Poisoning H2S bisa melalui Pernapasan, mulut dan kulit. Jenis poisoning adalah acute dan chronical. Perhatikan cara penggunaan detector H2S, penggunaan saat di luar dan penggunaan saat naik-turun.

Tanya – Sugeng Hariyadi

Salam untuk kawan 2x milis migas semua,

Pak Budi,

Adakah reference yang bisa saya pakai untuk berbaur di daerah process yang banyak H2S-nya atau Vapour Gas…? Mohon pencerahan-nya.

Bagi kawan milis yang sudah pernah bekerja di area Vapour Gas atau H2S, bisa dong bagi – bagi pengalaman. Saat ini saya dapat tawaran kerja untuk di daerah vapor gas / yang banyak H2S-nya, bagaimana konsep dan mekanisme yang bisa saya follow-up termasuk penanganan saat ‘shut down, tie-in’. Kalau dalam hal safety precaution-nya bagaimana ya…

Trimakasih atas sharing dan penjelasan-nya.

Tanggapan 1 – adhi budhiarto

Untuk ambang batas H2S bisa me-refer posting-an mas Majid, Batam beberapa waktu yang lalu (topik Pe***C**na Gas Detector).

Beberapa hal lain yang mungkin harus diperhatikan terkait dengan pekerjaan di area H2S :

* Poisoning H2S bisa melalui :

1. Pernapasan.

2. Mulut.

3. Kulit.

* Jenis poisoning :

1. Acute.

2. Chronical.

* Perhatikan cara penggunaan detector H2S :

1. Penggunaan saat di luar.

2. Penggunaan saat naik-turun.

3. Penggunaan saat hujan.

Yakinkan mas Sugeng di-training untuk penggunaan detector H2S ini.

* Faktor safety lain :

1. Selalu perhatikan arah angin saat bekerja di area H2S (biar mudah kalo mau menyelamatkan diri).

2. Hafalkan rute penyelamatan diri.

3. Jangan sekali-kali mengecek kebocoran gas tanpa menggunakan breathing apparatus, karena kita tidak dapat mencium bau H2S konsentrasi tinggi (10-200 ppm).

4. Perhatikan jenis protection equipment yang harus digunakan (untuk di platform & di pit harus pake breathing apparatus dengan supply oksigen, untuk di ketinggian minimal harus pake masker gas).

* Tempat yang mungkin ada H2S-nya :

1. Flange yang bocor.

2. Bukaan control valve.

3. Sulfur locks (untuk di Sulfur Recovery Unit).

4. Sample connection.

5. Liquid condensate (knock out drum).

6. Instrument connection (flow, pressure).

7. Pits.

* Bagaimana harus bertindak jika terjadi kebocoran H2S/gas?

1. Lindungi diri dengan protection equipment.

2. Selamatkan diri sendiri dari area kebocoran H2S/gas (perhatikan arah angin). Jangan pernah

mencari tau sumber kebocoran atau berusaha menyelamatkan teman yang jadi korban tanpa menggunakan breathing apparatus.

3. Hanya orang yang dilengkapi dengan breathing apparatus yang boleh masuk ke area kebocoran untuk mencari sumber kebocoran ataupun korban kebocoran.

4. Jangan panik.

5. Jangan lari (karena bisa menimbulkan bahaya lainnya).

* Faktor-faktor yang dapat menimbulkan api di area H2S :

1. Sulfur + udara pada 230 degC = fire.

2. Auto ignition point = 230 degC.

3. FeS di piping.

* Auto ignition sulfur :

1. Liquid sulfur : 230 degC.

2. Sulfur dust : 190 degC.

3. H2S gas : 260 degC.

4. H2S gas : LEL = 4,3%vol (ambient) dan 3,5%vol (pada 150 degC); HEL = 45,5%vol.

5. Sulfur melting point = 119 degC, Sulfur freezing point = 114,5 degC, Sulfur boiling point = 445 degC, Sulfur high viscosity = 159 degC.

6. H2S MAC (Maximum Accepted Concentration) = 10 ppmv; SO2 MAC = 5 ppmv; H2S fatal = 600 ppmv.

Disadur dari training Sulfur Recovery Unit-Jacobs Nederland BV.

Tanggapan 2 – Maison Des Arnoldi

Mas sugeng yth,

Dari sisi jaga kesehatan bg pekerja yg banyak H2S nya adalah olahraga teratur (3 x sehari), dan banyak minum susu segar dan murni yg low fat lbh baik, sering2 minum madu dgn air hangat.
sebaiknya dipasang ON line H2S analiser pada tempat2 yg ingin dikontrol H2Snya. utk bocoran pake gas H2S detector dgn alarm.
Semoga bermanfaat.