianggap selesai sehingga blind line dari reboiler dibuka karena disiapkan untuk start up, ternyata ada sedikit perbaikan yang mengharuskan pengelasan di bagian atas kolom distilasi. Begitu percikan api las jatuh ke bagian bawah kolom yang mengandung fuel gas terjadi ledakan yang merontokkan seluruh tray yang ada di dalam kolom distilasi tersebut.
Semoga membantu.
Untuk lebih jelasnya boleh japri ke saya untuk diskusi lebih lanjut.

Tanggapan 2 – Maison Des Arnoldi

Mas Ochim,

Cakupan pertanyaannya cukup lebar dan luas.

Keterangan dari Mas Adhi tsb mungkin sebagian kecil saja.

Safety system pada disltillation dpt kita ketahui dgn cara sbb (tak terbatas dan mgkn bisa menambah info)

1. dari Hazops dan what if analysis. akan didapat potensi bahaya dan cara2 mengatasi nya.

2. dari pengalaman selama operasional distillation.

3. safety system juga dpt dilengkapi dgn pemasangan instrumentasi dan control yg tepat (sesuai standard, tepat spesifikasi, tepat biaya).

4. mulai dari water content in CDU feeding sdh dpt mengandung bahaya.

5. kondisi api di furnace juga dpt mengadung biaya.

6. kepeduliaan kpd pressure dan temperature alarm juga dpt mengadung bahaya.

7. penanganan yg tepat terhadap kondisi up set

8. dll cukup banyak aspek
mungkin utk pertanyaan yg lebih khusus dan lebih kearah isntrument control mudah2an kita bisa diskusi via japri saja.