Tidak ada yang begitu special dalam design PLEM (Pipe Line End Manifold). PLEM kurang lebih seperti satu package equipment. Isinya kurang lebih piping system, valve, dll.
Mungkin yang beda, semua piping/equipment yang ada di-PLEM harus didesain untuk kondisi air laut dengan kedalaman tertentu.

Tanya – syl_abc_xyz

Bapak2/ Ibu2,

Saya baru involved dengan pipeline detailed design. ada beberapa
pertanyaan yang saya musti clarify. mohon pencerahan ya:

1. adakah guideline untuk PLEM design? pemahaman saya skg itu PLEM
piping tetap punya pipeline properties yang sama dgn pipeline yang
tersambung. jadi basically yang di-design adalah PLEM structure
(protective cage + mudmat) nya. benarkah? selain berat dari
cage+piping dari PLEM itu dan reaction forces dari pipeline/ riser
yang disambung ke PLEM adakah input lain yang diperlukan? ada
recommended reading buat ini kah?

2. pipeline project kami 10′ dan 8′, oil production pipeline dengan
design temperature 130C. corrosion coating yang recommended itu 25mm
insulation coating + 0.2mm FBE + 0.2mm adhesive coating. Menurut
client (tanpa basis yang pasti) pipeline dengan coating ini di
kedalaman air kira2 100m punya masalah dgn compressibility of
insulation coating. material properties nya akan berubah. benarkah?
adakah yang punya pengalaman dgn kejadian semacam ini?

3. adakah yang punya methodology buat corrosion allowance assessment?
typically buat oil production pipeline dan water injection pipeline.

4. ada yang tau maximum wall thickness buat ERW-manufactured pipe?

Makasih banyak! 🙂

Tanggapan – Arek Ciputat

Mbak Sylviana,

Just clarify first:

pipeline = subsea pipeline (SPL)

PLEM = pipe line end manifold

Bener kan? Berikut kurang lebih penjelasan buat pertanyaan mbak yang pertama, dengan asumsi PLEM nanti mau di-connect ke Single Point Mooring.

Untuk design PLEM, bisa coba baca Floating Structures: A Guide for the Design and Analysis (by Ltd Oilfield Publications & CMPT).

Sebenarnya, ga ada yang begitu special dalam design PLEM. PLEM kan kurang lebih seperti satu package equipment. Isinya kurang lebih piping system, valve, dll.
Mungkin yang beda, semua piping/equipment yang ada di-PLEM harus didesain untuk kondisi air laut dengan kedalaman tertentu.

PLEM piping sama properti SPL? Bisa iya bisa engga. Kan cara designnya relatif beda. Salah satu yang harus dilakukan dalam design SPL salah satunya adalah installation analysis during laying (or apapun method nya) dan ini ga dilakukan waktu design PLEM piping. Beda lainya, stabilitas SPL ditentukan dalam on botttom stability, dimana dari situ kita bisa tau apakan conrete weight coating diperlukan apa engga; sedangkan di PLEM piping pipa dah stabil krn dah ada pipe supportnya. Analysa beda, bisa beda juga dong hasilnya. So, properties PLEM piping & SPL bisa beda, bisa sama.

Secara garis besar design PLEM kurang lebih:

-. piping design

-. piping support design

-. structural design

-. foundation support (bisa pake mat foundation, gravity base or pile)

Beban yang bekerja pada PLEM piping dan structurnya biasanya beban lateral akibat elongation SPL, beban alam (ombak, arus), beban riser/underbuoy hoses, uplift, dll. Beban elongation didapat dari expansion analysis, beban riser didapat dari riser/underbuoy hoses,

Untuk yang lainnya, mungkin rekan-rekan lain bisa menambahkan.

Semoga membantu, cmiiw.