Generasi pertama F(D)PSO bernama Pertojahl I, dibuat awal thn 70, di Norway dan di operasikan oleh Norskhydro. FDPSO ini memiliki internal turret imbeded to the hull. Generasi I ini telah berevolusi, al. letak turret chain tablenya sudah tidak submerged, ada excape tunnel dgn H120 insulation dari drilling platform ke boat deck.

Tanya – Aldy Migas

Dear Millister….mohon info nya

Saya lagi belajar tentang kapal.

1. mohon info dari millister kalo punya basic tentang kapal.. (bagian2xnya ato kapal terminology).

2. apa fungsi dan prinsipal dari TURRET pada sebuah FPSO..?

3. prinsipal dari FDPSO..

Makasih banyak..

Karena saya masih sangat hijau di dunia perkapalan.

Tanggapan 1 – Abu Abdurrahim

Saya tertarik & pingin tahu juga mengenai FDPSO – pertanyaan ke-3 dari Pa Aldy di bawah, karena selama ini yang saya tahu hanya FSO (Floating Storage and Offloading atau dan FPSO (P disini adalah Production). Perkiraan awal saya huruf D di FDPSO tersebut (karena berhubungan dengan MiGas) 99% untuk Drilling. Setelah saya googling ternyata FDPSO memang sebuah kapal atau fasilitas MiGas terapung untuk Drilling, Production, Storage dan Offloading.

Jadi yang ditanya Pa Aldy adalah Prinsip dari sebuah FDPSO (Floating Drilling Production Storage and Offloading)? Pertanyaan berikutnya:

4. Apakah Drilling unit dari FDPSO ini removable ke FPSO atau kapal lain atau permanent di FDPSO tersebut?

5. Jika removable, apa requirement dari sebuah FPSO untuk dapat menerima Drilling unit ini?

6. Jika permanent, apa fungsi Drilling unit ini selama operation period di suatu lokasi?

7. Pertanyaan terakhir, apakAh di Indonesia sudah ada yg mengoperasikan FDPSO ini?

Tanggapan 2 – Admin Migas

Kebetulan sekali, saya juga sekarang sedang berkorespodensi dengan mas Iwan, salah satunya tentu mengenai content Buku Pintar Migas Indonesia sub bab floating platform. Lagi sibuk katanya di Aberdeen sana.

OK, dokumen yang dimaksud oleh Mas Iwan adalah ‘UKOOA FPSO Design Guidance Notes’. Sayang sekali, meskipun saya coba teknik kompresi agar lebih kecil dari 750 KB, tetap tidak berhasil. Konsekuensinya, tidak bisa di-attach ke dalam email untuk Milis Migas Indonesia. Akhirnya saya buka folder baru di www.migas-indonesia.net dengan nama ‘KBK Struktur – Floating Production Storage and Offloading (FPSO)’ URL : http://www.migas-indonesia.net/index.php?option=com_docman&task=cat_view&gid=199&Itemid=42.

Sayang kan kalau sudah dibuka folder baru, isinya cuma 1 dokumen saja. Akhirnya saya lirik tuh koleksi dokumen di hard disk. wah… ternyata ada banyak artikel mengenai FPSO yang dapat di-share ke anggota Milis Migas Indonesia. Malahan ada juga presentasi dari Mas Iwan ‘Rules and Regulations for FPSO’ sewaktu di ITS November 2005, dan sudah di-upload di dalam folder ini juga.

Untuk baca-baca di akhir pekan, saya tambahkan 2 dokumen menarik lainnya pada URL di atas yaitu ‘Tanker Conversions to FPSOs’ dan ‘To float or not to float ?’. Dokumen FPSO yang lainnya menyusul minggu depan. Bila anda mempunyai artikel menarik mengenai FPSO, silahkan kirimkan ke saya untuk di-upload ke URL di atas.

Tanggapan 3 – Hero Hero

Pak Abu,

Sepengetahuan saya baru ada satu FDPSO namanya Azurite punya Prosafe yang baru akan beroperasi akhir tahun ini.
Saya coba menjawab pertanyaan anda sebatas pengetahuan saya yang terbatas karena kebetulan pernah sebentar diperbantukan pada saat design awal tapi untuk intra/extra plant networking nya :

4) Drilling package nya ‘temporary’, ‘only for the first 2 years during drilling campaing’ dan setelah itu diambil kembali oleh yang punya (NABORS)

5) Secara fisik semua asesoris drilling di pasang di ‘drilling deck’ deck diatas topsite sehingga setelah selesai tinggal dipindahkan dengan crane 100ton milik FPSO dan drilling deck tinggal di potong. Selain drilling deck tentunya FPSO ini harus punya moonpole yang lokasi tepat di bawah derick nya (centre of the vessel). Seperti layaknya pengeboran di laut dalam, FPSO ini juga di lengkapi oleh ROV.
Karena ada kegiatan pengeboran, FPSO ini tidak pakai turret melainkan ‘fixed mooring chain’.

6) Bila Azurite itu benar FDPSO yang pertama, saya rasa di kita belum ada karena Azurite itu akan beroparasi di Congo untuk Murphy West Africa selama 10 tahun kedepan.

Tanggapan 4 – Abu Abdurrahim

Terima kasih atas informasinya Pa’ Hero.

Jadi benar dugaan saya bahwa Drilling unit di FDPSO harus bisa dilepas jika Sudah beroperasi.

Jadi ingat FSO Intan di West Natuna offshore field nya Conoco bahwa menurut para senior FSO Intan dulu dilengkapi dengan Engine (sama dgn tanker), engine nya dilepas setelah nggak dipakai lagi.

Alangkah besar ongkos operasi & maintenance engine FSO Intan dan Drilling unit FDPSO Azurite jika idle bertahun-tahun.

Dari websitenya Prosafe (www.prosafe.com) ternyata FDPSO Azurite ini merupakan VLCC M/T Europe yg dikonversi menjadi FDPSO. Prosafe merupakan kontraktor sekaligus operator FDPSO Azurite ini.

Pa’ Hero, sekali lagi terima kasih atas infonya. Kalau boleh tolong share intra/extra plant network FDPSO Azurite ini dong. Apakah termasuk network Drilling unit/rig, Marine (balancing kapal – CMIIW) Management System dan Process/Plant Network.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia ini dapat dilihat dalam file berikut: