Saya ada sedikit problem kemarin kami melakukan dye penetrant test di sebuah tube plugged heat exchanger udah service 5 tahun karena ketebalan tubes berkurang 45% ke atas harus di plug total 398 tubes material s/s 304 procedure dp udah dilaksanakan sesuai yang di syaratka asme v hasilnya setelah saya cleaning dan saya spray developer tidak ada excess penetrant yang nampak dan saya nyatakan oke , tapi setelah tube bundle di masukan dan di hydrotes dengan pressure 28 kg ada yang bocor satu tube dan ributlah di kantor kenapa bisa begini apa penyebabnnya .

Tanya – Slamet Sriyadi

Dear milister,

Saya ada sedikit problem kemarin kami melakukan dye penetrant test di sebuah tube plugged heat exchanger udah service 5 tahun karena ketebalan tubes berkurang 45% ke atas harus di plug total 398 tubes material s/s 304 procedure dp udah dilaksanakan sesuai yang di syaratka asme v hasilnya setelah saya cleaning dan saya spray developer tidak ada excess penetrant yang nampak dan saya nyatakan oke , tapi setelah tube bundle di masukan dan di hydrotes dengan pressure 28 kg ada yang bocor satu tube dan ributlah di kantor kenapa bisa begini apa penyebabnnya .

Tanggapan 1 – roeddy setiawan

Dear Pak Slamet

For sure yg bocor tentu nya harus di repair no question about that.

Bapak bilang dari 380 plug yg dilaksanakan hanya satu yng bocor tentunya bagus sekali , kalo welding saja percentage repair mesti lebih besar dr 1/380 .

Penyebabnya, kalau itu expander tipe plug mestinya seat nya kurang bersih ada partikel, tidak sempurna deburring macam macam pak kan di field tidak bebas kontaminant./ jadi metal to metal contact tidak sempurna.

Kalau model screw spt di box sama juga pak ada pasir atau partikel hasilnya bocor juga.

Tanggapan 2 – Agus Mustofa

Bisa juga karena proses claeningnya tidak bersih,…coba di ulang re – penetrant pada bagian yang bocor saja,.. saya kira akan nampak excess penetrantnya.
Selamat mencoba

Tanggapan 3 – Nis Daniel

Saya mencoba menanggapi dari sudut NDEnya.

Sebelumnya saya harus bertanya ke bapak, proses cleaningnya memakai apa? brush?gerinda?atau cuma memakai cleaner saja?, pemakaian gerinda,brush sangat tidak disarankan dalam metode PT, karena bisa menutupi indikasi yang mungkin terjadi di area inspeksi, sehingga menutupi jalannya penetrant, sedangkan PT sendiri berjalan dengan prisip capillarity, sedangkan untuk pembersihan mamaki cleaner sendiri harus dengan perantaraan kain lembab, bukan basah, ruwet memang pembersihan pada praktek PT.

2 Masalah paling mendasar dan paling sering terjadi pada PT/DPI adalah over wash (ASME V se 165) dan kurangnya dwell time pada saat apply penetrant, jika trace back dengan keterangan pak Slamet bahwa tidak ada excess penetrant kemungkinan yang saya analisa adalah over wash, ciri ciri fisik yang paling mudah kita lihat adalah di weld beadnya sama sekali tidak ada sisa penetrant, sering sekali memang kejadian over wash ini menipu kita, terutama jika weld beadnya tidak ‘cantik’, atau malah terlalu mulus ,dan juga pada saat apply penetrant sering kita mengabaikan dwell time, untuk referensi bapak bisa follow link berikut ini untuk dwell time http://www.ndt-ed.org/EducationResources/CommunityCollege/PenetrantTest/MethodsTech/application.htm

Jika memungkinkan, lebih baik bapak memakai flourescent type penetrant & developer, karena proses cleaning nya tidak serepot metode yang lain.

Semoga bisa membantu bapak.