Secara garis besar design jetty/berth/wharf dipengaruhi oleh fungsi dari jetty/berth/wharf itu sendiri, kondisi alam sekitar dan ukuran kapal.

Tanya – Wahyu Pradityo

Dear Kawan – kawan milister

Mau tanya niy ada yang bisa memberi informasi tentang jarak minimum antara jetty and breasting dolphin..Berdasarkan pengalaman bapak2 aja..Faktor2 yang harus dipertimbangkan apa?n ada referensi tentang hal ini atau tidak??

Terima Kasih.

Tanggapan 1 – Arek Ciputat

Mas Wahyu,

Secara garis besar design jetty/berth/wharf dipengaruhi oleh:

1. fungsi dari jetty/berth/wharf itu sendiri. Tiap-tiap kegiatan loading/unloading yang spesifik bisa membuat konfigurasi jetty berbeda. Sebagia contoh, jetty untuk ferry RORO biasanya selalu dilengkapi dengan ramp/bridge untuk lewat kendaraan, jetty untuk LNG musti dilengkapi dengan loading arms, jetty untuk muat batubara biasanya ada crane untuk bongkar muat batubara, dll.

2. kondisi alam sekitar. Bahasa jawanya environmental condition sorrounding the site. Kalo kita nemu lokasi habis pantai langsung laut dalam & kondisi tanah bagus, mungkin cocok kalo kita bikin closed structure jetty model quay wall jetty/wharf gitu. So tinggal kasih dinding penahan tanah (bisa pake steel/concrete sheet pile, caisson, dll), kasih mooring/fendering equipment, dll. Enak, ga perlu pake dredging segala (yang notabene biayanya ga murah). Kalo kayak Laut Utara Jawa, kan typical lautnya dangkal, so mungkin kita harus bikin jetty inland yang bisa beberapa kilometer dari darat buat nemu kedalaman yang sesuai. Jetty-nya bisa ‘sendirian’ tanpa perlu di-connect dengan darat, atau perlu dibangun trestle untuk menghubungkan dengan darat.

3. tergantung ukuran kapal. Jetty harus bisa menampung kapal terkecil dan terbesar yang akan berlabuh (berthing) dan bertambat (mooring). Nah, berdasarkan ukuran kapal yang sudah ditentukan, baru kita bisa ‘bermain-main’ membuat layout-nya. Dalam penentuan layout, satu hal yang cukup penting adalah penentuan lokasi mooring equipement (bollard, hooks, quick release hooks) dan fendering equipment. So, untuk pertanyaan tentang jarak-jarak jetty dengan breasting dolphin, itu tergantung dari ukuran kapal & gimana mas Wahyu naruh mooring and fendering equipment.

Untuk referensi, coba baca buku ‘Harbour Engineering’ atau ada buku bahasa Indonesia yang cukup bagus, cuma saya lupa judulnya.
Bisa juga baca-baca di BS Maritime Structure, OCIMF or MOTEMS. FYI, MOTEMS (Marine Oil Terminal Engineering and Maintenance Standards) bisa diunduh gratis. Tinggal tanya ke mbah Google, pasti dia kasih tau alamatnya.

Semoga membantu, cmiiw.

Tanggapan 2 – feri herliawan

Dear Mas Wahyu,

Mas wahyu bisa coba cek di BS 6349 Part 4:1994, seperti apa yg sudah
diuraikan oleh Mas Arif yang sangat dominan berpengaruh terhadap layout dari
struktur jetty adalah ukuran dari kapal itu sendiri berikut kombinasi kapal
yg akan bersandar, selanjutnya adalah tipe dari struktur jetty itu sendiri
apakah continues atau island berth, dari pertanyaan Mas Wahyu sepertinya
struktur jetty adalah island dalam artian platform dengan breasting dolphin
adalah terpisah (CMIIW) nah berdasarkan BS 6349 Part 4:1994 ini guidance
untuk jarak antara dua breasting dolphin CL terhadap platform adalah 0.3L to
0.4L dimana L disini adalah total length dari kapal. Demikian semoga bermanfaat.